
"sekarang kamu ikut dengan ku, bukan kah kau bekerja besok siang bukan. Maka malam ini kau harus ikut dengan ku. " menggenggam erat tangan aelandra. Sedangkan yang di genggam mencoba melepaskan genggaman nya, namun tenaganya kalah telak dengan kevin.
"kau jangan macam macam denganku, apa kau tahu aku bisa bela diri." mencoba melepas genggaman kevin.
"hah.. Peduli apa aku dengan semua itu. Yang ku tahu malam ini kau harus ikut dengan ku. " membuka pintu kemudian mendorong aelandra agar masuk ke dalam mobil nya.
"apa apaan kau ini, kau kira aku barang yang bisa kau dorong se enak nya saja. Dasar kau ini. " aelandra mengumpat kecil, sedangkan kevin hanya tertawa mendengar perkataan aelandra yang di anggap nya lucu.
"hey gadis jelek, tidak bisakah mulut mu itu diam. Atau apa perlu aku mencium bibir ini biar kaudiam. " muka kevin berada sangan dekat dengan aelandra, dengan jari telunjuk nya yang menempel di bibir aelandra, memberi isyarat supaya gadis diam. Seketika muka aelandra gugup dan diam dengan perlakuan kevin. Karena ini pertama kalinya dia merasakan jantung nya berdetak kencang saat bersama seorang laki laki.
Setelah itu kevin melajukan mobil nya, menuju sebuah apartement. Yang aelandra yakin itu adalah punya kevin, karena saat masuk semua karyawan yang ada disana memberi hormat kepadanya.
"mau ngapain kesini?" aelandra masih diam di depan pintu kamar nya.
"emang nya mau ngapain kalau orang seorang laki laki dewasa membawa seorang perempuan ke tempat tersembunyi seperti ini. " menarik tangan aelandra untuk masuk kedalam kamar apartement nya.
"kau mau ngapain? " sedikit takut karena kevin berada sangat dekat dengan nya, bahkan aelandra mundur beberapa langkah ke belakang, sampai akhirnya dia terhalang oleh dinding. Sedangkan kevin semakin mengikis jarak antara mereka. Sekarang aelandra bisa merasakan hembusan nafas kevin dapat dirasakan oleh aelandra. Kemudian aelandra memejamkan matanya. "mandilah, badan mu itu sungguh sangat bau." bisik kevin di samping telinga aelandra. Sedangkan aelandra yang mendengar perkataan kevin refleks langsung mendorong nya.
"dasar laki laki brengsek. " saut nya lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi aelandra menghembuskan nafas nya Secar kasar. Kemudian membuka semua pakaian nya dan menghidupkan shower.
Setelah puas mandi, aelandra mengambil handuk, ia memukul mukul kepalanya sendiri karena lupa membawa pakaian gantinya. Lalu dia seperti mengingat sesuatu, namun saat berbalik badan dia harus menahan rasa kecewanya, karena baju yang tadi dia pakai malah tersiram air, karena ia letakan sembarangan.
"dasar gadis bodoh. " ucap kesal.
Aelandra ragu mau keluar dengan handuk yang hanya menutupi sebagian dari tubuh nya. Lalu aelandra memanggil kevin, menanyakan ap dia di dalam kamar atau di luar. Karena tidak ada sahutan aelandra membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepala nya melihat ke sekeliling kamar, setelah di pastikan kevin tidak ada di kamar aelandra langsung berlari menuju kopernya dan mengambil pakaian gantinya.
Selesai berpakaian aelandra mencari keberadaan kevin ke seluruh kamar namun dia tidak menemukan nya. Lalu aelandara melihat sebuah pintu yang terbuka dan melihat keluar pintu itu. Ternyata pintu itu mengarah ke balkon, betapa kaget dan senang nya aelandra, karena dari atas sini ia bisa melihat pemandangan kota tokyo di malam hari.
"apa kau suka berada disini?" kevin muncul dari belakang.
"iya terima kasih sebelum nya. " aelandra tersenyum kepada kevin.
"untuk?"
