MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 17



Disisi lain berita menyebar begitu cepat, media menyebar berita kedekatan David William dengan putri bangsawan Renata. Dalam satu jam berita itu gempar dan cukup menguntungkan perusahaan.


Nadira pun melihat berita itu saat menonton televisi di ruang tamu, senyumnya mengembang saat berhasil mempertemukan mereka dan mendapat kabar beberapa klien langsung menandatangani kontrak dengan William Group.


"Hahhh akhirnya."


Nadira merasa aneh pada dirinya sebab ia senang namun dadanya sesak, rasanya ia tidak nyaman dengan berita itu padahal ia sendiri yang membuat pertemuan William dengan Renata.


.


"Sebaiknya aku pulang saja pasti tuan muda akan mengajak nona Renata kemari," ucap Nadira.


Gadis itu berjalan keluar dan memutuskan untuk pulang menggunakan taksi, ia tidak ingin melihat William membawa perempuan ke apartment cukup sudah ia mengetahui privasi pria itu.


Brumm brumm


Tepat saat taksi keluar dari area apartment mobil William masuk kedalam basement, keduanya sama sama tidak menyadari mereka berpapasan di depan gerbang.


***


Hahh!!!


Monica memadamkan televisi saat melihat berita yang sama dengan Nadira, gadis itu semakin yakin bahwa William tidak memiliki perasaan apapun terhadap dirinya.


"Ada apa?" Tanya Rey.


"Kau lihat pria itu." Monica menunjuk pas photo yang ada di meja.


"Dia sudah memiliki kekasih sekarang bahkan aku belum menyatakan isi hati ku padanya."


Rey melihat ke arah yang ditunjukkan Monica, ia melihat seorang pria yang tak lain adalah William yang terlihat sangat berwibawa.


Seleranya sangat tinggi bahkan aku tidak bisa seperti pria itu, batin Rey.


"Kau mencintainya?" Tanya Rey.


"Sudah sejak lama," jawab Monica sendu.


Bagaimana cara menghiburnya, batin Rey.


"Sudahlah jangan pikirkan itu sekarang lihat apa yang ku lakukan."


Rey mengambil tongkatnya untuk berjalan dan mendekati televisi, ia memutar karaoke dan menyalakan mike untuk bernyanyi.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Monica.


"Kemarilah ayo kita bernyanyi untuk melepas semuanya."


Awalnya Monica semakin sedih sembari mengingat perjuangannya mendekati William namun lagi kedua, ketiga, dan seterusnya membuat gadis itu gila bahkan senyumnya terbit dengan musik bergema di seluruh ruangan apartment.


Melihat itu Rey merasa berhasil membangun mood Monica yang tadinya hancur saat melihat berita, Monica terus bernyanyi sembari mendorong tubuh Rey dan memecahkan lamunan laki laki itu.


"Hahhh!!!"


Monica merebahkan tubuhnya di atas karpet sembari mengatur nafas, ia merasa lega dengan apa yang dilakukan Rey bahkan rasa sedihnya yang tadi tidak kembali sama sekali.


"Sudah merasa lega?" Tanya Rey.


"Hey aku hidup dua tahun lebih tua darimu kenapa kau lebih tau cara menghilangkan setres?" Tanya Monica balik.


"Sebenarnya kau bisa hanya saja kau terlalu sibuk dengan dunia mu yang melelahkan sampai kau lupa menghibur dirimu sendiri," jawab Rey.


Monica terdiam dan mengingat bagaimana hidupnya selama ini dan apa yang dikatakan Rey sangat benar, ia terlalu menyibukkan diri dengan kehidupan yang melelahkan.


"Kau benar aku terlalu sibuk dengan pekerjaan," ucap Monica.


"Kau terlalu melihat dunia dengan sebelah mata kak, seandainya kau benar-benar mengerti seperti apa dunia itu kau pasti akan sangat bahagia ah ya hidup hanya sekali jadi jangan habiskan untuk bersedih atau mencintai orang yang tidak mencintaimu," tutur Rey.


Perkataan pria yang ia katakan bocah itu benar benar menampar Monica, selama ini ia hanya mencintai satu pria tanpa memberi kesempatan pada pria lain yang sudah pasti akan membuatnya bahagia.


"Kenapa tiba-tiba memanggilku kakak!" Tegur Monica.


Sebenarnya ia hanya ingin mengalihkan pembicaraan


"Baiklah baiklah nona Monica," ucap Rey dengan senyum manis.


"Kau tau apa soal cinta kau masih kecil," ujar Monica ketus.


"Haahh aku sudah mengatakannya tadi, hidup untuk mencintai orang yang tidak mencintaimu berarti kau hidup sia sia hingga kau mati. Buka mata nona hidup ini tidak selalu tentang memiliki orang yang kita cintai."


Lagi lagi perkataan Rey membuat Monica tertampar berkali kali, ia benar benar sudah menghabiskan hidupnya untuk sesuatu yang sia sia.


Gadis itu langsung memeluk Rey, Monica harus melakukannya untuk berterima kasih karena telah membuka pemikirannya soal cinta.


"Terimakasih Rey aku sadar sekarang William bukan milikku, aku tidak akan mengejarnya lagi."


Rey tersenyum lalu membalas pelukan Monica, meskipun ia dapat dikatakan playboy di kampusnya namun pelukan Monica yang ia rasa paling hangat di antara pelukan gadis gadis lain.


###


komen dungs