MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 28



Setelah menemui Monica, Nadira langsung bergegas menuju kantor sepertinya gadis itu terlihat terburu-buru karena sejak tadi ia selalu melihat jam tangannya. Saat sampai di kantor Nadira langsung menuju ruangan.


"Nadira apa benar berita yang ku dapat dari tuan Gerry?" Tanya Lisa saat berpapasan dengan Nadira.


Gadis itu langsung menarik Lisa menjauhi para karyawan yang sedang berjalan kesana kemari.


"Husstt jangan bicara besar besar aku tidak ingin orang kantor tau hal ini," ucap Nadira.


"Astaga Nadira aku sangat terkejut sampai tidak percaya hal ini," kata Lisa.


"Baiklah cukup kau yang tau ingat jangan membocorkannya."


Lisa memberikan jempolnya untuk menyanggupi perkataan Nadira.


"Baiklah sebentar lagi ada meeting dengan direktur kau siapkan ruangan ya aku baru saja sampai kantor tidak bisa mengurusnya."


"Baik nyonya William," goda Lisa yang membuat Nadira menyentil kening gadis itu dan pergi meninggalkannya menuju ruangan.


Ceklek


"Tuan William 15 menit lagi meeting akan segera dimulai dan para direktur sudah dikumpulkan," ucap Nadira sembari membawa iPad ditangannya.


"Kau kemana tadi?" Tanya William.


"Heuh?"


William menunggu jawaban dari Nadira namun gadis itu tidak melanjutkan kalimatnya.


"Apa aku tidak boleh mengetahui kemana tunangan ku pergi."


Uhuk..uhuk!!


Nadira segera mengambil air minum di mejanya dan meneguk hingga habis, rasanya pendingin ruangan dengan volume terendah pun masih panas saat mendengar William menyebutnya sebagai tunangan bukan sekertaris.


"Ta-tadi saya bertemu dengan nona Monica sebentar."


William mengangguk datar, ia tahu Nadira pasti membicarakan masalah yang ia khawatirkan semalam dengan Monica.


"Ah ya mulai sekarang panggil William saja dan hilangkan bahasa formal mu itu padaku."


"Tidak tuan William saya tidak bisa," ucap Nadira dengan cepat.


"Kenapa?"


"Saya lebih nyaman berbicara formal dengan anda."


"Tidak aku menolaknya, bicara non formal saat tidak ada orang."


"Tapi...."


"Ini perintah bukan tawaran," ucap William dengan serius.


Apa apaan ini kenapa dia mulai mengaturku, batin Nadira.


William memberikan tatapan intimidasi pada Nadira dan saat itu juga Nadira tau letak kesalahannya dimana.


"Ba-baik William."


"Ah ya nanti setelah pulang bekerja mama menyuruh kita mampir ke toko perhiasan untuk hantaran," ucap William.


"Tapi saya...a-aku ada janji."


"Sebentar saja tidak akan lama." Bujuk William.


"Baiklah."


Nadira akhirnya menyanggupi permintaan pria itu, ahh rasanya tidak mungkin menjadi istri atasannya sendiri dan Nadira masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah bisa bertahan hidup dengan orang model William.


"Ah ya selesai meeting kosongkan jadwal ku."


"Baiklah."


Nadira tidak ingin tahu urusan William kenapa ia ingin jadwalnya dikosongkan toh hubungan mereka baru berjalan kurang dari satu hari rasanya tidak pantas bertanya soal urusan pribadi meskipun Nadira sangat hafal apapun kegiatan William.


#


Meeting selesai dan seperti yang dikatakan William ia ingin jadwalnya dikosongkan keduanya berpisah di ruang meeting, Nadira melanjutkan pekerjaannya dan William keluar dengan mobil menuju suatu tempat.


Tempat itu tidak terlalu asing bagi William karena beberapa kali ia sempat mengunjungi tempat tersebut.


"Hai."


"Kak William."


Ya itu adalah Rey adik dari Nadira, keduanya membuat janji untuk keluar bersama ini adalah usaha William yang pertama untuk mendekati keluarga Nadira.


"Ada apa kak?" Tanya Rey.


"Tidak ada hanya mengajakmu menghabiskan sedikit uang," jawab William.


"Benarkah?" Manik hitam Rey langsung berbinar binar mendengar ucapan pria itu.


"Kak bisakah kau menikah dengan kakak ku besok saja? Ahh kak Nadira tidak pernah memberikan hadiah seperti ini," gerutu Rey.


"Hmm kakak mu pelit ya," ucap William sembari terkekeh.


"Sangat sangat sangat pelit bahkan dia membatasi uang saku ku hanya tiga juta satu bulan."


"Baiklah mulai bulan ini aku akan menanggung uang bulanan mu tapi dengan syarat Nadira tidak boleh tahu atau dia akan memarahi kita berdua."


"Setuju!!"


Tentu Rey tidak akan menolak kesepakatan menguntungkan ini dia tidak perlu mengemis kepada Nadira untuk meminta uang sekarang.