
"banyak amat cemilan Ama minuman lu ," Ucap Roy.
" Roy sialan ," umpat dina dalam hati.
" Biarinlah ," ucap Dina santai seraya memunguti cemilan dan minumannya yang beserakan dilantai.
" Mau ngapain bawa sebanyak itu ?" Tanya Roy.
" Mau gua buang ," ucap Dina asal.
" Hah cemilan dan minuman sebanyak itu mau lu buang din ?" Tanya roy.
" Bodoh , ya gua makan lah ," ucap Dina.
" Oh gua kira mau lu buang ," ucap Roy lega.
" Udah awas gua mau ke meja kerja gua lagi ," usir dina.
" ngusir gua ?" Tanya Roy kesal.
" Iya , udah awas gua mau lewat ," ucap Dina santai seraya mendorong pelan Roy dengan lengannya.
" Dina sialan ," umpat Roy.
" Wlekk," ejek Dina seraya berjalan keluar dapur menuju ke mejanya.
Setelah sampai di mejanya , dina menaruh semua cemilan dan minuman yang dia bawa tadi.
" Untung aja cuma Roy ," gumam Dina lega.
Setelah itu dia menyalakan kembali komputernya dan menonton filmnya.
sedangkan di tempat Dena masih saja asik menonton film dikomputernya. sampai ponselnya berdering dia tidak menghiraukannya.
" udahlah biarin aja ," gumam Dena.
ponselnya tetap saja berdering bahkan sampai membuat Dena kesal , akhirnya dia memutuskan untuk mengangkat telpon dengan perasaan kesal.
" ngapain sih nelpon , ganggu orang aja ," ucap Dena kesal dengan si penelpon.
" keruangan saya sekarang !" perintah si penelpon.
" kok sekarang Roy jadi kyk Jojo nyebelin itu ," ucap Dena heran.
" apa kamu bilang Nana , saya Jonathan bos kamu , bukan Roy ," geram Jonathan ditelpon.
" gak mungkin pasti lu ngerjain gua kan Roy," ucap Dena.
" liat siapa yang menelepon mu !" suruh Jonathan. segera Dena melihat nama orang ditelponnya dan benar ternyata memang Jonathan yang sedang menelponnya.
" waduh bahaya nih ," ucap Dena dalam hati.
" gimana masih tidak percaya kalau saya Jonathan ?" tanya Jonathan.
" eh gak , ngapain sih nelpon gua segala ?" tanya dena gugup.
" keruangan gua sekarang !" perintah jonathan.
" ngapain ?" tanya Dena.
" keruangan saya saja dulu , sekarang !" perintah Jonathan.
" oke bentar , gua matikan ponselnya dulu , bye ," ucap Dena.
" iya ," ucap Jonathan.
setelah itu Dena segera membereskan kekacauan dimeja kerjanya dengan cepat ,dia membuang bekas bungkus makanan dan minumannya , dan mematikan filmnya.
setelah semua selesai Dena segera keruangan Jonathan. " tokk...tok...," bunyi ketukan pintu ruangan Jonathan.
" masuk !" perintah Jonatan.
segera Dena membuka pintu dan masuk keruangan Jonathan.
" duduk !" perintah jonathan.
segera Dena duduk dikursi depan meja kerja Jonathan.
" ada apa ?" tanya Dena.
" oke , mana berkasnya ?" tanya Dena.
" ini , baca dengan teliti jangan ada kesalahan !" perintah Jonathan.
" oke ," ucap Dena seraya mengambil berkas dari Jonathan.
segera Dena membaca dengan serius berkas yang diberikan Jonathan untuknya.
beberapa menit kemudian Dena sudah selesai membaca dan memahami isi berkas tersebut.
" Jo , saran gua mending lu terima aja kerjasama ini , karena ini bisa menguntungkan perusahaan kita. " ucap Dena .
" oke kalau itu saran lu , kita terima aja kerjasama perusahaan ini ," ucap Jonathan.
" eh tapi kita juga harus minta pendapat Roy , jo ," ucap Dena.
" oke , sekarang panggil Roy kesini ," perintah Jonathan.
" hah gua apa ?" tanya Dena.
" panggil Roy Nana ," ucap Jonathan gemas.
" gak mau , panggil lewat telpon aja ,"tolak Dena.
" oke sana telpon roy ," suruh Jonathan.
" gak mau," tolak Dena.
" cepet telpon roy Nana , keburu waktu habis ," ucap Jonathan.
" hah waktu habis ?" tanya Dena heran.
" iya , sana cepet telpon kalau gak panggil dia keruangan gua sekarang ," perintah Jonathan.
" gak mau semua Jo , capek lu aja sana ," ucap Dena.
" oh capek , em kayaknya bulan depan gak usah ngeluarin uang ," ucap Jonathan.
" huh iya gua panggil Roy ," ucap Dena pasrah.
" nah gitu ," ucap Jonathan.
" Jonathan sialan ," umpat Dena didalam hati.
segera Dena beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan jonathan.
" huh panas banget , jantung rasanya mau copot Deket lu na," ucap Jonathan pelan seraya memegang dadanya sendiri.
tidak berselang lama Dena kembali lagi bersama Roy dibelakangnya. mereka berdua masuk keruangan Jonathan.
" duduk !" perintah jonathan.
" gak usah lu suruh duduk gua bakal duduk sendiri Nat ," ucap Roy santai seraya duduk dikursi.
" iya ," ucap Jonathan.
" Jo kasih berkasnya ke Roy ," suruh Dena.
" bukannya itu ada di lu den ," ucap Jonathan heran.
" oh ya gua lupa hehe ," ucap Dena dengan cengiran khasnya.
" nih baca yang teliti dan jangan ada kesalahan saat membaca ," ucap Dena.
" bentar disini yang bos siapa ?" tanya Roy.
" dia," ucap Dena seraya menunjuk kearah Jonathan.
" tapi yang nyuruh gue kenapa lu ," ucap Roy.
" oh ya , yaudah Jo jelasin ke Roy ," ucap Dena.
" gak usah biar dia baca sendiri aja ," ucap Jonathan.
" oh oke , dengar Roy cepet baca ," ucap Dena.
"iya," ucap Roy.