My First and Last Love

My First and Last Love
chapter 06



"ya nggak lah pi, lagian kevin sudah punya gledys. " selvi malah sewot sendiri mendengar perkataan suaminya.


"ya nggak apa apa dong mi, kevin juga masih muda perjalanan hidupnya juga masih panjang. Jadi dia berhak memilih pendamping yang sesuai keinginan dia. "


"pokok nya mami maunya yang jadi menantu mami itu gledyssa, bukan gadis tadi atau gadis mana pun. " selvi yang kesal dengan suaminya memilih membuang muka kesamping.


"ya sudah, kalau itu maunya mami. Kalau papi terserah kevin saja. Mami nggak pernah larang kevin mau berpacaran dan menikah dengan siapapun. Asal perempuan itu baik dan sayang kevin, papi pasti restui dia dengan pilhan nya. "


Melihat pasutri yang sudah berusi setengah baya itu berantem kevin jadi kikuk sendiri. Karena sudah makanan nya sehari hari melihat kedua orang tuanya selalu bertengkar karena hal hal kecil seperti itu, tapi walaupun begitu tetap tidak mengurangi rasa sayang di antara keduanya.


Kevin sudah mulai merasa bosan dengan perjalan nya yang jauh, dia mencoba memejamkan matanya. Tapi tetap saja pikiran nya teringat akan aelandra.


"kenapa aku bisa nggak tahu kalau dia seorang pramugari, tapi memang semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat." gumamnya dalam hati.


Yang ada dalam pikiran nya sekarang adalah status dirinya yang sudah menjadi suami dari gadis yang dia tiduri dalam keadaan mabuk dan tanpa sadar. Dan semua itu gara gara zian. Ketika mengingat nama zian kemana anak itu, karena dari dia pulang, kevin belum sempat memaki makinya. Gara gara kelakuan zian, kevin jadi harus menikahi gadis yang tidak dia kenal dengan baik. Memang gadis itu tidak memintanya untuk menikahi nya, tapi kevin tahu kesalahan yang dia lakukan terhadap gadis itu benar benar fatal.


Akhirnya pesawat yang membawa kevin dan keluarga nya berlibur sampai juga di jepang.


"kevin kamu pulang duluan aja kerumah. Papi ada perlu sebentar sama mami kamu. Tenang aja papi janji ini tidak akan mengganggu liburan kita. "


"baiklah" kevin mengendarai mobil yang sudah di bawa oleh supir papinya. Tapi dia tidak langsung pulang tapi malah membelokan mobilnya kedepan cafe yang tak jauh dari bandara itu.


Setelah semua penumpang turun, aelandra dan michel keluar.


"setelah ini kita mau kemana kak? " tanya aelandra. Karena jam terbang nya hanya besok siang. Jadi dia punya waktu untuk berjalan jalan untuk menikmati indah ny kota jepang.


Inilah yang disukai oleh aelandra bekerja sebagai pramugari, dia akan bisa jalan jalan ke barbagai tempat yang ia sukai.


"kita cari tempat menginap aja dulu. Besok baru kita jalan jalan sebentar sambil menunggu rute penerbangan kita." ucap michel.


Setelah semua urusan pekerjaan selasai, michel dan aelandra melangkah kan kaki keluar bandara untuk menikmati indah nya suasana di kota jepang.


"ael kita mau kemana dulu? " tanya michel sambil menarik koper nya, di ikuti oleh aelandra dari belakang.


"terserah kakak aja, tapi bisa nggak kak kita makan dulu. Aku udah lapar banget kak."


"gimana kalau kita makan disana aja, disana itu makanan nya enak sekali." menunju restoran cepat saji yang ada di dekat bandara tersebut.


Dari kejauhan kevin melihat aelandra dan michel sedang menuju tempatnya.


"ternyata tanpa capek capek aku mencarinya, dia sudah datang kesini dengan sendirinya. "


Sesampainya di restoran tersebut michel langsung memesan makanan nya. Sedangkan aelandra menunggu di sebuah meja.


