
"Monica aku akan menginap di apartment mu," ucap Alex sembari menyuap makanannya.
"No no aku tidak mau melihat mu disana jangan sentuh lantai apartment ku," kata Monica.
Monica terlihat sedikit panik dengan ucapan Alex karena ada seorang pria yang tinggal bersamanya sekarang dan jika kedua orang tua mereka tahu maka Monica akan bertanggung jawab.
"Bagaimana dengan ku?" Tanya Nadira sembari menunjuk dirinya.
"Termasuk dirimu." Jawab Monica dengan senyum manis.
Nadira mengerutkan kening memastikan jawaban Monica akan berubah namun tidak terjadi.
"Apa kau menyimpan seorang pria di apartment mu?" Tanya Nadira.
Uhuk..uhuk..uhuk!
Nadira langsung mengambilkan air dan memberikannya pada Monica.
"Makan pelan pelan saja," ucap Nadira.
"Hahh kau ada ada saja mana mungkin ada pria di apartment ku," kata Monica dengan suapan penuh di mulutnya.
Mereka sudah mengenal satu sama lain dalam waktu yang lama dan ketika di belakang William mereka berteman sangat dekat seperti ini.
"By the way bagaimana dengan tuan William? Ku dengar nyonya Becca akan mengadakan kencan terbuka untuk tuan William," ujar Alex.
Mendengar itu Monica merubah ekspresi menjadi sendu, ia sudah mengharapkan William dari beberapa tahun yang lalu namun hasilnya nihil karena sejauh ini William hanya menganggap Monica sahabat baik.
"Entahlah aku juga bingung kenapa nyonya Becca membuka kencan terbuka untuk tuan William padahal tuan muda bisa memilih siapapun yang ia inginkan," ujar Nadira.
"Mungkin tante ingin putranya segera menikah," saut Monica.
Keduanya mengangguk setuju, mengingat usia nyonya Becca yang sudah tidak muda lagi pasti ia ingin putranya berumah tangga.
Tring...tring
"Astaga lihat ini," ucap Nadira.
Ia memperlihatkan ponselnya pada Alex dan Monica dan itu pesan dari nyonya Becca bahkan terdapat beberapa foto wanita cantik.
"Bahkan calon istri tuan muda kau yang memilihkannya," ucap Alex dengan nada mengejek.
Nadira memijit pelipisnya dengan pesan nyonya Becca, ia menyuruh Nadira memilih gadis mana yang pertama akan ditemui William.
"Aku tidak akan cemburu jika wanitanya adalah kau," ucap Monica.
"Hey kau..."
Alex hampir melayangkan pukulan pada adiknya itu, ia malah berharap William segera mencari istri agar Nadira memiliki sedikit kebebasan dan ada waktu untuk keduanya menjalin hubungan.
"Aiihh sudahlah jangan berdebat sekarang bantu aku memilih wanita mana yang akan ditemui tuan muda."
"Kemari aku akan membantumu," kata Alex.
Pria itu mengangkat kursi dan meletakkannya di dekat Nadira dan membantu wanita itu mencari satu persatu identitas gadis gadis di ponselnya.
Rata rata pilihan nyonya Becca adalah putri bangsawan, seketika Nadira merasa dirinya adalah semut saat melihat identitas para gadis tersebut.
"Sudahlah aku akan pulang sekarang," ucap Monica.
"Ah aku akan mengantar mu," kata Nadira.
"Tidak perlu kau lanjutkan saja pekerjaan mu telinga ku sudah panas mendengar nama gadis gadis itu," ujar Monica ketus.
Nadira terkekeh dengan gadis itu, Monica perempuan dewasa yang masih terjebak dengan cinta tak terbalas nya dan William tidak akan pernah menganggap Monica dalam sejarah percintaan.
Aku sampai melupakan bocah ingusan itu bagaimana keadaannya sekarang apa dia sudah makan malam, batin Monica.
Alasan utama dirinya ingin pulang karena ada seseorang yang sedang ia rawat dan tangannya pasti masih sakit jadi Monica buru buru kembali ke apartment.