MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 3



Saat pertemuan dengan tuan Aiguo terlihat Nadira yang berbicara banyak sedangkan William hanya mengangguk setuju apapun yang ia katakan.


"I hope we can have a good relationship miss"


"Of course we hope you are happy with our welcome sir."


"you are very good at entertaining guests, my secretary should learn from you,"


"Thank you sir."


Mereka menikmati makan siang bersama sembari membicarakan bisnis beberapa kali, tuan Aiguo tampak senang melihat Nadira sebab beberapa kali ia menatap wanita itu dengan tatapan berbeda.


"Zhège nǚrén hěn piàoliang. (gadis itu sangat cantik)"


"Nǐ xǐhuān, xiānshēng. (Anda menyukainya tuan)"


"Yes"


Pembicaraan tuan Aiguo dengan sekertaris nya tentu terdengar jelas di telinga William, ia menghentikan mulutnya mengunyah makanan.


"Nǐ bù huì xǐhuān tā! (Kau tidak boleh menyukainya!)" Ucap William dengan tegas.


Tuan Aiguo terkejut William menyahut ucapannya dengan lantang dan jelas, ia mengira pria itu tidak bisa berbicara bahasanya.


"Ah sorry mister."


"Tuan muda silahkan makan," ucap Nadira.


Ia merasa pria itu sudah tidak menikmati makanannya dan berusaha membujuk William untuk kembali tenang.


"Katakan padanya kita ada acara lain aku sudah tidak ingin disini," ucap William.


"Baik tuan muda."


Nadira mengambil tisu makan dan membersihkan sisa makanan di mulutnya.


"sorry sir it seems we can not accompany you for too long"


"No problem Miss."


Tuan Aiguo tampak canggung karena William mengerti apa yang ia ucapkan tadi. Pria itu langsung berdiri dan pergi setelah mengucapkan permisi dengan wajah kecut.


Nadira yang tidak mengerti tentu saja kebingungan, tadi William memanggil cahayanya namun sekarang redup entah karena apa.


"Tuan muda suasana hati anda sedang tidak baik?" Tanya Nadira.


"Tuan Aiguo bukan Aigo," kata Nadira.


"Dira jangan buat aku kesal, hari ini kau salah mempertemukan ku dengan orang."


"Baik tuan muda maafkan saya,"


Tring...tring


Nadira melihat ponselnya dan tertera nama nyonya Becca, ia menarik nafas sembari menatap William yang telah memasuki mobil.


"Ha-halo"


"Bagaimana Dira kau berhasil membujuk William untuk pulang?"


Nadira menggigit bibir bawahnya tidak tau harus menjawab apa, suasana hati William sedang tidak baik dan mungkin Nadira akan di lahap jika ia membahas pulang ke rumah.


"Dira bawa William pulang apapun caranya, Tante yang tanggung jawab resikonya nanti."


"Ba-baik nyonya."


Nadira sangat bimbang harus memihak pada William atau nyonya Becca sebab ini adalah masalah pribadi mereka.


Pada saat kebingungan Nadira melihat minimarket di samping restoran, ia pergi membeli satu botol minuman untuk William.


"Tuan muda minumlah," ucap Nadira sembari meletakkan minuman disamping William dan mulai menyetir mobil.


**


Tit...tit...tit


Pintu gerbang terbuka lebar dan sebuah mobil masuk kedalam mansion milik keluarga William, beberapa pelayan berjejer rapi menyambut seseorang di dalam mobil tersebut.


Perlahan kaca mobil berwarna terbuka dan ternyata itu adalah Nadira yang telah berhasil membawa William ke mansion untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.


"Dira dimana William?" Tanya nyonya Becca saat mendekati mobil.


Nadira tampak ragu memberitahu nyonya Becca tentang putranya, ia pertama kali menggunakan cara itu selama bekerja dengan William.


"Maafkan saya nyonya tuan muda sedang tertidur dibelakang," ucap Nadira.


"Ah ya tidak masalah kemarilah biarkan penjaga yang membawanya masuk nanti," kata nyonya Becca.


Dia yang memberitahu Nadira cara melumpuhkan William pasalnya pria itu berkunjung hanya dua kali dalam setahun yaitu saat hari mengenang kematian papanya dan saat tahun baru itupun kadang-kadang.