
Dipagi yang cerah dikamar Dena dia sedang mandi busa tapi tidak seperti biasanya kali ini dia memikirkan tentang kejadian kemarin. Dia masih sangat malu untuk bertemu dengan Jonathan.
" Huh gimana ni gue malu buat ketemu Jonathan," ucap dena.
Setelah itu dia segera membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi. Segera Dena ganti baju dan berdandan seperti biasanya. Setelah itu dia segera berangkat menuju kantor dan membawa kotak makan yang tadi dia sudah siapkan. Sesampainya di kantor Dena segera duduk manis dan memakan sarapannya.
" Huh gimana ni kalau gue ketemu Jojo ," gumam Dena pelan.
" Udahlah den tenang jangan gugup ," lanjut dena.
Setelah itu Dena mulai memakan sarapannya sembari menonton acara di komputernya.
Ditempat Jonathan dia sedang bersiap-siap dengan dibantu Roy yang memang sudah daritadi dia di rumah Jonathan.
" Hm Roy , perasaan Lo waktu tiba-tiba dicium sama seseorang gimana ?" Tanya Jonathan.
" Hah , Lo waras kan Nat ?" Tanya roy.
" Waras lah gue Lo pikir gua gila ," ucap nathan kesal.
" Lah kalau Lo waras kenapa tiba-tiba Lo kasih gue pertanyaan kayak gitu ?" Tanya Roy.
" gue cuman penasaran aja," ucap Jonathan sedikit gugup.
" Hayo Lo habis dicium siapa ?" Tanya Roy.
" Gue gak abis dicium siapapun ," Ucap jonathan dengan wajah memerah.
" Bener ni Lo gak habis dicium siapapun ," ledek roy.
" Iya," ucap jonathan.
" Apa Lo habis dicium sama Dena ?" Tanya Roy.
" Hah apa ?" Ucap Jonathan sedikit terkejut.
" Apa? Berarti dugaan gue bener kalau Lo habis dicium sama Dena ," ucap Roy bangga.
" Apaan sih Lo GK mutu ," ucap Jonathan.
" Berarti bener dong kalau Lo habis dicium Dena ," ucap roy.
" Gak lah masa dia cium gue kan gak mungkin ," sangkal Jonathan.
" Oh kalau begitu dugaan gue salah ," ucap Roy sedih.
" Udahlah ayo berangkat ," ajak Jonathan.
" Iya ," ucap Roy.
Setelah sampai di depan mobil segera Roy buka pintunya untuk Jonathan masuk. Setelah itu dia duduk di depan bersama dengan pak Joko.
" Hm Jo , Lo pernah dicium Dena gak ?" Tanya Roy.
" Iya ," ucap Jonathan tanpa sadar karena dia sedang memperhatikan laptop nya.
" Yeay , sekarang gue tau siapa yang cium Lo," ucap Roy bangga.
" Apa ? Siapa memangnya yang cium gue ?" Tanya jonathan.
" Ya dena lah masa gitu aja Lo gak tau ," ucap Roy .
" Hah apa ?" Sangkal Jonathan.
" Bagaimana Roy bisa tau ?" Pikir Jonathan.
" Tadi kan Lo habis bilang ke gue ," ucap Roy seakan tau apa yang dipikirkan oleh Jonathan.
" Hah kok Lo bisa tau pikiran gue ?" Tanya jonathan heran.
" Lah emang apa yang Lo pikirin ?" Tanya Roy.
" Gak papa," ucap jonathan.
" Ah gue tau Lo pasti kepikiran tentang Dena ya ," ucap Roy.
" Gak ," sangkal Jonathan.
" Alah gak usah bohong deh Lo ," ucap Roy.
Tidak terasa mereka saling berdebat sampai di depan pintu kantor.
" Em maaf den sudah sampai kantor ," ucap pak joko hati-hati.
" Eh iya pak makasih ya ," ucap Jonathan.
" Roy ayo turun bantuin gua ," lanjut jonathan.
" Hm oke ," ucap Roy seraya keluar dari mobil dan membantu Jonathan duduk dikursi rodanya.
Setelah itu mereka bedua segera masuk kedalam ruangan masing-masing.
ditempat dina, dia sedang berdandan di depan kaca dengan bersenandung ria.
" selesai juga waktunya berangkat ," ucap dina. setelah itu Dina segera berangkat menuju kantor.