
hari ini kevin dan keluarganya sudah kembali ke indonesia, di bandara dia sudah di tunggu oleh gledyssa dan jiga supir keluarga hasaki.
"selamat datang kembali ke negara kita om tante. " di depan hasaki gledyssa tidak memanggil selvi dengan sebutan mami.
"hallo sayang, kamu apa kabar?" selvi mencium pipi kanan dan kiri gledys secara bergantian.
"baik tante, tante gimana liburan nya menyenangkan?"
"wah sangat menyenangkan sayang." dengan senyum yang menegembang bahagia.
"oh ya om, mana nech oleh oleh dari jepang nya untuk ku? " gledys berbicara dengan nada sedikit manja kepada hasaki.
"tanya sama istri saya saja. " hasaki bicara dengan nada dingin, lalu berjalan kearah mobilnya karena tidak suka dengan kepura puraan gledys.
"papi. " selvi bicara dengan sedikit membentak hasaki, sedangkan suaminya cuek cuek saja.
"maafkan om ya sayang, mungkin papi nya kevin memang lagi lelah. maklum perjalanan kita lumyan jauh. "
"nggak apa apa kok mi, aku ngerti. oh ya mi kevin nya mana? kok dari tadi dia nggak kelihatan mi?" melihat ke belakang mencari kevin.
"oh iya ua, kemana anak itu? kenapa dia malah nggak ada. mungkin ke toilet sayang dianya. " lalu selvi mengaktifkan ponselnya lalu menelfon kevin.
"tapi ponselnya kevin malah nggak aktif sayang, bentar ya mami tanya papi dulu. " selvi berjalan kemobilnya. lalu mengetok kaca mobilnya.
tok.. tok...
"pi, kevin kemana kok malah ngilang? gle udah nungguin dia dari tadi. " ucapnya kesal.
"loh mami, kevin kan harus kebali mi. emang nya dia nggak bilang sama mami kemaren?" hasaki bertanya pada istrinya.
"apa apaan itu anak." selvi sangat kesal dengan jawaban suaminya. lalu berjalan menghampiri gledyssa.
"maaf ya sayang, mami lupa kalau kevin harus kebali dulu. "
"ya nggak apa apa mi. aku tahu sekarang dia udah bakalan sibuk mengurus perusahaan papinya. " gledys sangat terlihat kecewa.
"kalau gitu kita mampir kerumah mami aja ya. mami banyak oleh oleh buat kamu. " tersenyum kearah gledys.
"mmm.. besok aja ya mi aku kerumah maminya, aku lupa hari ini aku juga ada acara sama temanku mi. " gledys menolak ajakan selvi secara halus.
"ok, mami tunggu ya gle. "ucap selvi, lalu dia berjalan kembali kearah mobilnya.
"udah selesai mi, negosiasi sama calon menantu kesayangan nya? " ledek hasaki.
"apaan sech papi, ya udah kalau gitu ayo pak jalan kita pulang. "
"baik nyonya. "ucap mang usup supir pribadi keluarga mereka.
*flash back on
saat keluar dari bandara kevin melihat gledyssa sedang menunggu di depan bandara. karena kesal kevin memilih berjalan kearah toilet. saat keluar dari dalam toilet dia melihat aelandra sedang berjalan masuk kearah toilet wanita.
"itu dia. " belum sempat kevin memanggil aelandra, dia sudah masuk kedalam toilet.
hampir lima belas menit kevin menunggu di luar toilet. bahkan dia sudah mulai kesal karena para gadis yang keluar dari toilet sengaja menggodanya.
"ganteng ganteng kok malah mau nongkrong depan toilet. mendingan jalan sama aku." ucap seorang gadis yang masih terlihat sebgai seorang pelajar.
"sama aku aja." ucap salah satunya lagi.
"maaf saya sedang menunggu istri saya. itu dia sudah keluar. maaf saya duluan. "menggenggam tangan aelandra, lalu mengajaknya pergi dari situ.
"apa apaan kamu. "aelandra memukul tangan kevin dengan kesal karena sudah menarik tangan nya.
"diam, atau aku cium kamu disini. " mendengar ancaman kevin, aelandra langsung diam. dan memilih ikut kemana kevin membawanya.
