
ibaratkan kata Nasi telah menjadi bubur, apa yang terjadi bukanlah kehendak mereka berdua. Mau menyesal sebesar apapun sudah tidak ada gunanya.
Saat ini yang ada di pikiran kevin hanya satu bagaimana dia mengatakan kepada kedua orang tua yang sudah membesarkan nya, terlebih lagi dengan papinya. yang selalu mewanti wanti akan kehidupan bebas yang dipercayakan sang papi selama ini kepadanya.
dalam keadaan seperti ini, kevin tidak tega meninggalkan gadis yang telah dia nodai. apalagi ini yang pertama untuk mereka berdua, sungguh kevin sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan. dan saat ini yang dia harus lakukan adalah bertanggung jawab dengan gadis itu. lalu kemudian mencari zian yang dia yakini telah kembali ke inggris. karena sudah berulang kali kevin menghubungi zian nomor ponselnya tetap diluar jangkauan.
"akh sial, kemana anak itu? Di saat seperti ini dia entah kemana? " umpatnya sambil membanting handphone kasar keatas kasur.
Sedang aelandra menangis di dalam kamar mandi, dan sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi dengannya. seandainya saja dia tidak memenuhi undangan adik sepupunya, pasti semua ini yidak akan terjadi. tapi apa boleh dikata. semuanya sudah terlanjur mau menyesal pun sudah tidak bisa mengembalikan dirinya seperti semula.
"hiks..hiks.. " dengan mata yang masih sembab dan nyeri di bagian bawah tubuh yang sangat menyiksanya, aelandra menghidupkan shower membiarkan badanya tersiram dengan air. berharap semoga semua kesialannya hilang dan pergi seiring dengan air yang terus mengalir.
Sudah hampir tiga puluh menit aelandra berada dalam kamar mandi dalam keadaan menangis. Sedangkan kevin di luar bagai orang kebakaran jenggot. Tidak tahu harus berbuat apa. Baginya menodai seorang gadis adalah sebuah petaka yang akan berakibat sangat buruk untuk masa depan nya.
"ya tuhan aku harus bagaimana? " ucap nya dengan kesal sambil mengacak rambutnya secara kasar saking frustasinya.
Ceklek
Dengan cepat kevin menghampiri aelandra yang keluar dari kamar mandi, tapi aelandra malah menjaga jarak dengannya.
"menjauh lah aku mohon." dengan badan bergetar aelandra meminta kevin sedikit menjauh karena saking takutnya.
"ok. tapi aku mohon kamu tenang dulu. akupun sama dengan kamu. aku juga nggak tahu apa apa. disinipun aku korban dari kejahilan temanku sendiri." berjalan mundur beberapa langkah ke belakang, karena dia tahu aelandra sangat ketakutan akan dirinya.
"mana ada laki laki brengsek yang mengakui perbuatan nya." ucap aelandra dengan suara tercekal
"jujur, aku juga baru pertama kali seperti ini. kamu tahu dalam keluargaku sangat menghormati yang namanya wanita. Jadi aku mohon maafkan aku. " katanya penuh penyelesan.
"stop, hentikan b*jingan, dasar pria brengsek. Apa kau pikir dengan kata maaf mu. Semua bisa kembali normal. " dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
"ok, apapun yang terjadi aku akan tanggung jawab dengan perbuatanku. Sekarang kamu ikut denganku. " dengan cepat kevin meraih tangan aelandra, dan membawanya keluar dari hotel tersebut. Kemudian mencegat taxi yang kebetulan lewat di depan mereka.
"dasar laki laki brengsek, lepasin tanganku." menghempaskan pegangan tangan kevin dengan kasar, tapi percuma karena tenaganya tak sebanding dengan kevin. Kemudian aelandra melihat ke sisi luar dengan terus menangis.
"kita akan menikah. " ucap kevin dengan penuh penekanan.
"apa? " aelandra kaget bukan main mendengar pernyataan kevin yang menurutnya sangat tidak masuk akal. "yang benar saja, kita bahkan tidak saling kenal satu sama lainnya. Lalu Bagaimana bisa kita akan menikah. Aku sama sekali tidak mau" menatap tajam ke arah kevin.
"walaupun kita tidak saling mengenal, tapi aku akan tetap bertanggung jawab." sekarang tatapan kevin sudah mulai menghangat, tidak sedingin dan menakutkan seperti tadi.
aelandra melihat tajam kemata kevin, seakan mencari kebenaran akan ucapan nya. tapi aelandra seakan mendapat ketulusan disana.
"ok, sekarang bicaralah siapa namamu? dan katakan apa yang kau lakukan untuk hal sangat mendadak ini." tanya kevin penuh keyakinan.
"maaf dek, kita mau kemana sebenarnya? " tiba tiba supir taxi yang membawa mereka bertanya, karena merasa perjalanan mereka tanpa arah tujuan.
"kita ke alamat ini pak. " sambil memberikan sebuah kartu nama yang lengkap dengan alamatnya.
Saat sampai aelandra kaget karena ternyata kevin membawanya ke sebuah mansion yang cukup mewah. Sesaat aelandra cukup kagum dengan mansion itu, tapi setelah melihat kevin kekagumannya sirna begitu saja.
Aelandra kaget saat lima orang laki laki memasuki ruangan tanpa permisi. Dua orang berpakaian formal sedangkan yang tiga lain nya lagi memakai pakaian kantoran.
"zenn kenapa kau lama sekali? " bentak kevin kepada laki laki yang memakai pakaian kantoran.
