
"selamat ya sayang, akhirnya hari yang kamu tunggu tunggu datang juga." kata seorang perempuan paruh baya, yang tak lain adalah ibu kandungnya kevin, sambil merangkul kevin kedalam pelukan nya. Dia adalah selvi maminya kevin.
"makasih mi. " kata kevin sambil membalas pelukan maminya.
"selamat sayang, kamu hebat." kata seorang gadis yang tiba tiba muncul dari belakang. lalu tanpa ragu gadis itu mencium pipi kanan kevin. ya dia adalah gledys, gadis yang telah dia pacari sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
"jadi cuma pipi kanan ku aja nech yang di cium. Pipi kirinya nggak? " goda kevin sambil berbesik ke telinga gledyssa.
"hmm.. Ok" tanpa ragu dia kembali mencium pipi sebelah kiri kevin.
"hey.. Kalian jangan jadikan mami sebagai pengontrak dong disini." dengan gemas selvi menarik telinga kevin sambil tertawa.
"iya iya ampun mami, kan sekalian kesempatan mi." mengelus kuping yang di tarik oleh maminya sambil ikut tersenyum.
sedangkan maminya malah tersenyum penuh arti melihat tingkah anak semata wayangnya.
"maaf ya mi, habisnya kevin senang banget mi godain aku. " rengek gledys kepada ibu dari pacarnya itu.
"ish kalian, makanya buruan nikah. Bikinin mami cucu. Apalagi sekarang kevin juga sudah selesai kuliah nya kan. Tuggu apalagi. Emang kamu mau jadi perjaka tua. " ejek maminya sambil tertawa penuh arti.
"ya ampun mi, umur juga baru dua puluh empat tahun, udah disutuh nikah bikin cucu lagi. emang mami pikir nikah itu gampang?" kata kevin penuh penekanan, karena selama ini dia memang selalu menolak mrmbahas Jik tentang pernikahan, karena bagi kevin pernikahan hanya sekali seumur hidup, dan itu harus dengan orang yang tepat.
mendengar pernyataan kevin, gledys sedikit menyunggingkan senyumnya. srlama ini dia tahu kalau kevin sama sekali tidak pernah suka jika membicarakan tentang hal pernikahan. tapi bagi Gledys asal bisa dekat dengan ibunya kevin cepat atau lambat laki laki itu pasti akan menikahinya.
Setelah acara wisudanya selesai, kevin langsung pulang kerumah nya, tapi sebelum itu dia mengantar gledys pulang kerumah nya terlebih dahulu.
setelah menempuh jalanan macet jakarta, akhirnya kevin bisa memasuki kawasan mansion miliki keluarganya, setelah memarkirkan mobilnya di drpan pintu masuk kedalam mansionnya, kevin segera masuk dan melewati beberapa ruang untuk menuju kamarnya. ketika melewati ruang keluarga, kevin menghentikan langkahnya, karena deheman seorang laki laki yang sangat dia sayangi.
"hey son, apa setelah lulus kau tidak mau merayakan nya dengan kami." kata pemilik suara bariton itu, sambil kedua tangan nya dimasukan kedalam kantong celananya.
"papi, kapan papi pulang. Kata mami papi baru pulang besok dari jepang nya. " kevin segera berjalan menghampiri pemilik suara baroton itu.
"ini kejutan, sebenarnya tadi papi mau ikut acara wisuda kamu. Tapi sepertinya sudah terlambat makanya papi langsung pulang dan menunggu kamu dan mami dirumah. " membalas rangkulan putra kesayangan nya.
"tapi papi puas son, kamu lulus dengan nilai yang buat papi bangga. " sambil tangan nya menepuk bahu kevin.
"makasih pi, papi emang papi the best nya aku. " kevin tertawa sambil membanggakan hasil pencapaian nya dalam berkuliah.
"sebagai hadiah dari papi kamu boleh pilih liburan mau kemana aja. Mau hari ini, nanti malam atau pun besok pagi. Kamu boleh pergi kapan aja son. " duduk sambil menyilangkan kakinya di atas sofa.
"kalau untuk sekarang jangan dech pi, gimana kalau besok sore aja kita berangkat nya. Nanti malam aku mengadakan party dulu sama teman teman aku pi, kebetulan zian juga lagi ada di jakarta pi." kevin terlihat antusias ingin meryakan kelulusan nya bersama beberapa teman teman nya.
