
Setelah itu Dena sampai didepan rumahnya , segera dia turun dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pak Joko yang sudah mengantarkannya pulang. Segera dia masuk kedalam rumahnya , dan membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia duduk didepan televisi, dan menonton fimnya yang tadi sempat terputus. Tapi difilm itu ada adegan berciuman , dia jadi mengingat kejadian tadi.
" Kenapa tadi Jonathan menciumku ?" Tanya Dena pada dirinya sendiri seraya memegang bibirnya. Dibenaknya masih saja bertanya-tanya tentang kejadian tadi. Drt...drt....bunyi getaran ponselnya.
" Hallo, kenapa din ?" Tanya Dena.
" Den, ke rumah gue sekarang ," ucap Dina.
" Kenapa ?" Tanya Dena heran.
" Kesini dulu nanti gue ceritain ," minta Dina.
" Hm , gue kesana sekarang ," ucap Dena.
Setelah itu Dena segera berganti pakaian dan menuju ke rumah Dina mengunakan taksi.
" Kenapa Dina suruh gue kerumahnya ?" Tanya Dena pada dirinya.
" Hm , udahlah nanti Dina juga akan cerita ," gumam Dena.
Setelah itu Dena sampai didepan rumah Dina segera dia turun dari taksi dan membayarnya. Dia masuk kerumah Dina , dan banyak sekali sampah bungkus makanan dilantai. Dena bingung kenapa dengan sahabatnya ini.
" Dina ," teriak Dena.
" Iya ," jawab Dina seraya berjalan menuju Dena.
" Kenapa rumah Lo kayak gini ,banyak banget sampah bungkus makanan ," ucap Dena seraya mengangkat salah satu bungkus makanan.
" Itu tadi gue habis nonton ," ucap Dina dengan cengiran khasnya.
" Huh , jadi kenapa Lo manggil gue kesini ?" Tanya dena.
" Itu bantuin gue bersih-bersih ya ," minta Dina.
" Apa! Tadi Jojo sekarang Lo ,gue gak mau bantuin Lo ," tolak Dena.
" Ayolah den ," minta Dina dengan memberikan puppy eyes nya.
" Gak mau !" Tolak Dena.
" Masa sama sahabat sendiri kau tak mau ," ucap Dina melas.
" Gak mau !" Tolak Dena.
" Huwaaaa," tangis Dina kencang seraya duduk dan menghentak-hentakan kakinya dilantai seperti anak kecil yang merajuk.
" Eh bangun Din ," ucap Dena seraya berusaha membantu Dina untuk berdiri.
" Huwaaa," tangis Dina semakin kencang sampai bisa terdengar dari luar , dan tangan Dena yang berusaha membantunya berdiri ditepis olehnya.
" Oke ," ucap Dina senang seraya berdiri dan membersihkan bajunya.
" Hah ," kaget Dena.
" Ayo ," ajak Dina seraya menarik tangan Dena.
" Ah iya ," ucap Dena yang masih sedikit terkejut.
Setelah itu mereka berdua membersihkan rumah Dina. Jam menunjukkan pukul 4 sore dan mereka baru saja selesai membersihkan rumah Dina , setelah itu mereka duduk di sofa.
" Huft banyak banget sih sampah Lo Din ," ucap Dena.
" Hehe maaf ," ucap dina dengan senyum manisnya.
" Mana minumnya ?" Tanya Dena.
" Ambil sendiri di kulkas ," ucap Dina.
" Lah gue kan tamu jadi buatin minum ," perintah Dena.
" Gue capek den ," tolak dina.
" Gue juga Din ," ucap Dena.
" Ayolah den ambil sendiri ," minta Dina.
"Oh Lo gak mau ambilkan , yaudah besok-besok kalau Lo butuh jangan panggil gue," ucap dena.
" Huft iya gue ambilkan ," ucap Dina pasrah.
setelah itu Dina mengambilkan 2 minuman untuk Dena dan dirinya sendiri. setelah itu Dina kembali keruang tv nya. setelah itu dia duduk kembali di samping dena.
" Oh my God ," teriak Dina.
" Apaan sih Din ?" Tanya Dena seraya mengusap telinganya.
Setelah itu dina segera menyalakan tv nya dan menonton acaranya yang dia lupakan.
" Huft Untung saja tidak terlambat ," ucap Dina seraya duduk kembali.
" Apa sih Din ?" Tanya Dena heran.
" Tunggu aja nanti Lo tau ," ucap Dina.
" Oke ," ucap Dena seraya menunggu acara tvnya.