MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 5



"Halo nona masih ingat dengan ku?" Tanya seorang pria disamping Nadira.


Gadis itu menoleh ke arah sumber suara dan ternyata dia adalah Alex, dia merupakan putra sulung dari salah satu pemegang saham terbesar William Group.


"Ah tuan Alex silahkan duduk."


Nadira langsung berdiri dan mempersilahkan Alex untuk duduk.


"Tidak usah terlalu formal aku hanya ingin mengajakmu berbicara saja," ucap Alex.


"Baik tuan," jawab Nadira.


"Bagaimana kabarmu Nadira?" Tanya Alex.


"Cukup baik anda sendiri?"


Alex mengangkat bahu sembari menunjukkan tubuhnya masih tetap kuat dan bugar, Nadira terkekeh dengan tingkah pria itu.


Alex memang sedikit konyol namun pria itu terkenal menyukai Nadira sejak awal, ini juga salah satu faktor keluarganya menanamkan saham pada William Group namun sayang Nadira tidak begitu merespon masalah cinta.


"Dimana William biasanya ada Nadira Fakhira pasti ada David William."


"Dia sedang berbicara dengan nyonya Becca," ucap Nadira.


Alex menganggukkan kepala sembari mengangkat bahu toh baginya kehadiran Nadira bukan William.


"Nadira kau sangat sibuk beberapa bulan ini sampai pesan ku tidak pernah kau balas."


Nadira tersenyum canggung dengan ucapan Alex karena pria itu merupakan anak sulung dari pemegang saham di William Group.


"Maaf tuan beberapa bulan ini kami ada proyek besar jadi saya jarang membuka pesan pribadi," kata Nadira.


"Haah kau sangat sibuk rupanya."


Nadira mengangguk canggung dengan senyum tipis dan kembali meminum minumannya sembari menatap ke arah lain. Tatapannya tiba tiba mengarah pada William, pria itu sedang di gerogoti wanita wanita gatal yang berusaha merebut perhatiannya.


"Itu nona Monica," kata Nadira.


"Ya dia baru kembali dari London sekarang dia mengembangkan bisnis disini," ujar Alex.


Nadira mengangguk pelan sembari menatap kedua orang tersebut, mereka tampak seperti pasangan sempurna di mata Nadira karena orang kaya memang sepantasnya untuk orang kaya, mereka pasti menginginkan hubungan yang menguntungkan.


"Nadira kapan kau ada waktu?" Tanya Alex.


"Bulan bulan masih sangat sibuk saya belum bisa memastikan tuan," jawab Nadira.


"Hmm bagaimana jika aku meminta izin pada tuan William untuk memberikan libur satu hari padamu."


"Sepertinya akan sulit tuan."


"Kau tenang saja aku akan berusaha meminta izinnya."


Alex membawa Nadira ke meja yang ditempati William dan adiknya, pria itu membukakan kursi untuk Nadira dengan senyum manis.


"Tuan William senang bertemu denganmu malam ini." Ucap Alex.


"Ada apa?" Tanya William tanpa basa basi.


Ia tahu betul alasan Alex menyapanya karena Nadira bukan keinginan sendiri.


"Ah begini aku ingin kau memberikan libur satu hari saja untuk Nadira."


"Atas dasar apa aku memberikan libur padanya, libur dihari minggu sudah cukup tidak bisa diganggu gugat."


Alex menghela nafas dan sedikit kesal dengan pria itu, Alex sengaja meminta libur satu hari untuk Nadira karena ia tidak ingin mengganggu hari libur Nadira di hari minggu.


"Terserah kau saja!" Ujarnya kesal.


"William kau terlalu keras pada Nadira mungkin dia ingin menikmati liburan juga," saut Monica.


"Urusan kantor bukan urusan mu Monica, bedakan urusan pribadi dengan kantor."


Monica langsung diam dan tidak bisa membantu kakaknya lebih dalam atau William yang akan marah padanya.