MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 18



Sampai di apartment Nadira langsung menghempaskan tubuhnya dan melempar tas, ada untungnya juga William tidak ingin ke kantor hari ini jadi Nadira bisa merebahkan tubuh sepuasnya.


Namun satu hal yang tidak ia mengerti kenapa moodnya sangat jelek sejak mendapat berita kedekatan putri bangsawan dengan William.


"Huuhh ada apa dengan ku kenapa aku begini."


Nadira mengambil air minum di lemari pendingin untuk mendinginkan otak nya dan kembali duduk di sofa.


Kring..kringgg!!


"Halo dengan Nadira Fakhira sekertaris tuan William dari William Group ada yang bisa saya bantu?"


"Kau dimana?"


Nadira langsung melihat siapa nama penelpon yang menghubunginya dan itu adalah William, gadis itu menggigit bibir harinya dia tidak mengangkat panggilan dari William.


"Saya pulang tuan muda karena pekerjaan sudah selesai dan saya tidak punya alasan diam disana."


"Bukankah aku menyuruhmu untuk diam?"


"Ah ya soal itu maafkan saya tuan muda sepertinya saya bisa beristirahat dengan tenang di apartment sendiri jadi saya memutuskan untuk kembali, semua pekerjaan sudah saya selesaikan anda bisa melihatnya di meja ruang kerja."


William memutuskan sambungan tanpa mendengar kembali penjelasan Nadira, gadis itu pun tidak berniat untuk kembali menghubungi William.


Tok... tok... tok


Kembali lagi Nadira memijat pelipisnya karena merasa kesal dengan William, pria itu pasti sudah di depan untuk mengajaknya kembali bekerja.


Ceklek


"Maaf tuan saya...kau?"


Nadira melihat Rendy dengan senyum manis sembari beberapa kantong plastik makanan.


"Boleh aku masuk?" Tanya Rendy.


"Ah ya tentu."


Meski bingung Nadira membiarkan pria itu masuk kedalam rumahnya dan menyambut Rendy seperti tamu tamu lain pada umumnya.


"Ku dengar kau sedang tidak enak badan jadi aku membawa beberapa makanan."


"Ah itu aku..."


"Kemari duduklah aku akan menyiapkan makanan untukmu."


"Baiklah."


Rendy langsung menuju dapur, tidak sulit menemukan dapur disana karena rumah Nadira terbilang minimalis.


Beberapa saat Nadira keluar dengan kaos oblong lalu duduk di kursi, ia melihat banyak makanan yang hampir semuanya adalah favorit Nadira.


"Kau pasti tau dari mama," kata Nadira.


"Benar kau memang pintar," jawab Rendy.


Nadira tersenyum kecut mendengar jawaban pria itu.


"Maaf Rendy tapi aku tidak terlalu suka kau tahu segalanya dari ku dan jangan dekati orang tua ku untuk mendekatiku, kau bisa bertanya langsung pada ku saja," ucap Nadira.


Rendy memudarkan senyumannya saat mendapat teguran dari pria itu padahal sebenarnya semua itu tidak masalah namun karena hatinya sedang tidak baik jadi Rendy pun ikut mendapat impas.


"Maafkan aku Nadira lain kali aku akan menanyakan langsung pada mu."


"Tidak apa sekarang makanlah."


Rendy mengangguk dan memakan makanannya sedangkan Nadira hanya memakan sedikit untuk menghargai pria itu.


Otaknya benar benar terganggu dengan berita tadi, entah persiapan apa yang akan ia buat untuk menjawab pertanyaan wartawan di kantor, sudah pasti wartawan menumpuk menunggu konfirmasi dari William Group.


"Nadira kau tinggal disini sendiri?" Tanya Rendy untuk menghilangkan rasa canggung nya.


"Ya begitulah disini sangat nyaman."


"Aku bisa melihatnya," jawab Rendy.


Rumah Nadira sangat tertata rapi bahkan Rendy tidak membayangkan rumah kecil bisa tertata dengan sangat baik.


"Apa yang akan kau lakukan nanti malam?" tanya Rendy.


"hmm sepertinya tidak ada."


"Mau datang ke galeri ku?"


Nadira mencoba memikirkannya dan karena memang tidak ada pekerjaan yang harus ia lakukan tidak ada salahnya menerima permintaan pria itu.


"baiklah."


Rendy tersenyum manis setelah berhasil membuat Nadira mau keluar bersamanya meskipun itu ke galerinya sendiri, ia akan membuat Nadira terkesan dengan karya karya yang ia buat.