MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 27



Keesokan harinya Nadira mengambil cuti setengah hari karena alasan pribadi, gadis itu menghubungi Monica untuk bertemu dengannya hari ini. Sejak tadi malam tidurnya tidak nyenyak karena memikirkan perasaan sahabatnya itu.


"Hai ada apa kenapa repot repot membawa makanan," sapa Monica saat melihat Nadira berdiri membawa beberapa paper bag berisi makanan.


"Boleh aku masuk?" Tanya Nadira.


Monica mengernyitkan dahi melihat tingkah Nadira tidak seperti biasanya, meskipun sangat jarang ke apartment Monica tidak seharusnya ia merasa canggung.


"Astaga masuk saja memangnya aku ini siapa kenapa kau terlihat canggung ayo masuk," ucap Monica sembari membantunya membawa paper bag.


Keduanya masuk kedalam apartment, Monica mempersilahkan Nadira duduk di ruang tamu dan ini adalah kunjungan pertama Nadira ke apartment Monica.


"Aku akan mengambilkan minuman untukmu."


"Ah tidak perlu aku kemari untuk membicarakan sesuatu padamu."


"Katakan apa itu?" Tanya Monica dengan wajah penasarannya.


"A-aku...."


"Hei kau melakukan kesalahan? Kenapa kau tidak menatap ku sejak datang kemari," ucap Monica yang menyadari ada sesuatu pada Nadira.


"Monica maafkan aku."


Monica semakin mengerutkan kening saat mendengar kalimat Nadira.


"Ada apa kenapa kau bicara seperti itu."


"Monica kau sangat menyukai tuan William bukan?"


Monica menatap sahabatnya itu dalam dalam seolah mencari tahu apa yang terjadi padanya.


"Sekarang tidak lagi memangnya kenapa hm?" Tanya Monica dengan nada lembut.


"Monica tadi malam keluarga ku dan keluarga tuan William mengadakan pertemuan, aku tidak tahu itu acara pertunangan untukku bersama tuan William."


Nadira memberanikan diri menatap wajah Monica yang sedang tersenyum manis padanya.


"Kau menyukai William?" Tanya Monica.


"Tidak Monica tapi aku mengatakan iya tadi malam maafkan aku." Jawab Nadira sembari memegang tangan Monica.


"Astaga Nadira aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu lagipula aku senang kau bisa bersama William." Ucapnya dengan senyum termanis.


"Benarkah tapi kau...."


Nadira mengangguk dengan polosnya dan membuat Monica tertawa.


"Aku sudah menyukai seseorang sekarang dan dia cukup menarik kapan kapan aku akan mengenalkan mu," ucap Monica.


"Benarkah? Siapa? Kau tidak pernah mengatakannya padaku," kata Nadira.


"Belum saatnya kau tau ah ya aku akan mengambilkan cemilan untukmu tunggu sebentar."


Nadira meraih pergelangan tangan Monica untuk menghalanginya pergi.


"Aku harus pergi sekarang karena sebentar lagi ada meeting."


"Baiklah aku akan mengantarmu."


"Tapi kau yakin kan?" Tanya Nadira sekali lagi.


Monica ikut menggenggam tangan Nadira untuk meyakinkan gadis itu bahwa dirinya baik baik saja dengan pertunangan mereka.


"Berbahagialah dengan William."


Monica mengantar Nadira sampai di depan pintu, ia melambaikan tangan pada gadis itu lalu menutup pintu.


Ceklek.


Hiks!!!!


Tanpa terasa air mata Monica mengalir deras saat menutup pintu, sesak dadanya membuat Monica tak tahan berdiri dan langsung tersungkur, gadis itu meringkuk memeluk tubuhnya.


"Apa yang harus kulakukan kenapa William melakukan ini."


Rupanya Monica hanya pura-pura bahagia di depan Nadira karena sampai kapanpun cintanya pada William akan tetap sama.


"Arghh!!!"


Monica berusaha mengangkat tubuhnya dan berjalan tertatih-tatih, gadis itu berjalan menuju kamar dan merebahkan tubuhnya lalu menangis kembali.


ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada persahabatannya dengan Nadira setelah ini, melihat Nadira pun pasti terasa sangat sakit baginya bahkan dalam benaknya sempat berpikir untuk menjauhi mereka.


###


halo semuanya jangan lupa dukung ceritanya dengan like, komen and subscribe ya terimakasih 😘😘😘🥰🥰