"ok kalau mau nya kamu son. Kalau untuk acara anak muda papi nggak mau ganggu son. bersenang senanglah bersama temanmu. Besok kita akan berangkat liburan." kata sang papi sambil meletakan sebuah kartu tanpa limit diatas meja.
kevin yang mengerti maksud papinya langsung mengambil kartu itu, lalu mengembalikan lagi ke papinya.
"terima kasih pi, tapi aku benar benar tidak membutuhkan itu. karena apa yang telah papi berikan juga sudah lebih dari cukup untuk ku."
Lalu setelah itu kevin langsung naik ke kamar nya, tanpa melepaskan sepatu yang ada di kakinya dia langsung naik ke atas ranjang king size nya dan beberapa saat kemudian sudah terdengar dengkuran halus pertanda sang empunya sudah tidur dan sudah ada di alam mimpinya.
Tepat pukul lima sore kevin terbangun karena ada yang menggoyangkan badannya untuk membangunkannya.
"aduuh mami..sakit tahu mi. Lama lama bisa copot telingaku aku dari kepala." serunya kesal sambil turun dari ranjangnya. Kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
"habis nya kamu mami bangunin dari tadi nggak bangun bangun, ya terpaksa mami jewer telinga kamu. " kemudian wanita paruh baya berjalan keluar dari kamar kevin.
Malam nya kevin sudah siap dengan style santainya. Dia memakai jaket warna coklat dan kaos warna brown untuk di dalam celana jeans hitam, sneaker putih tak lupa dengan jam tangannya yang mahal melingkar sempurna di tangan nya.
Setelah selesai dengan style nya dia meraih kunci mobilnya diatas nakas dan berjalan keluar dari kamarnya. Di depan kamar dia berpapasan dengan papinya yang mau kebawah juga.
"hay son, udah mau berangkat? "
"ehh.. iya pi. Hari ini aku mau senang senang dulu sama teman aku besok kan jadwalnya aku senang senang sama mami juga papi." sambil mensejajarkan langkah nya dengan langkah papinya.
"oh ya pi. Nanti kasih tahu mami kalau aku nggak pulang mungkin aku akan menghabiskan malam bersama dengan teman temanku, setelah itu aku langsung ke apartement ku aja pi." katanya memberitahu.
"baiklah nanti papi sampai kan sama mami kamu. tapi ingat son, jangan main main sama wanita malam, apalagi sampai tidur dengan mereka." kata papinya mengingatkan.
Begitulah papinya kevin, dia akan memberikan kebebasan terhadap anaknya dalam melakukan hal apapun asal apa yang di perbuat bisa dipertanggung jawabkan oleh kevin. Tapi selama ini kevin memang tidak pernah melakukan hal yang memalukan terhadap nama baik keluarganya.
Sebelum pergi ke tempat party, dia terlebih dahulu menjemput gledys sang kekasihnya yang sudah hampir enam tahun bersamanya.
Kevin memang termasuk salah satu pria yang setia dengan pasangannya. Buktinya dia sanggup melewati berbagai rintangan apapun dengan sang kekasih.
Saat sampai dirumah sang kekasih terlihat gledys sudah rapi dengan gayanya yang simpel tapi terlihat natural.
Melihat gledys yang sudah ada di depan rumahnya, kevin langsung turun dan menghampirinya.
"udah yuk buruan." sambil merangkul pinggang gledys.
"tumben kamu nggak muji aku hari ini." tanya gledys sambil menoel hidung kevin dengan manja.
"kamu berani godain aku sekarang? Kalau kamu kayak gini bisa bisa aku jafi khilaf." sambil mengeratkan rangkulan tangannya di pinggamg gledys.
"ushh kamu, udah ayok katanya mau ngadain party sama teman teman kamu." melepaskan diri dari kevin lalu mengambil tas dari meja yang ada di depan rumahnya. lalu masuk kedalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh kevin.
Lalu dengan cepat kevin masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya di tengah macetnya jalanan jakarta. Sepanjang perjalanan menuju tempat partynya, tak hentinya kevin menggoda gledys sampai sampai muka gledys begitu memerah di buat nya. Dan begitu jelas terukir senyum bahagia di bibir kevin juga gledys.
kevin axel thomada
**aelandra kinaya morova
**gledyssa xie