"kak, kakak tahu nggak aku tu seneang banget bisa bekerja sebagai pramugari. Apalagi bisa pindah pindah dari negara satu ke negara lain nya. " ucapnya sambil memegang tangan michel, sesaat setelah michel kembali dari memesan makanan.


"aku tahu kamu itu pintar, dan berbakat. Lagian kita juga punya hobby yang sama bukan hobby travelling. " michel juga meletakan tangan nya di atas tangan aelandra sambil memberi semangat.


Aelandra sangat terlihat bahagia, terlebih lagi dia memang suka melakukan travelling ke berbagai tempat sebelum nya. Dan hari pertama kerja dia malah mendapat rute penerbangan ke berbagai negara di asia. Tentulah hal ini menjadi suatu kebanggaan bagi aelandra.


Sedang asyik nya menikmati makanan nya, tiba tiba kevin menghampiri aelandra. Tentulah hal itu membuat nya sangat terkejut.


"kamu, ngapain disini. " menatap tajam ke arah kevin, lalu michel pun menoleh ke arah kevin dan menyapanya.


"hai tuan kevin, sedang apa anda kemari? Kebetulan sekali kalau begitu duduk lah. " menyeret kursi yang ada di samping aelandra keluar lalu menyuruh nya duduk.


"ael, kenapa kamu bicara seperti itu kepadanya, apa kau tidak tahu kalau keluarga nya adalah pelanggan tetap maskapai tempat kita bekerja. "


"oh maaf aku tidak tahu, kalau begitu silahkan duduk tuan. " aelandra pun berdiri kemudian menyuruh kevin duduk tapi aelandra sama sekali tidak berani melihat ke arah kevin.


"terima kasih." kevin mendudukan pantat nya di kursi.


"nona.." melihat ke arah michel.


"michel tuan, anda bisa memanggil saya michel. " saut michel memperkenalkan namanya.


"oh, ok michel. Bisakah kamu meninggalkan aku berdua dengan nona aelandra." lalu dia mengeluarkan dompet nya dan memberikan sebuah kartu.


"pergilah kemana kau mau, dan kau bisa membayar semua yang kau mau dengan ini." lalu kevin memberikan kartu itu ke michel. Dan michel dengan senang hati mengambil nya.


"ael, kalau begitu kau temani tuan muda ini dulu. Aku mau bersenang senang dulu. " michel dengan gemas mencubit kedua pipi aelandra. Lalu mengambil tas nya.


"tapi kak." aelandra menahan tangan michel.


"aduuh, ael. Nikmatilah waktu mu bersama tuan muda ini. Karena nggak semua wanita di dunia ini seberuntung kamu. Kau harus tahu, jika tuan muda yang adadi depan mu ini adalah seorang milyader." bisik michel ke telinga aelandra. Kemudian berlalu meninggalkan kevin dan aelandra.


Setelah michel menjauh dan meninggalkan mereka, aelandra masih diam dan bahkan memalingkan mukanya dari kevin.


"hey, kenapa kau malah melihat keluar. Aku disini. Apa pandangan diluar sana jauh lebih indah dari pada aku yang ada di depan kamu."


"apa mau mu? Kenapa kau mengikutiku kesini? " ucap aelandra dingin.


"haha kau ini sungguh lucu sekali. Aku sama sekali tidak mengikutimu. Lagian kalau pun aku mengikuti mu itu hal wajar bukan karena kau adalah istriku. Apa kau lupa kita telah menikah tadi pagi. "


Blush..


Ucapan kevin membuat muka aelandra memerah seketika. Karena mengingat statusnya adalah istri orang yang ada di hadapan nya saat ini.


"istri, pernikahan macam apa kita ini. Kita menikah tanpa cinta. Bahkan kita sama sekali tidak mengenal satu sama lain nya. "


"meskipun kita menikah tanpa cinta, tapi aku pastikan setelah ini kau akan mencintai ku. "