My First and Last Love

My First and Last Love
chapter 05



Hari ini merupakan hari pertama aelandra bekerja sebagai pranugari, dengan rute penerbangan menuju negeri sakura jepang.


Aelandra sengaja berangkat lebih awal untuk menemui seorang senior nya waktu kuliah dulu bernama michel, yang kebetulan dia juga bekerja sebagai pramugari.


"siang kak michel. " sapa aelandra.


"oh, hai. Siang." menengok ke arah aelandra. "kamu sudah datang ayo kesini. Biar aku jelasin ke kamu. " mengajak aelandra ke sebuah ruangan khusus pramugari yang akan bertugas. Kemudian menjelaskan secara rinci apa saja yang harus di lakukan aelandra saat pesawat akan berangkat dan saat sampai.


Aelandra hanya manggut manggut dan memperhatikan apa yang di lakukan michel. Meskipun sedikit nervous aelandra masih bisa menutupinya dengan mengembangkan senyum nya.


"oh iya satu lagi, yang bekerja di sini di utamakan kita yang masih singgle. Alias belum berumah tangga." mengambil baju kerja untuk aelandra.


Deg.. Deg..


Seketika aelandra terdiam dan kaku mendengar pernyataan michel. Karena baru saja tadi dia melepas status singgle nya bersama seorang pria yang notaben nya dia tidak kenal baik siapa pria itu, tapi entah kenapa aelandra mau aja di ajak menikah tanpa memikirkan imbas nya untuk kehidupan nya kedepan.


"ael, ini baju nya kamu. Sekarang ganti baju dan dandan secantik mungkin. Tapi tanpa dandan pun kamu udah sangat cantik ael. " puji michel.


Setelah mendapat pakaian nya aelandra pergi ke ruangan ganti. Setelah itu dia berdandan senatural mungkin. Tapi sudah kelihatan kalau muka cantik nya.


"ael, siap siap satu jam lagi pesawat kita akan berangkat. Dan kita harus berada lebih awal di sana. Karena kita akan menyambut semua penumpang kita dengan semangat. Semangat ael. " michel menepuk pelan pundak aelandra sambil memberi semangat.


"makasih kak. " ucap aelandra.


"untuk? " michel mengernyitkan kedua alisnya, melihat aelandra.


"semuanya, karena rekomendasi dari kakak aku bisa berada disini sekarang. " lalu bibir aelandra membentuk sebuah senyuman.


"kamu jangan terlalu berlebihan ael. Aku tahu kamu mempunyai bakat dan keinginan kuat untuk menggapai cita cita kamu. "


Setelah itu mereka pergi naik ke pesawat untuk mulai melakukan pekerjaan mereka.


"aku nervous banget kak michel." saat sudah sampai di dalam pesawat.


"udah kamu bawa rileks aja, kamu ikuti dan perhatikan aku dengan baik baik ya. Yakin semua nya akan baik baik saja ael. "


"ayo ael kita briefing dulu, sebelum panggilan untuk semua penumpang kita sudah harus memastikan semua nya semua nya sudah aman terkendali. " kata michel menjelaskan.


Setelah proses briefing selesai mereka segera memasuki pesawat. Dan beberapa saat kemudian terdengar pesawat dengan tujuan jepang akan segera berangkat.


Setelah pintu masuk kedalam pesawat terbuka ael menyapa sambil tersenyum kepada semua penumpang yang melewatinya. Setelah semua penumpang sudah di pastikan sudah berada di dalam pesawat michel memanggil aelandra untuk mendekat padanya.


"ada apa kak? " tanya michel berjalan menuju michel yang ada di bagian depan pesawat.


"sekarang kamu perhatikan aku dengan baik, karena aku mau melakukan tata cara keselamatan dalam pesawat. " lalu michel mulai memperagakan satu persatu cara penggunaan alat keselamatan penerbangan, mulai dari cara penggunaan pelampung, tempat masker oksigen dan tata cara memakainya sampai dengan sabuk pengaman.


