MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 24



Tak terasa malam pun tiba, Gerry dan Lisa sengaja menyalakan api unggun karena sedari tadi tuan Fei, William dan Nadira berada di dalam tenda untuk menyelesaikan tanda tangan.


Sementara nyonya Fei sibuk memasak makanan yang tercium sangat menggoda di hidung Gerry.


"Kapan mereka selesai aku sangat lapar," gerutu Gerry.


"Aku juga," ucap Lisa.


"Lebih baik kita membantu nyonya Fei disana."


Keduanya menghabiskan waktu untuk membantu nyonya Fei sementara ketiga orang itu keluar dari tenda.


Sreett!!


Setelah beberapa puluh menit akhirnya mereka keluar dan disaat yang tepat makanan sudah siap.


"Kemarilah kita makan malam."


"Maaf nyonya saya tidak membantu."


"Tidak masalah Nadira tadi tuan Gerry dan Lisa membantuku menyiapkan makanan."


Mereka akhirnya menikmati makan malam bersama dengan sedikit lelucon dari tuan Fei yang dilanjutkan oleh Gerry sehingga membuat suasana sangat cair dan tidak canggung.


Selesai makan malam tuan dan nyonya Fei menghabiskan waktu mereka secara pribadi karena urusan pekerjaan pun telah selesai, Gerry sedang menghubungi kekasihnya satu persatu, Lisa sedang menulis jadwalnya satu minggu ke depan.


Sedangkan William dan Nadira memilih untuk diam dan duduk di kursi lipat dengan dua gelas kopi di meja.


"Nadira bagaimana menurutmu dengan kehidupan manusia yang harus memiliki pasangan?" Tanya William.


"Bukankah itu sudah menjadi tabiat manusia tuan muda." Jawab Nadira dengan senyum tipis sembari menggenggam gelasnya agar terasa hangat.


"Apa seseorang harus memiliki pasangan? Bagaimana jika orang tersebut tidak nyaman dengan pasangannya."


"Oleh karena itu seseorang harus mencari pasangan yang bisa membuatnya nyaman untuk dapat hidup selamanya bersama pilihan mereka."


Hahhh


William menyeruput kopinya dalam kembali menatap ke depan.


"Mengapa kau memilih Rendy, kau nyaman bersamanya?"


"Ah tidak soal itu karena pilihan mama dan kami harusnya mengadakan makan malam malam ini, itu kesempatan ku untuk menolaknya karena Rendy pria yang baik, aku tidak ingin menyakitinya dengan perasaan palsu."


William sedikit lega dengan ucapan Nadira, rencananya semakin besar untuk melakukan sesuatu setelah pulang besok pagi.


"Mansion? Ini sebuah keajaiban tuan muda tidak dipaksa terlebih dahulu."


"Cihh memangnya kau kira aku anak durhaka yang tidak pernah menghubungi orang tua."


Nadira mengangkat bahu namun ekspresinya mengatakan bahwa William benar benar anak durhaka.


"Kau ingin berjanji satu hal padaku?"


"Apa itu tuan muda?"


"Setelah kau datang besok malam jangan pergi dari sisi ku."


"Memangnya apa yang terjadi?"


"Berjanjilah terlebih dahulu."


William mengangkat jari kelingking untuk meminta Nadira berjanji dengannya.


"Saya tidak akan pergi tuan muda kontrak kerja saya masih satu tahun lagi," kata Nadira dan menyambut jari kelingking pria itu dengan kelingkingnya.


"Kalian sedang apa? Romantis sekali," ucap Gerry dari belakang.


Bugh!!


William memberikan pukulan tepat di tengah perut Gerry.


"Arghh sialan!!"


Gerry meringis kesakitan sembari mendekati William.


"Kau belum memberitahunya?" Bisik pria itu.


William mengangguk datar dan membuat Gerry tercengir kuda menatap Nadira.


"Ah ya ya baiklah kalian lanjutkan saja berbincang aku akan mencari Lisa sebentar."


Gerry langsung lari mencari Lisa, ia tidak berani menatap William karena hampir membuat kesalahan tadi.


###


sorry ya lama dikit update kemarin, lagi yudisium guysss