"maaf tuan muda, saya harus mengurus semuanya dulu sebelum kesini." tidak berani memandang ke arah kevin.
"apa kau sudah membawa semua yang kuminta?"
"sudah tuan muda. Ini berkas yang tuan muda inginkan. " memberikan sebuah map berwarna coklat kepada kevin.
Setelah itu kevin memberikan map itu kepada aelandra.
"kau baca dan tanda tangani ini." dengan tatapan yang dingin.
"apa ini? "
"apa kau tidak bisa membaca? " bentak kevin.
Parjanjian pernikahan.
Pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab
Pihak kedua tidak boleh meminta cerai pada pihak pertama.
Pihak ke dua di larang jatuh cinta dengan orang lain.
"apa apaan ini?" aelandra membanting map ke atas meja di depan kevin.
"kamu tinggal tanda tangan, aku hanya takut setelah kejadian ini kamu hamil, dan lahir tanpa seorang ayah!" kata kevin penuh penegasan yang membuat aelandra bungkam seketika.
Dalam hati dia membenarkan apa yang di katakan kevin karena mengingat saat ini adalah masa subur nya. Tapi dia juga tidak mau menikah dengan orang yang baru dia kenal terlebih lagi dia tidak tahu siapa kevin dan bagaimana keluarga kevin.
"sudah berapa kali kamu melakukan hal seperti ini dengan gadis gadis yang kamu tiduri?" aelandra menatap tajam ke arah kevin.
"belum ada, bahkan ini pertama bagiku. Aku pria baik baik. Bukan pria pria yang seperti yang ada di pikiran kamu. " ucap kevin kesal karena omongan aelandra seakan menyudutkan nya.
"mana ada pria baik, minum sampai mabuk dan meniduri perempuan yang nggak sadar." kata aelandra sinis.
"aku juga nggak sadar, kalau aku sadar aku nggak akan melakukan hal bodoh dengan meniduri gadis bodoh dan keras kepala sepertimu. " menunjuk tepat di depan hidung aelandra.
"siapa yang kamu bilang bodoh, aku bukan gadis bodoh." aelandra sedikit kesal dikatai gadis bodoh oleh kevin.
"jadi apa namanya kalau bukan bodoh, aku mau bertanggung jawab tapi kamu malah menolak. Apa kamu tahu selama ini nggak ada yang mau menolak seorang kevin axel thomada. " ucapnya bangga pada diri sendiri.
"udah tanda tangan aja, lagian aku juga nggak akan menyakiti kamu."
Aelandra terpaksa menanda tangani surat perjanjian pernikahan yang di buat kevin secara sepihak. Karena dia pun secara diam diam juga jatuh dalam pesona kevin.
Setelah menanda tangani surat perjanjian pernikahan nya dengan kevin, segera pernikahan itu di laksanakan. Dan sekarang mereka telah sah menjadi suami istri.
benar benar peenikahan yang diluar dugaan kevin, dia mengetahui nama istrinya tepat disaat mereka akan melakukan melangsungkan peenikahan.
Setelah semuanya selesai, ponsel kevin bergetar. Disana tertera nama maminya kevin.
Drrt drrt
Dengan cepat dia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"hallo mi. " ucapnya gugup karena takut ketahuan.
"kevin kamu di mana? Kenapa kamu belum pulang nak. Katanya kita mau pergi liburan hari ini. "
"iya mi, sebentar lagi aku pulang mi. Mami sama papi siap siap aja dulu. "
Lalu setelah itu kevin memetikan sambungan telpon nya dengan maminya. Di saat bersamaan saat kevin sedang menerima panggilan dari maminya aelandra juga menerima telpon dari pihak maskapai bahwa keberangkatan mereka sedikit di percepat.karena adanya seorang milyader yang ingin menyewa pesawat tersebut.
"ael, aku mau pulang dulu. Mungkin dalam beberapa hari kedepan aku tidak bisa menemui kamu kesini karena aku ada urusan. " memasang kan jaket nya yang dia letakan di atas ranjang.
"kebetulan kalau gitu aku juga bakalan sibuk seminggu ini bekerja." setelah mengatakan itu aelandra segera mengambil tas yang ada di ranjang di depan kevin. Tanpa sengaja aelandra menubruk bahu kevin sehingga membuat nya hilang keseimbangan, dan membuat mereka jatuh ke atas ranjang dengan posisi kevin menindih aelandra. Dan mata Merek saling menatap lama.
"kamu mau ngapain? " aelandra mendorong tubuh kevin hingga jatuh ke lantai, karena kevin semakin mendekatkan mukanya ke arah aelandra.
"kamu cewek bukan sech ael, kasar banget." sungut kevin sambil menahan sakit di bagian pinggulnya yang jatuh akibat didorong oleh aelandra.
"makanya jangan cari kesempatan dalam kesempitan. " setelah itu aelandra kembali mengambil tas nya yang jatuh ke lantai, dan berjalan keluar dari kamar diikuti oleh kevin dari belakang.
"biar aku antar kamu pulang." tawar kevin.
"tidak usah aku bisa sendiri. lagian aku juga bukan asli orang sini." katanya sambil berlalu masuk kedalam taxi tapi kevin malah ikutan masuk kedalam taxi itu.
Sepanjang perjalanan menuju hotel, mereka hanya diam. Bahkan aelandra memandang ke arah luar. Bahkan saat sampai pun aelandra hanya mengucapkan terima kasih setelah itu langsung masuk. Kemudian kevin pun berlalu meninggalkan hotel tersebut.