MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 12



Disisi lain Rey keluar dari rumah sakit tapi tidak menuruti perintah kakaknya untuk menggunakan taksi melainkan berjalan kaki dengan tongkat.


Apartemen tidak terlalu jauh dari rumah sakit butuh waktu sekitar 15 menit untuk berjalan kaki, Rey sama sekali tidak merasa sakit karena kartu debit yang diberikan kakaknya tadi.


"Hmm aku lapar sebaiknya berhenti dulu di restoran."


Dengan akal cerdasnya Rey menyebrangi jalanan menuju restoran.


Brakk!!!!


"Argh!!!"


Pria itu terpental ke samping jalanan saat menyebrang jalan namun tak memperhatikan mobil sedang melaju.


"Argh!!"


"Kau baik-baik saja?"


Seorang gadis keluar dari mobil dan berlari mendekati Rey.


"Ah jangan pegang jangan pegang tanganku sakit sekali," jawab Rey sembari meringis kesakitan.


"Aku akan membantumu berdiri kita ke rumah sakit sekarang."


Cantik sekali, batin Rey.


Pria itu melihat gadis yang menolongnya seperti dewi, cahaya matahari yang menerpa tubuhnya membuat gadis itu seperti bidadari.


"Siapa namamu?" Tanya Rey.


"Monica."


Tepat sekali Monica yang menabrak Rey tadinya Monica ingin ke kantor William tapi sepertinya harus ia urungkan.


***


Beberapa saat kemudian Rey sudah ditangani dokter dan kali ini tangannya yang menggunakan penyangga.


"Ah sial sekali nasibku dalam sehari patah kaki dan tangan," gerutu Rey.


Perawat terkekeh mendengar gumaman pria itu, dia adalah orang yang bernasib sial hari ini.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Monica.


"Baik tapi mm sedikit tidak baik," jawab Rey.


Monica melihat kaki tangan Rey yang terluka dan jika diperhatikan laki laki itu cukup tampan dan lucu.


"Aku tidak memiliki siapapun disini dan kau tau baru pagi tadi aku ditabrak oleh orang tidak dikenal." Ucap Rey dengan mimik wajah sendu.


Wajah lucu itu berubah sayu dan membuat Monica simpatik padanya.


"Bagaimana jika kau tinggal di apartemen ku sementara waktu ini sebagai tanda rasa tanggung jawabku."


"Apa boleh seperti itu bagaimana jika kekasihmu memarahi ku."


"Kau tenang saja aku hidup sendiri di apartment."


"Baiklah aku setuju."


Rey langsung berubah sumringah saat mendapat kesempatan untuk dekat dengan wanita itu padahal Monica lebih tua dua tahun dari Rey.


***


Disisi lain Nadira sibuk memisahkan beberapa dokumen yang tercampur setelah meeting siang tadi, ia tidak mengerti kenapa William mengacaukan kertas kertas di atas meja meeting.


Disisi lain juga William terus menatap Nadira saat gadis itu sedang sibuk, pikirannya tidak pernah lepas dari pria kemarin.


"Humph Dira apa orang tuamu memang sengaja mencarikan pria?" Tanya William.


"Iya tuan muda orang tua saya ingin segera melihat saya menikah," jawab Nadira.


Uhuk..uhuk!!!


William langsung meneguk air minum di meja kerjanya saat mendengar jawaban Nadira.


"Kenapa begitu!" Ucap William ketus.


"Orang tua mana yang mau melihat anaknya terus melajang tuan muda, usia saya sudah 27 tahun sekarang jadi wajar saja."


"Usia ku hampir 30 tidak dipaksa menikah."


Cuih itu sebabnya nyonya Becca menyuruh mu pulang untuk dicarikan gadis bangsawan, batin Nadira.


"Mungkin berbeda beda orang tua tuan muda, saya juga perempuan dan usia saya sudah matang untuk menikah."


"Cihhh!!"


William dengan kesal menyandarkan kepalanya di kursi empuk miliknya, William merasa Nadira perempuan satu satunya yang bisa ia ajak dalam bekerja jika gadis itu menikah tidak tahu apa ia sempat pagi pagi ke apartment untuk mengurusnya.


Menikah ya menikah saja kenapa harus dicarikan oleh orang tua memangnya kau tidak laku, batin William.


Ia benar benar kesal tanpa alasan dan sepanjang hari ia terus memberikan Nadira pekerjaan tanpa jeda dan tidak mengizinkan membuka ponsel sedikitpun.