
"Shh argh!!" Rintihan itu datang dari William.
Ia merasa telah tertidur selama bertahun tahun karena tubuhnya terasa sakit saat digerakkan.
"Dira," panggilnya.
Nadira keluar dari ruang ganti sembari membawa beberapa setelan jas, ia menatap William beberapa detik karena merasa bersalah memberikan obat tidur untuk melumpuhkan pria itu.
"Ah sial kau mengulanginya lagi," ucap William kesal sembari merebahkan tubuhnya dengan kasar.
"Maafkan saya tuan muda ini perintah nyonya Becca saya tidak berani menolaknya," kata Nadira.
"Dira ingat satu hal aku adalah bos mu bukan mama paham!"
"Baik tuan muda,"
Nadira menundukkan kepala setelah menerima ucapan tegas dari pria itu, William menghela nafas karena terpaksa harus mengikuti acara pesta keluarga tersebut.
Akan ada banyak sanak saudara yang harus ia temui dan itu semua hanya mencari muka pada keluarga William.
"Tuan muda silahkan pilih setelan yang akan anda gunakan," kata Nadira sebagai pengalihan.
"Yang mana saja kau bisa mengaturnya," ucap William.
"Baik tuan muda."
Nadira memilih setelan berwarna abu-abu agar Willian tampak sedikit mencolok saat acara nanti. Sang dewa pembawa cahaya tidak boleh redup di kandangnya sendiri.
Beberapa menit berlalu Nadira selesai mengurus William dan pria itu telah rapi dari atas sampai bawah, Nadira membuka pintu kamar dan mempersilahkan William untuk keluar.
Dari lantai dua William melihat sudah banyak orang yang datang, beberapa diantaranya ia kenal tapi sebagian mereka terlihat asing meskipun itu keluarganya.
"Silahkan tuan muda."
"Terlihat banyak orang apa mereka semua keluarga?" Tanya William pada Nadira.
"Sebagian keluarga dan sebagian klien nyonya Becca,"
William mengangguk datar lalu menuruni anak tangga, dibawah beberapa orang telah memperhatikan dirinya bagaimana tidak pria itu adalah pebisnis nomor satu yang selalu diincar oleh pebisnis lain.
"Selamat malam tuan Reno terimakasih sudah datang ke acara ini," saut Nadira dan memberikan cheers pada minuman pria itu.
Nadira sudah tahu tugasnya, ia akan minum untuk menggantikan William karena pria itu tidak kuat dengan alkohol jenis apapun.
"Ah ya nona saya sering mendengar tentang anda," ucap tuan Reno.
"Terimakasih tuan."
Nadira berbicara sedikit dengan tuan Reno dan berpindah pada tamu lain, William hanya diam dan tersenyum tipis menyimak pembicaraan mereka.
"Good night sayang,"
William tahu betul siapa yang menyapanya dan memberikan satu ciuman di pipi kanan pria itu.
"Good night mom are you okay?"
"Sure."
Nyonya Becca sangat senang melihat putra pertamanya itu datang untuk mengunjungi rumah meskipun dengan cara yang salah.
"Dimana Leo?" Tanya William.
"Ahh Leo sudah mulai tinggal di asrama jadi tidak bisa mengikuti pesta karena sebentar lagi ujian."
William mengangguk dengan jawaban mamanya, Leo adalah adik kandung William yang berusia 10 tahun dan kepintaran Leo rata rata sama dengan William.
"Dira sayang kau bisa menikmati pesta ini tanpa mengikuti William tidak apa apa," ucap nyonya Becca dengan senyum manis.
Nadira tersenyum sembari menatap William untuk bertanya apakah bisa seperti itu atau tidak dan untungnya William mengangguk setuju.
"Baik nyonya saya akan duduk disana jika anda membutuhkan sesuatu bisa panggil saya," ucap Nadira.
"Okay honey have fun."
Nadira mengambil tempat duduk untuk minum dan makan sedikit kue, ia sengaja mengambil tempat duduk yang sedikit sepi agar tidak ada yang menghampirinya.