My First and Last Love

My First and Last Love
EPS



Setelah itu Dena sampai didepan rumahnya , segera dia turun dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pak Joko yang sudah mengantarkannya pulang. Segera dia masuk kedalam rumahnya , dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia duduk didepan televisi, dan menonton fimnya yang tadi sempat terputus. Tapi difilm itu ada adegan berciuman , dia jadi mengingat kejadian tadi.


" Kenapa tadi Jonathan menciumku ?" Tanya Dena pada dirinya sendiri seraya memegang bibirnya. Dibenaknya masih saja bertanya-tanya tentang kejadian tadi. Drt...drt....bunyi getaran ponselnya.


" Hallo, kenapa din ?" Tanya Dena.


" Den, ke rumah gue sekarang ," ucap Dina.


" Kenapa ?" Tanya Dena heran.


" Kesini dulu nanti gue ceritain ," minta Dina.


" Hm , gue kesana sekarang ," ucap Dena.


Setelah itu Dena segera berganti pakaian dan menuju ke rumah Dina mengunakan taksi.


" Kenapa Dina suruh gue kerumahnya ?" Tanya Dena pada dirinya.


" Hm , udahlah nanti Dina juga akan cerita ," gumam Dena.


Setelah itu Dena sampai didepan rumah Dina segera dia turun dari taksi dan membayarnya. Dia masuk kerumah Dina , dan banyak sekali sampah bungkus makanan dilantai. Dena bingung kenapa dengan sahabatnya ini.


" Dina ," teriak Dena.


" Iya ," jawab Dina seraya berjalan menuju Dena.


" Kenapa rumah Lo kayak gini ,banyak banget sampah bungkus makanan ," ucap Dena seraya mengangkat salah satu bungkus makanan.


" Itu tadi gue habis nonton ," ucap Dina dengan cengiran khasnya.


" Huh , jadi kenapa Lo manggil gue kesini ?" Tanya dena.


" Itu bantuin gue bersih-bersih ya ," minta Dina.


" Apa! Tadi Jojo sekarang Lo ,gue gak mau bantuin Lo ," tolak Dena.


" Ayolah den ," minta Dina dengan memberikan puppy eyes nya.


" Gak mau !" Tolak Dena.


" Masa sama sahabat sendiri kau tak mau ," ucap Dina melas.


" Gak mau !" Tolak Dena.


" Huwaaaa," tangis Dina kencang seraya duduk dan menghentak-hentakan kakinya dilantai seperti anak kecil yang merajuk.


" Eh bangun Din ," ucap Dena seraya berusaha membantu Dina untuk berdiri.


" Huwaaa," tangis Dina semakin kencang sampai bisa terdengar dari luar , dan tangan Dena yang berusaha membantunya berdiri ditepis olehnya.


" Oke ," ucap Dina senang seraya berdiri dan membersihkan bajunya.


" Hah ," kaget Dena.


" Ayo ," ajak Dina seraya menarik tangan Dena.


" Ah iya ," ucap Dena yang masih sedikit terkejut.


Setelah itu mereka berdua membersihkan rumah Dina. Jam menunjukkan pukul 4 sore dan mereka baru saja selesai membersihkan rumah Dina , setelah itu mereka duduk di sofa.


" Huft banyak banget sih sampah Lo Din ," ucap Dena.


" Hehe maaf ," ucap dina dengan senyum manisnya.


" Mana minumnya ?" Tanya Dena.


" Ambil sendiri di kulkas ," ucap Dina.


" Lah gue kan tamu jadi buatin minum ," perintah Dena.


" Gue capek den ," tolak dina.


" Gue juga Din ," ucap Dena.


" Ayolah den ambil sendiri ," minta Dina.


"Oh Lo gak mau ambilkan , yaudah besok-besok kalau Lo butuh jangan panggil gue," ucap dena.


" Huft iya gue ambilkan ," ucap Dina pasrah.


setelah itu Dina mengambilkan 2 minuman untuk Dena dan dirinya sendiri. setelah itu Dina kembali keruang tv nya. setelah itu dia duduk kembali di samping dena.


" Oh my God ," teriak Dina.


" Apaan sih Din ?" Tanya Dena seraya mengusap telinganya.


Setelah itu dina segera menyalakan tv nya dan menonton acaranya yang dia lupakan.


" Huft Untung saja tidak terlambat ," ucap Dina seraya duduk kembali.


" Apa sih Din ?" Tanya Dena heran.


" Tunggu aja nanti Lo tau ," ucap Dina.


" Oke ," ucap Dena seraya menunggu acara tvnya.