MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 10



Hahhh!!


Tak terasa Nadira bertemu satu jam lebih dengan Rendy, pria itu cukup menyenangkan dan berbeda dari pria lain yang pernah kencan buta dengannya.


Ceklek


Gadis itu memasuki unit apartment nya dan menyadari William berada didalam saat melihat sepatunya.


"Astaga tuan muda."


Nadira berjalan cepat menuju ruang tamu namun tak ada seorangpun disana, Nadira berjalan ke beberapa sisi kamarnya namun ia tak menemukan pria itu.


Dimana tuan muda gawat jika dia kenapa-kenapa aku pasti akan dibunuh nyonya Becca, batin Nadira.


"Siapa dia," ucap seseorang dari belakang.


Nadira sangat mengenali suara dingin itu dia adalah William, ia sering mendengar suara dingin itu jika masalah besar menimpa perusahaan namun kenapa ia gunakan pada Nadira sekarang.


"Dia siapa tuan muda?" Tanya Nadira.


"Pria di restoran." Jawab William datar.


"Ahh namanya Rendy pria yang datang untuk kencan buta atas suruhan mama," kata Nadira sembari cengengesan tak karuan.


Melihat senyuman terbit di bibir Nadira membuat William mengepalkan tangannya secara otomatis, pria itu terlihat tidak suka Nadira berdekatan dengan pria lain.


"Jangan terlalu dekat dengan orang siapa tau dia musuh William Group dan mengincar mu untuk mengambil rahasia perusahaan," ujar William sembari menghempaskan tubuhnya di sofa.


Nadira mengikuti pria itu untuk duduk sembari menuangkan air minum.


"Dia bekerja sebagai fotografer model dan tidak berhubungan dengan bisnis manapun di William Group tuan muda jadi tidak perlu khawatir," ujar Nadira.


"Aku hanya mengingatkan jangan sampai menyesal," kata William lalu meneguk habis air minum digelas besar.


Ada apa dengan tuan muda ini kenapa moodnya jelek sekali, batin Nadira.


"Baiklah tuan muda saya akan ke kamar mengganti pakaian sebentar."


Nadira meninggalkan pria itu untuk mengganti pakaian, hari ini hari libur dia tidak ingin menggunakan pakaian formal. Nadira hanya menggunakan pakaian over size dengan celana super pendek hingga terlihat hanya bajunya saja.


Ceklek


"Apa saja."


"Spaghetti?"


"Terserah."


William memainkan ponsel untuk bermain game favoritnya, ia sering menggunakan game sebagai obat untuk mencegah moodnya rusak namun kali ini ia agak kesal dengan kejadian tadi.


Saat mendengar beberapa suara perang di dapur bola mata William mengarah pada sumber suara dan melihat Nadira dengan pakaian non formalnya.


Aku baru melihatnya menggunakan pakaian seperti ini, batin William.


Tring...tring


William otomatis menatap ponsel di depannya dan itu milik Nadira, terlihat sebuah pesan di pintasan layar membuat mood William kembali rusak karena itu pesan Rendy.


Nadira ini benar benar ya kenapa dia memberikan orang sembarangan nomornya segampang itu, batin William.


"Tuan muda ini spaghetti anda," ucap Nadira.


"Makan saja memangnya siapa yang ingin makan!" Ucap William ketus.


Astaga tuan muda ini benar benar menyebalkan sudah untung aku mau melayaninya, batin Nadira.


"Baiklah saya letakkan di meja makan jika anda lapar bisa memberitahu saya nanti."


Nadira tidak ingin berdebat dan langsung meletakkan spaghetti di meja makan lalu kembali dan mengambil ponselnya.


Saat melihat pesan dari Rendy Nadira tersenyum manis dan langsung menyimpan nomor pria itu, sepertinya Rendy akan menjadi pria pertama yang berhasil dari kencan buta.


"Kenapa kau senyum apa kau memenangkan tender proyek besar kemarin?" tanya William.


"ah tidak tuan muda tidak saya sedang membaca komik," jawab Nadira sembari memperlihatkan komik online.


ah aku kira dia tersenyum karena pesan dari pria itu tadi, batin William.


syukur aku langsung mengalihkan ke komik, batin Nadira.