MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 1



Tring..tring!!!


Sebuah jemari mungil menekan jam alarm disamping meja, matanya tak bisa terbuka meskipun jemarinya berusaha mematikan jam alarm tersebut.


Dia adalah Nadira Fakhira, seorang wanita karir yang selalu bangun jam 4 pagi untuk bersiap-siap ke kantor, setiap harinya Nadira sangat sibuk namun ia harus tetap bekerja karena tuntunan kantor.


"Argh!!!" Tubuhnya menggeliat seperti karet saat berhasil memadamkan jam alarm.


Nadira menggaruk kepalanya meskipun tak gatal sama sekali, ia membuka jendela apartment dan ia tidak berharap akan ada matahari disana karena jam menunjukkan pagi buta.


Meskipun begitu Nadira berjalan terhuyung-huyung ke arah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, ia selalu menggunakan air hangat untuk membujuk tubuhnya agar mau bergerak dengan semangat.


Selesai bersiap siap Nadira memasukkan dua roti kedalam mesin panggang, ini adalah sarapannya setiap hari sebelum berangkat ke kantor. Setelah selesai ia memakan roti sembari menutup apartemen dan langsung bergegas menuju kantor.


Sekarang masih jam 05.30 tapi ia sudah harus berangkat menggunakan taksi. Jangan salah, Nadira bukan ke kantor melainkan ke rumah tuan muda pemberi cahaya yang tak lain adalah David William.


Setiap hari kegiatan Nadira bukan hanya mengurus dokumen melainkan mengurus atasannya seperti bayi yang baru lahir tiga bulan, David William tidak bisa apa apa tanpa Nadira bahkan ia tidak tahu dimana dasinya berada.


David William seorang pemimpin perusahaan terbesar diantara perusahaan lain, WD Group terpampang sangat jelas dan terang sesuai logo yang diberikan oleh David yaitu dewa cahaya.


Nama besar itu juga sebagian besar karena Nadira adalah seorang wanita yang cekatan menangani setiap masalah kantor, jika David seorang dewa pembawa cahaya maka Nadira adalah seorang Dewi pemberi cahaya.


Ceklek


Nadira memasuki apartemen milik William, ia sudah tidak asing dengan sandi pintu apartemen pria itu, ini hanya masalah kecil bahkan ia tahu pin atm William.


Tahap awal yang dilakukan oleh Nadira adalah membangunkan tuan muda tersebut, Nadira berjalan menuju kamar David lalu menyalakan pintu dan membuka gorden, sayup sayup manik hitam William menatap Nadira yang telah sampai ke apartementnya.


"Selamat pagi," ucapnya dengan suara berat.


William mengangguk dan membangunkan tubuhnya dari kasur ternyaman sedunia, ia meregangkan otot-otot tubuhnya sebelum berjalan ke arah kamar mandi.


Sembari menunggu William selesai Nadira keluar mengambil sarapan yang biasa ia pesan di restoran samping apartment.


Ia menyiapkan makanan dengan telaten persis seperti ibu rumah tangga, setelah selesai Nadira menyalakan televisi untuk mendengar berita apa saja hari ini dan tentu saja berita utama adalah tuan muda sang pembawa cahaya yang keluar, senyum tipis Nadira terbit saat mendengar berita tersebut mengatakan William adalah pria sempurna.


15 menit berlalu Nadira masuk kedalam kamar William dan langsung menuju ke ruang ganti, ia sudah hafal pria itu pasti disana untuk memasang dasi yang tak kunjung bisa ia pakai selama bertahun-tahun.


"Saya bantu tuan muda," ucap Nadira.


"Ahh ya aku sedikit membutuhkan mu," kata Willian dan menyerahkan dasinya.


Nadira tersenyum mengambil dasi dan memasangkan nya, tak butuh waktu lama ia selesai memasang dasi dengan sangat rapi.


"Kau memang penyelamat ku Dira," ucap William.


"Terimakasih tuan muda, sarapan sudah siap anda akan sarapan sekarang?" Tanya Nadira.


"Tentu."


Willian keluar dari ruang ganti dan Nadira harus diam beberapa menit untuk membersihkan ruang ganti, William tidak pernah memperhatikan hal hal kecil seperti meletakkan mantel mandi pada tempatnya, membuang pakaian kotor sembarangan.


Lima menit berlalu Nadira keluar dan melihat William sedang menyantap sarapannya, ia mengambil dokumen dokumen yang harus mereka kerjakan hari ini diruang kerja, William pria pelupa jika tidak diingatkan soal dokumen ia akan memerintahkan Nadira kembali ke apartemen.


Nadira harus melakukan itu karena ia adalah satu satunya orang asing yang boleh berkeliaran di rumah itu.