
Saat Dena sedang sarapan tidak sengaja dia melihat jonathan dan Roy lewat. Segera Dena menundukkan kepalanya.
" Hai den ," sapa Roy .
" Ah hai juga Roy ," ucap dena.
" Gue gak disapa ni den ?" Tanya jonathan.
" Eh iya hai Jo ," sapa Dena dengan menundukkan kepalanya.
" Lo kenapa sih den kok nunduk ?" Tanya Roy.
" Eh gue gak papa kok cuman pingin aja ," ucap Dena.
" Gue tau nana Lo pasti masih malu kan sama kejadian kemarin ," gumam Nathan dalam hati.
" Ah masa kok gue gak percaya ," goda Roy.
" I.. iya," ucap Dena gugup dengan wajah memerah.
" Kok Lo gugup den ?" Tanya roy.
" Gak siapa bilang ," ucap Dena.
" Gue kok...," Ucap Roy terpotong.
" Udahlah Roy jangan digoda," ucap Jonathan.
" Tunggu kok Lo bela , hayoo ada apa dengan kalian berdua ," goda Roy seraya menyenggol tangan dena.
" Eh gak ada ," ucap Dena gugup dengan wajah memerah malu
" Masa," goda Roy.
" Iya ," ucap Dena menyakinkan.
Tiba-tiba Dina datang tanpa diundang dan segera dia nimbrung pembicaraan mereka.
"Wah ada apa ini ?" Tanya dina.
" Itu Lo din ada yang malu-malu kucing ," ucap Roy.
" Siapa ?" Tanya dina.
" Siapa lagi kalau bukan temen lo ," ucap Roy.
" Temen gue yang mana nih yang laki atau yang cewek ?" Tanya Dina.
" Ya mesti yang cewek lah ," ucap Roy.
" Apaan sih Roy ," ucap Dena kesal seraya menendang kaki Roy.
" Lo lucu kalau begitu den , gue seneng liat Lo tertawa bahagia gitu. " Gumam Jonathan dalam hati.
" Woy Nat awas nanti ada setan lewat ," goda Dina.
" Ah apa , gak lah mana mungkin ," ucap Jonathan.
" Haha...," Ketawa roy.
" Roy anterin gue keruangan ," perintah jonathan.
" Yah Nat , Roy kok kalian pergi sih kan gue baru aja nimbrung ," ucap Dina kesal.
" Sana kerja ," perintah Jonathan.
" Gak ah gue mau cerita dulu sama Dena," ucap Dina.
" Oh Lo mau gak gajian selama sebulan ," ucap Jonathan.
" Eh Nat kok Lo ngancem sih ," ucap Dina kesal.
" Oh oke Lo gak gue kasih gaji sebulan , bye ," ucap Jonathan.
" Eh Nat gak bisa gitu dong , oke gue balik kerja sekarang ," ucap dina kesal seraya berjalan balik ke ruangannya.
Setelah itu mereka semua pergi meninggalkan dena dan menuju ruangan masing-masing. " Huft ," helaan nafas Dena.
" Untung saja mereka cepat pergi kalau gak nasib ku tadi bagaimana," ucap Dena pelan. Setelah itu Dena kembali bekerja.
Tring...tring...suara alarm dena. Segera Dena buka dan ternyata sudah jam 10.00 waktunya dia ke panti asuhan. Segera dia membereskan semua pekerjaannya, dan menghampiri Nathan yang ada diruangannya.
Tok...tok... " masuk ," perintah Jonathan.
segera Dena masuk dan duduk di depan Jonathan.
" em Jo ayo katanya kita mau ke panti ," ajak dena.
" iya sebentar , gue selesain berkas yang ini dulu," ucap Jonathan.
" oke tapi jangan lama-lama ," ucap Dena.
" iya ," ucap Jonathan.
setelah itu segera Jonathan mengerjakan berkasnya secepatnya. 15 menit kemudian Jonathan sudah selesai dengan pekerjaannya.
" den ," panggil Jonathan.
"iya, kenapa?" tanya dena.
" em bisa gak Lo bantuin masukin berkas ini ke lemari itu ," minta Jonathan seraya menunjuk lemari dibelakang nya.
" oh oke , mana berkasnya ?" tanya Dena.
" ini ," ucap Jonathan seraya memberikan berkasnya kepada Dena.
segera dena mengembalikan berkas ini ke lemari Jonathan. Dan setelah dena selesai mengembalikan berkasnya ,tiba-tiba tangannya ditarik oleh Jonathan dan tubuhnya ambruk di atas pangkuan Jonathan.
" eh Jo ngapain sih Lo ," ucap Dena kesal.
" begini aja sebentar den ," minta Jonathan seraya mengeratkan pelukannya.
" kok Lo tiba-tiba aneh gini sih Jo , salah minum obat Lo ?" tanya Dena heran.
" enak aja, gue masih waras ," ucap Jonathan.
" Jo lepas kapan kita ke panti ini udah mau jam 11 ," ucap Dena.
" oke sekarang kita kesana ," ucap Jonathan seraya melepaskan pelukannya.
setelah itu mereka keluar dari ruangan jonathan dan segera menuju ke panti.