MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 25



Malam hari tiba, Nadira sudah selesai dengan polesan terakhir di wajahnya. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan gaun panjang berwarna cream.


Tring tring!!


"Saya sudah siap tuan muda tunggu sebentar."


"Baiklah, Rey sudah di depan untuk menjemput mu."


"Rey?"


Lagi lagi Nadira dibuat bingung oleh perkataan William namun ia akan tahu sebentar lagi jawaban dari kebingungannya.


"Benar dia juga ikut dalam acara ini."


"Baik tuan muda."


Nadira memutuskan sambungan lalu berjalan menuju ruang tamu apartment nya.


"Waw!! Kak kau sangat cantik aku ingin sekali memiliki kekasih secantik dirimu."


"Diam kau!! Kau tahu semuanya kan? Cepat beritahu aku!" Ucap Nadira dengan wajah galaknya.


"Tidak seru jika kau tau sekarang lebih baik ikut bersama ku."


Rey menawarkan lengannya untuk digandeng oleh Nadira namun gadis itu menepisnya dan berjalan sendiri menuju basement.


30 menit berlalu keduanya sampai di mansion, beberapa pelayan menyambut keduanya seperti biasa.


Sepertinya ini acara tertutup karena tidak terlihat dekorasi pesta, Nadira baru pertama kali melihat mansion sepi saat ada acara seperti yang dikatakan William.


"Silahkan nona."


Nadira mengangguk lalu berjalan menuju mansion, senyum para pelayan membuatnya merasa tidak nyaman seolah dirinya adalah tokoh utama disana.


"Silahkan masuk nona."


Nadira kembali mengangguk lalu berjalan masuk kedalam mansion ditemani oleh Rey disampingnya.


"Apa!"


Betapa terkejutnya gadis itu saat melihat nyonya Fakhira mamanya sendiri sedang duduk di meja makan bersama nyonya Becca dan juga William beserta keluarga lain termasuk Gerry sebagai sepupu.


"Ahh ini dia sudah datang, Nadira kemarilah."


Nadira mengangguk canggung sembari berjalan menuju meja makan, kursi kosong tersisa hanya dua yaitu di dekat nyonya Fakhira dan satunya di dekat William namun kursi di dekat nyonya Fakhira sudah di duduki oleh Rey jadi Nadira mengambil tempat di dekat William.


"Nadira silahkan nikmati makanan mu."


"Baik nyonya."


Nadira tersenyum manis pada nyonya Becca, ia beralih menatap mamanya seolah menuntut pertanyaan apa yang sedang terjadi.


"Kau pasti bingung tapi tenang saja kami akan menjelaskan nanti setelah makan malam selesai."


"Baik nyonya."


Nadira dan yang lain memakan makanannya hingga habis tak tersisa, dalam keluarga William tentu Nadira sudah hafal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan termasuk attitude makan di atas meja.


Beberapa saat setelah selesai makan dan meja sudah dibersihkan oleh pelayan nyonya Becca mulai bersiap untuk berbicara.


"Baiklah selamat malam semuanya, aku sengaja mengundang kalian kemari untuk pertunangan putra ku David William bersama Nadira Fakhira yang akan dilaksanakan malam ini."


"Apa?!"


Tentu Nadira terkejut dan spontan meninggikan volume suaranya pada nyonya Becca, sekujur tubuhnya terasa kaku saat mendengar ucapan nyonya Becca tersebut.


"Iya sayang kau akan bertunangan dengan tuan William malam ini."


"Ta-tapi...."


Nadira menatap William untuk meminta penjelasan sangat detail padanya, ia benar benar bingung apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa bisa terjadi dirinya bertunangan dengan pria itu.


"Maaf nyonya maaf ma maaf semuanya aku harus pergi."


Nadira tidak bisa berpikir panjang untuk kali ini, hanya shock yang bisa ia rasakan oleh karena itu memilih untuk pergi.


William mengejar gadis itu dan mengikuti langkahnya, Nadira cukup kesal dengan William karena tidak memberitahunya apapun.


"Kemari."


William menggenggam pergelangan tangan Nadira lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya, Nadira tidak menolak karena ia pun butuh penjelasan.


Ceklek


Keluarga mereka tentu saja menyaksikan William membawa Nadira masuk kedalam sebuah kamar namun mereka membiarkan karena putra dan putri mereka sudah dewasa.


"Duduklah."


Nadira duduk di sofa dan menunggu William untuk bicara.


"Bingung?"


Nadira mengangguk tanpa menatap William, entah mengapa wajahnya terlihat menggemaskan untuk William.


"Masih ingat awal mula kau masuk melamar pekerjaan sebagai sekertaris William Group 7 tahun yang lalu?"


Nadira tidak akan pernah lupa wajah culunnya masuk kedalam perusahaan besar untuk pertama kali dan diterima sebagai sekertaris.


"Apa hubungannya dengan pertunangan tuan muda?"


"Kau adalah gadis pilihan keluarga ku, kau dilatih sebagai wanita hebat agar pantas bersanding denganku."


Mendengar itu Nadira semakin bingung dan apa maksudnya gadis pilihan keluarga.


"Saya belum mengerti tuan muda."


"Intinya kau sudah ditunjuk sebagai gadis pilihan keluarga ku, aku juga tidak tahu gadis pilihannya adalah kau dan aku baru tahu tiga tahun terakhir."


"Kenapa anda tidak memberitahu saya tuan."


"Tidak ada alasan untuk memberitahu mu."


"Tapi sekarang anda menerima pertunangan ini?"


"Mau tidak mau harus ku terima."


"Saya tidak akan menerima tuan."


William terkejut dan langsung mengambil tempat duduk disamping Nadira.


"Kenapa?"


"Tidak ada dasar cinta dalam diri kita masing-masing, saya tidak ingin menghabiskan waktu saya dengan orang yang tidak mencintai saya."


"Selama aku tidak menyakiti mu kenapa kau harus menolak ku?"


Benar juga tapi aku ingin kau mencintaiku, batin Nadira.


"Saya...."


Ceklek


"Maaf mama masuk mengganggu kalian."


Nyonya Becca dan nyonya Fakhira masuk kedalam kamar lalu mendekati keduanya.


"Ma." Panggil Nadira.


"Iya sayang."


"Dira jangan panik atau bingung Tante akan menjelaskan semuanya padamu."


"Jadi begini dulu mendiang suamiku dan mendiang papa mu sudah berjanji akan menjodohkan kalian berdua dan itu disampaikan pada kami sebagai istri, 7 tahun yang lalu aku menemui nyonya Fakhira dan meminta agar kau diizinkan bekerja di William Group sehingga kalian bisa saling mengenal satu sama lain, kami tidak ingin memaksa mu untuk menikah oleh karena itu aku membiarkan kalian terus bersama agar tumbuh rasa cinta antara kalian berdua." Tutur nyonya Becca.


"Nadira mama juga sengaja membuat kencan buta dengan Rendy, sebenarnya Rendy adalah sepupu jauh mu dan untuk William kencan buta mu dengan Renata adalah rekayasa untuk menguji perasaan kalian masing-masing," ucap nyonya Fakhira.


William pun agak terkejut karena ia tidak mengetahui hal itu, Nadira benar benar tidak bisa memasukkan cerita kedua orang paruh baya itu di kepalanya.