Setelah semua pemberi tahuan itu michel dan aelandra kembali ke ruang khusus pramugari.


Aelandra berkali kali menghembuskan nfas nya secara kasar untuk menghilangkan kegugupan nya.


"kamu kenapa ael, kamu tahu kamu bekerja di hari pertama aja sudah sebagus ini. Kamu hebat ael. " puji michel.


"ael, kamu antar ini ya. Kursi kelas bisnis ael. " memberikan minuman wine kepada aelandra.


"tapi kak aku takut melakukan kesalahan." tolak aelandra, karena dia masih belum menghilangkan nervous nya.


"kakak yakin kamu bisa ael, oh iya ael disana itu ada tuan muda thomada. Dia adalah pewaris tunggal perusahaan besar milik ayah nya. Orang nya ganteng banget."


"tuan muda thomada?" ael mengernyit kan kening nya saat mendengar nama itu, seakan dia pernah mendengar tapi dimana. Dia sama sekali tidak ingat.


Michel yang heran melihat ekspresi muka aelandra menghampirinya.


"kenapa kamu kenal sama mereka? " tanya michel.


"oh nggak kak, cuma aku kayak pernah dengar nama yang barusan kakak sebut. "


"ya jelaslah, mereka kan orang terkaya se asia. Lagi pula orang seperti kita mana mungkin bisa di taksir sama anak nya. Yang aku dengar anak nya itu sudah punya kekasih mana cantik pula. " michel memanyunkan sedikit bibirnya.


"ya udah sech kak, ngapain mikirin mereka kita disini kan hanya bekerja. "


Saat memberikan minuman kepada orang yang namanya thomada aelandra sangat kaget karena melihat kevin bersama mereka. Begitupun kevin dia sangat kaget setelah melihat aelandra. Sesaat mata mereka bertemu pandang.


"maaf permisi, saya hanya mengantar kan minuman nanti biar senior saya yang kesini untuk melayani tuan dan nyonya. " baru beberapa langkah aelandra berjalan tangan nya di tarik oleh kevin.


"kamu!! " kevin menatap tajam ke arah aelandra.


"maaf tuan saya hanya mengantar minuman ini. Kalau begitu saya permisi dulu tuan." melepaskan pegangan tangan kevin dengan lembut. Kemudian berlalu meninggalkan kevin dan orang tuanya untuk kembali ke ruangan khusus pramugari.


"kak, mendingan kakak dech yang melayani mereka. Aku takut banget kak. " muka aelandra sangat pucat, tapi disini ia harus tetap profesional.


"ael, kamu kenapa? Mukamu pucat banget ael. " michel mendekati aelandra.


"aku nggak apa apa kak. Bener dech. " ucap nya meyakinkan michel.


"kalau kamu ada apa apa kamu panggil kakak ya. Soalnya kakak hatus mengantar minuman ini dulu untuk pilot dan co pilot kita. " kemudian michel masuk ke ruang tempat pilot.


Aelandra masih syok dengan kenyataan yang baru saja dia dapatkan, ternyata orang yang menikahi dia tadi pagi atau lebih tepatnya suami adalah anak orang seorang milyader. Dan kenapa dia bisa sebodoh itu mengiyakan saja permintaan bodoh kevin tadi pagi.


Sementara orang tua kevin menatap curiga ke arah kevin, yang sejak melihat aelandra dia lebih banyak melamun.


"son, kamu kenal dengan gadis tadi? " Sammy menatap curiga ke arah kevin yang terlihat gelisah.


"oh nggak kok pi, aku nggak kenal sama dia. Memang nya kenapa pi? "


"oh nggak apa apa, papi kira kamu kenal sama dia." dengan wajah datar.


"siapa tahu itu pacar kamu kan? "


Deg..


Seketika pertanyaan hasaki membuat jantung kevin berhenti. Bagaimana kalau papinya tahu kalau aelandra adalah istrinya. Apa papinya kan menerima begitu saja. Belum lagi maminya yang sudah dekat dengan gledys.