
Pagi hari di kantor
William harus dihadapkan dengan meeting pagi secara mendadak karena perusahaan tiba tiba mengalami blank sistem namun ia bisa mengatasi masalah tersebut dengan cepat sehingga meeting selesai dalam 15 menit.
"Jangan ulangi kejadian ini atau kalian akan menerima potongan gaji mengerti?"
"Baik tuan."
"Meeting selesai,"
William keluar terlebih dahulu disusul Nadira membawa beberapa dokumen, langkah pria itu sedikit lebar namun Nadira berusaha menyamakan langkah mereka.
"Tuan muda hari ini ada pertemuan dengan tuan Aiguo, dia pemilik perusahaan batu bara terbesar di Tiongkok."
"Bagus atur pertemuan kami semewah mungkin,"
"Baik tuan muda"
Keduanya berjalan menuju ruangan, ruangan Presdir dan sekertaris sengaja disatukan karena mereka sangat sibuk setiap harinya.
"Dira bacakan jadwal harian," ucap William.
"Baik tuan muda, siang ini pertemuan dengan tuan Aiguo setelah itu kembali ke kantor bertemu klien untuk tanda tangan kontrak kerjasama, malamnya ada pesta keluarga...."
"Ah tidak tidak yang itu lewati saja," kata Willian.
"Tapi tuan muda saya sudah diberitahu dari dua hari yang lalu oleh nyonya Becca,"
"Katakan aku sibuk masalah selesai," jawab William.
Nadira terdiam sembari memikirkan cara untuk membujuk William karena ia merasa tidak nyaman menolak permintaan nyonya Becca mama dari Willian.
"Saya akan segera mengatakannya tuan muda."
Nadira kembali ke tempat duduknya dan mengambil ponsel lalu menghubungi telpon rumah keluarga William.
"Halo?"
"Ini Nadira nyonya," jawabnya.
"Ah ya Nadira bagaimana dengan William apa dia bisa datang?"
"Mm sebenarnya saya tidak yakin nyonya karena jadwal tuan muda sangat padat," jawab Nadira sembari menatap William.
"Katakan padanya mama akan bunuh diri jika dia tidak datang,"
"Ma jangan berlebihan Willian memang sedang sibuk tidak bisa datang, Willian kirimkan hadiah untuk mama nanti malam."
"Mama tidak mau hadiah!!"
Tut..Tut...Tut
Nadira diam tanpa bicara sedikitpun, ia menurut saja pada keputusan William tapi sebenarnya ia sangat ingin membujuk pria itu.
"Tuan muda boleh saya bicara?"
"Katakan."
"Sebaiknya anda pergi ke pesta keluarga, itu hanya dilakukan setahun sekali dan anda jarang bertemu nyonya Becca."
"Hahh kau sedang memihak padanya?" Tanya Willian dengan curiga.
"Tidak tuan muda maafkan saya," jawab Nadira dan langsung mengambil dokumen untuk mengalihkan perhatian William.
Keduanya bekerja dengan khusyuk dan sesekali berbicara soal pekerjaan yang sedang mereka kerjakan, tak jarang mereka pusing dengan pekerjaan kantor.
Tak terasa hari sudah siang, Nadira menyelesaikan pekerjaannya dan mengambil ponsel untuk berkomunikasi dengan sekertaris tuan Aiguo.
"Tuan muda sebentar lagi tuan Aiguo akan sampai di restoran yang sudah kita reservasi sebaiknya kita segera bergegas kesana sekarang,"
"Baiklah siapkan mobil," ucap William sembari menunjuk kunci mobil di samping meja kerja.
Nadira mengambil kunci mobil dan berjalan keluar sementara William memadamkan komputernya dan menyusul Nadira keluar kantor.
Nadira menunggu di depan kantor dan tak lama William keluar, ia duduk di samping Nadira dan langsung menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Tuan muda anda terlihat lelah."
"Tentu tidak aku sedang mengeluarkan sinar sinar cahaya ku untuk bertemu tuan Aiguo," ujarnya.
Nadira terkekeh dengan jawaban pria itu, harusnya ia tidak mengatakan hal yang membuatnya jengkel sendiri.
"Dira kau tau tidak lapar?" Tanya William.
"Sedikit lapar tuan muda," jawab Nadira.
"Hahh kita harus makan banyak nanti saat bertemu tuan Aiguo."
Nadira mengangguk setuju sembari memperhatikan jalanan yang cukup ramai, William sebenarnya malas bertemu orang orang baru karena ia susah menjalin keakraban untung saja ada Nadira yang memiliki sifat friendly ke semua orang.