
Sesampainya mereka di panti , mereka berdua disambut para anak-anak panti dan kepala panti.
" Hai , apa kabar anak-anak ?" Tanya Dena.
" Kami semua baik kakak Dena ," ucap semuanya.
Setelah menyapa mereka Dena dan Jonathan segera ke ruangan kepala panti.
Tok....tok... " Silahkan masuk," perintah Bu kepala panti.
" Assalamualaikum Bu ," salam mereka berdua.
" Waalaikumsalam mari nak duduk , sudah lama sekali ibu tidak melihat kalian ," ucap ibu kepala panti. Setelah itu Dena mendorong kursi roda Nathan kedepan meja ibu kepala panti dan dia duduk di sebelah nathan.
" Maaf Bu , karena kami tidak datang tahun lalu ," ucap dena.
" Ya nak ibu mengerti pekerjaan kalian ," ucap ibu kepala panti.
" Ini Bu dari kami untuk anak-anak ," ucap Dena sembari meletakkan barang-barang yang dibawa mereka.
" Alhamdulillah, anak-anak dapat rezeki , pasti anak-anak senang." ucap ibu kepala panti.
" Iya Bu Alhamdulillah , kami juga senang jika anak-anak bahagia Bu ," ucap Jonathan.
" Sekali lagi ibu ucapkan terimakasih pada kalian karena sudah membantu keuangan dan sekolah anak-anak," ucap ibu kepala panti tulus.
" Seharusnya kami yang mengucapkan terimakasih pada ibu dan semua yang ada di panti ini , kalau bukan karena kalian pasti kami tidak akan berhasil seperti ini ," ucap Jonathan tulus.
" Iya , ibu juga senang kalian sekarang bisa berhasil dan menjadi orang besar yang dikagumi oleh semua orang ," ucap ibu kepala panti bangga.
" Itu semua karena ibu dan semuanya yang sudah merawat kami dari kecil sampai sekarang kami bisa berhasil." Ucap Dena tulus.
" Kami juga sangat sayang pada kalian semua yang sudah merawat kami dan memberikan tempat perlindungan kepada kami berdua ," ucap Jonathan.
" Iya , ibu juga sangat sayang pada kalian ," ucap ibu kepala panti Dangan air matanya yang jatuh.
" Ah ibu saya menangiskan ," ucap Dena sembari mengusap matanya yang berair.
" Sini ibu peluk kalian ," ucap ibu kepala panti seraya berjalan mendekati Dena dan Jonathan.
" Hikss..," suara tangis Dena.
" Udah jangan menangis lagi ," ucap ibu kepala panti yang berusaha menenangkan Dena.
" Hikss iya Bu ," ucap Dena.
" Cengeng Lo nana ," ejek Jonathan.
" Hiks GK ," ucap Dena kesal.
" Lah kalau gak cengeng apa ?" Tanya jonathan.
" Haha....," Tawa Jonathan dan ibu kepala panti.
" Tidak terasa kalian sudah besar yang dulu masih kecil sekarang kalian sudah sangat membanggakan ibu nak ," gumam ibu kepala panti didalam hati , seraya menghapus air matanya.
" Oh ya ibu kami ingin bertemu dengan adik-adik kami bisa ?" Tanya dena yang sudah tenang.
" Boleh , ayo ikut ibu ," ucap ibu kepala panti.
Setelah itu mereka berdua mengikuti ibu kepala panti dan sampai ke ruangan pertama dimana ada bayi, dan ruangan kedua ada anak umur 2 - 6 tahun, diruangan ketiga ada
anak umur 7- 13 tahun, diruangan terakhir ada umur 13 tahun keatas. Jam menunjukkan pukul 17.00 , segera Jonathan dan Dena pamit kepada ibu kepala panti dan semuanya.
" anak-anak kakak nana dan kakak jojo pulang dulu ya ," ucap Dena.
" iya , kak Nana dan kak Jojo jangan lupa kakak kesini lagi main sama kita semua ," ucap kompak anak-anak.
" oke kakak nana dan kakak jojo akan main kesini lagi nanti ," ucap Dena.
" Yeay berarti kakak nana dan kakak jojo tiap hari main kesini ya ?" tanya salah satu anak.
" hm bukan setiap hari anak-anak tapi kalau kami tidak sibuk kami akan main sama kalian kok tenang saja ," ucap Dena.
" iya kami akan main jika jadwal kami sedang tidak sibuk," tambah Jonathan.
" oke kakak nana dan kakak jojo ," ucap kompak anak-anak.
" sekarang kakak pamit dulu ya , jaga diri kalian oke ," ucap Dena.
" oke kakak nana ," ucap kompak anak-anak.
setelah berpamitan dengan anak-anak segera mereka berpamitan dengan ibu kepala panti.
" Bu kami berdua pulang dulu , nanti kalau ada waktu kami akan sempatkan main ke panti lagi ," ucap Dena.
" iya , kalian juga harus baik-baik saja disana jangan lupa makan dan tidur yang cukup ," ucap ibu kepala panti.
" siap Bu ," ucap mereka berdua.
" ibu sayang kalian ," ucap ibu kepala panti seraya memeluk mereka.
" kami juga sayang dengan ibu dan semuanya ," ucap mereka berdua.
setelah itu mereka melepaskan pelukannya dan berjalan menuju mobil.
" bye semuanya kami pulang dulu ," teriak Dena.
" iya kakak nana ," ucap anak-anak.
setelah itu mobil mereka segera melaju pergi meninggalkan panti, dan pulang ke rumah masing-masing.