My First and Last Love

My First and Last Love
EPS



Setelah sampai dikantor segera Dena menuju ke meja kerjanya.


" Huft untung gak telat ," gumam dena.


Setelah itu dia melihat Jonathan dan Roy berjalan kearahnya. Segera Dena menundukkan kepalanya.


" Na jam 8 nanti keruangan saya ada yang mau saya omongin sama kamu !" Perintah Jonathan.


" Siap ," ucap Dena.


" Huft untung dia gak tau kalau gue hampir aja telat , eh tapi Dina telat gak ya ?" Gumam dena.


Setelah itu Dena kembali duduk dikursinya , tapi otaknya memikirkan kenapa Jonathan memanggilnya dan apa yang mau Jonathan omongin ke dia.


" Huft udahlah nanti juga akan tau , sekarang mendingan gue mengerjakan beberapa berkas ini aja terus ke ruangan jonathan , oh ya jangan lupa setting alarm dulu ," ucap Dena pelan seraya menyetel alarm di handphonenya.


Tring..... tring.. bunyi alarm Dena. Segera Dena membuka handphonenya dan mematikan alarm handphonenya. Dia beranjak dari duduknya , sekalian membawa beberapa berkas yang perlu di tandatangani oleh Jonathan. Tok...tok...


" Masuk !" Perintah Jonathan.


" Kenapa manggil gue ? Ini berkas yang harus Lo tandatangani. " Ucap Dena seraya menaruh berkas ke meja Jonathan dan duduk di depannya.


" Itu besok Lo mau kan temani gue kontrol ke dokter Abbas ," ucap Jonathan.


" Oh bisa , jam berapa Jo?" Tanya Dena.


" Biasa jam 10 ," ucap Jonathan.


" Oke ," ucap Dena.


Setelah itu keadaan kembali hening tidak ada yang mau membuka obrolan. Sampai Jonathan selesai menandatangani berkasnya.


" Nih udah selesai ," ucap Jonathan seraya memberikan berkas ke Dena.


" Makasih Jo ," ucap Dena seraya beranjak dari duduknya dan mengambil berkas ditangan Jonathan.


" Iya ," ucap Jonathan.


Setelah itu Dena keluar dari ruangan jonathan menuju ke meja kerjanya. setelah itu dia kembali mengerjakan berkasnya. kriyuk.... suara perut Dena yang perlu diisi makanan.


" istirahatnya kapan ya , lapar banget ," gumam Dena pelan.


sambil menahan rasa lapar Dena mengerjakan beberapa berkasnya.


" Dena," panggil dina seraya berjalan mendekat ke arah Dena.


" iya ," ucap Dena.


" kantin yok , laper nih ," ajak Dina.


" ayok gua juga laper ," ucap Dena seraya beranjak dari duduknya.


setelah itu mereka pergi untuk makan siang sekaligus sarapan untuk mereka.


" Nat ," panggil Roy.


" iya ," ucap Nathan tanpa melihat Roy.


"Lo gak makan ?" tanya Roy.


" gak Lo aja sana , berkas yang harus gue kerjakan masih banyak ," tolak Jonathan.


" oke , eh Nat besok Lo jadi ketemu sama dokter Abbas ?" tanya Roy seraya duduk sofa ruangan Jonathan.


" jadi ," ucap Jonathan.


" sama siapa Lo kesana ?" tanya Roy.


" sama nana ," ucap Nathan.


" tapi Nat dokter Abbas kenapa panggil Lo , padahal kan bukan waktunya Lo cek up ?" tanya Roy.


" gak tau ," ucap Nathan.


" oke, udahlah gue mau makan dulu," ucap Roy.


" udah sana ," usir Jonathan.


" bener Lo gak mau makan ?" tanya Roy.


" Hm , udah sana ," usir Jonathan.


" Yaudah , bye gua mau cari makan," ucap Roy seraya pergi meninggalkan Jonathan sendiri.


sedangkan ditempat Dena dan Dina mereka sedang makan di warung bakso dekat kantor.


" hai kawan-kawan ku ," ucap seseorang dari belakang.


" apaan sih Lo Roy ," ucap dina.


" bang bakso satu , sama es teh ," ucap Roy.


" siap ," ucap Abang tukang bakso.


" gak papa," ucap Roy seraya duduk di sebelah Dena.


" loh mana Jonathan Roy ?" tanya Dena.


" dia gak mau ," ucap Roy.


" oh ," gumam Dena pelan.


setelah itu bakso yang tadi dipesan oleh Roy datang. segera mereka memakan baksonya dan kembali kekantor.