"semua ini, terima kasih kamu sudah membawa ku kesini. Tapi nanti bagaimana aku bisa menemui kak michel?" sedikit khawatir memikirkan michel.
"kau tenang saja, dia pasti sedang menghabiskan malam nya saat ini dengan bahagia. " kevin tersenyum dengan smirk nya.
* flash back
Saat kevin memberikan sebuah kartu kepada michel, kevin sudah meletakan sebuah nomor ponsel yang bisa di hubungi michel untuk menemani nya sampai besok pagi, dan sebuah nomor kamar hotel untuk nya menginap.
*flash back off
Setelah puas melihat pemandangan kota tokyo dari atas gedung apartement milik kevin, aelandra kembali ke kamar di ikuti oleh kevin dari belakang.
"kamu ngapain ngikutin aku terus? " ucap aelandra kesal karena kevin terus mengikutinya dari belakang.
"kenapa? Nggak boleh emang nya? " sahut kevin sambil duduk di tepi ranjang yang berukuran king size itu.
"tapi aku mau tidur, dan aku nggak mau tidur sama kamu." menunjuk di depan muka kevin. Lalu dengan cepat kevin memegang tangan aelandra. Lalu mendorong nya ke atas kasur secara lembut.
"tidur lah, kalau kau maaih saja berisik dan banyak gerak. Ku pastikan aku akan berbuat lebih dari ini. " seketika kevin langsung memeluk pinggang aelandra dari belakang.
Beberapa saat setelah itu terdengar suara dengkuran halus dan suara nafas yang sangat teratur. Aelandra perlahan mengalihkan tangan kevin dari perut nya. Lalu aelandra berusaha duduk pelan pelan supaya tidak di ketahui kevin, tapi baru saat separuh duduk dengan cepat kevin meraih tengkuk aelandra, sehingga posisi aelandra menghadap kevin.
"sudah ku katakan tidur, apa kau sengaja mau menggoda ku malam ini. " dengan suara serak nya.
Lalu memejamkan matanya dengan posisi berada dalam pelukan kevin.
Sejenak aelandra merasa nyaman dalam posisi nya saat ini. Meskipun dia tidak mengenal baik siapa suaminya itu, tapi dia bisa merasakan kalau laki laki yang memeluk nya saat ini adalah orang baik.
Aelandra mencoba menggapai ponsel nya yang berisik karena bunyi alarm. Namun dia terkejut saat ada sesuatu yang mengganjal di perutnya.
"kevin." tanpa sadar dia memanggil nama kevin, dan menatap ke arah muka kevin yangmasih tertidur lelap. Lalu membelai sedikit, lalu tersenyum.
"jika seperti ini, kau terlihat seperti anak kecil. Ku rasa aku telah jatuh cinta sama kamu. Ku harap kamu adalah cinta pertama dan terakhirku. Meskipun kita menikah dengan keterpaksaan, dan entah kenapa aku mau saja mengikuti ide konyol mu itu. I love you. " aelandra mencium sekilas bibir kevin, merasa mendapat kesempatan dengan cepat kevin menahan tengkuk aelandra dan mebiarkan bibir mereka menempel lebih lama.
"kamu sudah bangun." muka aelandra sudah memerah menahan malunya karena ketahuan mencium bibir kevin.
*flash back on
Sebenarnya kevin sudah bangun saat alarm ponsel aelandra berbunyi. Tapai dia kembali memejamkan matanya dan berpura pura tidur karena ingin melihat reaksi aelandra.
Bahkan dia menahan tawanya saat aelandra menatap nya dengan ontens, dan membiar kan gadis itu melihatnya lebih lama, bahkan dia pun sangat kaget saat aelandra mencium bibirnya. Merasa mendapatkan kesempatan dia pun menahan tengkuk aelandra dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan memeluk pinggang aelandra.
*flash back off
"hey, tidak kau ingin memberikan hak ku sebagai suami mu?" kevin sengaja menggoda aelandra dengan kata katanya.
Mendengar ucapan kevin, aelandra langsung berlari ka kamar mandi.