*flash back off
"mau bikin anak." ucapnya santai.
"kamu gila? bisa nggak bicaranya kamu itu nggak usah vulgar kayak gitu. mesum banget jadi orang. " aelandra memandang kesal kearah kevin.
"aku lapar, temani aku makan. atau apa mau sekalian selesai makan kita bikin baby di sana. " kevin menunjuk hotel yang ada di seberang jalan.
"dasar cowok mesum. " aelandra menggerutu kesal.
"mesum begini aku suami kamu. ayo masuk. lama bicara sama kamu bisa bisa aku mati kelaparan. " menggenggam tangan aelandra lalu masuk ke dalam ruangan yang sudah di pesan khusus untuk mereka berdua.
"lepasin tangan aku b*gok." ucap aelandra.
"apa kamu bilang? " kevin menoleh ke arah aelandra.
"be.. " kevin langsung mencium aelandra untuk menghentikan gadis itu berbicara. hingga tanpa sadar mereka dilihat pelayan saat mengantar makanan mereka.
kevin melihat aelandra menunduk menahan malu terhadap pelayan tersebut. berinisiatif memberikan dua lembar uang ratusan kepada pelayan tersebut.
"makanlah, pelayan itu sudah pergi." setelah itu kevin langsung menyantap makanan nya tanpa ragu.
"enak sekali dia makan tanpa rasa bersalah sedikitpun kepadaku. apa dia sudah gila. dasar laki laki brengsek. " gumam aelandra dalam hati, tapi matanya malah melihat kearah kevin.
"apa kau mau aku makan juga disini? " tanya kevin.
"apa maksudmu? " menatap sinis kearah kevin.
"ya siapa tahu aja kan. kau mau aku makan juga saat ini. " goda kevin.
"apa kau gila? sudah kubilang bukan, jagalah bicara saat denganku. aku tidak suka dengan lelaki mesum."
"jadi kau bakalan suka denganku saat aku tidak bicara mesum begitu? " ucapan kevin sangat memojokan aelandra.
"kau mau makan apa tidak? aku tidak akan biarkan kau kelaparan saat bersamaku."
dengan keterpaksaan aelandra mengambil makanan yang ada di depan nya. tapi baru saja makanan itu mau masuk kedalam mulut aelandra, perutnya sudah mual seperti di aduk aduk.
huek.. huek..
"kau kenapa? " tanya kevin menghentikan makan nya.
"dari tadi malam aku kurang enak badan. kau habiskan makananmu aku tunggu kau diluar saja. aku takut mengganggu selera makanmu. " aelandra mau berdiri tapi dengan cepat kevin mencekal pergelangan tangan nya.
"tunggu sebentar lagi aku juga udah selesai. " setelah membersihkan tangannya, secepat kilat dia berlari mengejar aelandra yang sudah ada di pinggiran jalan.
"hei nona." mencengkram lengan aelandra. "sudah kubilang tunggu bukan."
"lepaskan. " menepis kasar tangan kevin. tapi sama sekali tidak bisa.
"kalau aku lepaskan, kau akan kabur bukan dariku. lagian kau seharusnya bersyukur. selama ini banyak orang yang gadis gadis yang mengejarku tapi aku malah memilihmu. "
"narsis sekali kamu bicara, kalau banyak yang menyukaimu. pergilah nersama mereka. ngapain disini bersamaku. ceraikan saja aku. biar aku bisa bebas darimu." memalingkan mukanya dari kevin.
"berano sekali kau bicara cerai. apa kau lupa dengan surat perjanjian kita?"
mengingat surat perjanjian itu, aelandra jadi bungkam. sedangkan kevin tersenyum menyeringai. karena ancaman nya berhasil membuat aelandra bungkam. tak lama setelah itu zenn beehenti tepat di depan mereka berdua.
"lama sekali kau?" membentak zenn yang baru keluar dari mobil.
"maaf tuan muda, jalanan sekitaran sini sungguh macet." menunduk.
"pulanglah, katakan pada mami kalau aku kebali. " setelah membukakan pintu untuk aelandra, kevin pun masuk kedalam mobil dn mengambil alih kemudinya.
setelah hampir satu jam barulah mereka sampai di salah satu rumah mewah milik keluarga kevin.