
Sedangkan ditempat Dina , Dena masih saja asik dengan acaranya yang membuat dina kesal.
" Den Lo tidur di sofa !" Perintah Dina.
" Lah jahat banget sih Lo jadi temen ," ucap Dena melas.
" Ranjang gue gak muat kalau buat berdua ," ucap Dina.
" Alasan aja Lo Din ," ucap dena.
" Emang bener sana liat sendiri kalau gak percaya ," ucap dina.
" Mana ?" Tanya Dena seraya berjalan menuju kamar Dina untuk melihat ukuran ranjang dina.
" Mana besar tuh ," ucap Dena seraya menunjuk ranjangnya.
" Emang besar tapi gak muat kalau buat berdua ," ucap dina.
" Alasan lagi Lo Din , udahlah gue mau tidur ," ucap Dena seraya berjalan ke arah ranjang.
" Eh wait Lo mau apa ?" Tanya Dina mencegah Dena untuk tidur diranjangnya.
" Ya tidur lah ," ucap Dena.
" Bersihkan badan Lo dulu dan yang diruang tv gue !" Perintah Dina.
" Nanti aja ," tolak Dena.
" Sekarang adena ," perintah Dina.
" Oke ," ucap Dena seraya berjalan keluar kamar Dina.
" Hm gue kerjain Lo Dena ," gumam dina seraya berjalan menuju pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam supaya Dena tidak masuk kedalam kamarnya.
Setelah selesai membersihkan ruang tv , Dena segera berjalan menuju kamar dina. Setelah itu dia membuka pintunnya , tapi dia heran kenapa tidak bisa dibuka.
" Dina bukain pintunya ," teriak Dena diluar.
Merasa tidak dijawab ataupun didengarkan oleh Dina , Dena menggedor pintunya dengan keras.
" Dina sialan buka pintunya ," umpat dena.
" Berisik ," teriak Dina didalam kamar.
" Woy Dina buka pintunya ," teriak Dena kesal.
" Berisik tidur di sofa sana ," teriak Dina.
" Gak mau ," tolak Dena.
" Yaudah tidur didepan pintu kamar gue aja ,kalau Lo gak mau tidur di sofa ," perintah Dina.
" Ayolah Dina bukain pintunya , gue janji deh besok gue traktir Lo ," bujuk Dena.
" Iya Dina ," ucap dena.
" Bener gak nih ?" Tanya Dina memastikan.
" Iya Dina ," ucap Dena.
" Oke gue bukain pintunya tapi janji kalau besok Lo traktir gue ," ucap Dina.
" Iya janji gue ," ucap dena.
Setelah itu Dina membuka kunci pintu kamarnya dan segera Dena masuk kedalam.
" Lama amat sih Lo buka pintunya ," ucap Dena kesal.
" Biarin ," ucap dina.
setelah itu mereka berdua segera tidur supaya besok mereka tidak terlambat untuk bekerja.
Dipagi hari yang cerah ada dua pasang manusia yang sama gendernya masih bergulung diatas ranjang. sampai suara alarm dari handphone Dena menyala dan membangunkan pemiliknya.
" huh alarm sialan ," umpat Dena seraya duduk diatas ranjang.
" jam berapa sih ," gumam Dena seraya melihat jam di handphonenya.
" oh my God ," pekik Dena seraya turun dari atas ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi , tanpa mempedulikan Dina yang masih tidur. Beberapa menit kemudian dena sudah selesai dengan mandinya , dia mengambil pakaian kerja Dina dan berdandan ala kadarnya. setelah dia rapi didalam pikiran Dena ada sesuatu yang mengganjal , tapi dia tidak memikirkannya karena dia sudah terburu-buru untuk berangkat ke kantor. saat dia berbalik dia baru mengingat kalau dina masih tidur.
" Dina ," teriak Dena tepat ditelinga dina.
" dina ," teriak Dena sekali lagi.
" hoam apa sih den berisik tau ," ucap Dina kesal.
" bangun mandi sana ," perintah Dena.
" nanti dulu masih pagi nih ," tolak dina.
" bangun dina liat jam sana ," perintah Dena.
" iya ," ucap dina seraya melihat jam di handphonenya.
" oh my God , kenapa Lo gak bilang sih kalau udah jam segini ," ucap Dina kesal seraya bangun dari ranjangnya.
" lah gue kan udah bangunin Lo daritadi tapi Lo nolak sih jadi bukan salah gue ," ucap Dena seraya berjalan keluar kamar tapi dia berbalik lagi.
" oh ya Din gue pinjam pakaian kerja Lo dulu, dan gue berangkat dulu , bye Dina ," ucap Dena didepan pintu kamar mandi.
" terserah lo ," teriak Dina didalam kamar mandi.
" oke ," ucap Dena seraya berjalan keluar kamar dan berangkat kekantor.
sedangkan Dina masih mandi dan bersiap-siap menuju kantor. dirasa sudah rapi segera dina berangkat kekantor.