MY BOSS IN LOVE

MY BOSS IN LOVE
MBIL 23



Beberapa jam mereka sampai di puncak gunung setelah melewati banyak rintangan, mereka membeli banyak persiapan makanan di pos terakhir dan tentu saja yang membawanya adalah Gerry, memang itu tujuan William membawanya kesana.


Hah..hah..hahh


"Sialan!!" Keluh Gerry sembari meletakkan tasnya dengan kasar.


Nadira balik terkekeh melihat Gerry sangat letih membawa banyak makanan.


"Lisa ambilkan minuman untukku!"


"Lisa kemari bantu aku membuat tenda!" Saut William.


"Baik tuan muda."


Lisa langsung berpindah majikan saat William menyuruhnya.


"Hei ambilkan minuman ku terlebih dahulu!!"


Namun Lisa tak menghiraukan perintah pria itu, ia bisa membantah Gerry namun tidak dengan William.


"Ini."


Nadira menyodorkan gelas berisi air lalu duduk disamping Gerry sembari melihat William dan Lisa memasang tenda.


Ia merasa ada yang salah dengan William, sejak tadi ia tidak pernah berbicara dengan Nadira sedikitpun dan anehnya Lisa yang ia suruh untuk membantunya membuat tenda.


"Apa aku membuat kesalahan?" Tanya Nadira pada dirinya sendiri.


"Tentu saja coba ingat apa yang kau lakukan sehingga membuatnya kesal."


Nadira mencoba mengingat kesalahan sejak masih dibawah kaki gunung tapi ia merasa tidak ada kesalahan yang ia perbuat kecuali mengangkat ponsel tadi.


Apa dia marah karena aku mengangkat panggilan dari Rendy? Astaga Nadira mana mungkin seperti itu bisa saja dia marah karena aku mengangkat panggilan pribadi di depan tamu penting, batin Nadira.


Gadis itu berjalan mendekati tuan Fei dan istrinya dan membantu apa yang bisa ia lakukan.


"Tuan saya bantu."


"Ah tidak perlu Nadira kau bisa membantu William sepertinya dia sedikit kesulitan."


Nadira melihat tenda yang dibangun pria itu, Nadira mencoba untuk mendekatinya.


"Tuan William saya akan membantu anda."


"Tidak perlu."


"Ini seharusnya tugas saya tuan William saya..."


William melepas tenda dari tangannya dan duduk di kursi lipat yang telah tersusun, ia lebih memilih menikmati pemandangan disekitar gunung.


"Nadira sepertinya hubungan mu dengan William sedikit bermasalah, pergilah bicara padanya kami akan menyelesaikan tenda ini," kata nyonya Fei.


"Ah tidak nyonya ini..."


"Kontraknya tidak akan berjalan lancar jika hubungan mu dengan tuan muda seperti ini Nadira," bisik Lisa.


"Benar juga." Gumam Nadira.


"Baiklah nyonya saya akan segera kembali nanti setelah bicara dengan tuan muda."


Nyonya dan tuan Fei tersenyum manis melihat Nadira pergi, keduanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak muda zaman sekarang.


Disisi lain Nadira dengan pelan duduk disamping William dengan kursi lipat yang sama.


"Kenapa kemari," ucap William datar.


"Tuan muda apa saya berbuat salah? Kenapa anda tidak bicara sama sekali pada saya."


"Nadira bisakah kau tidak berhubungan lagi dengan pria yang bernama Rendy?"


"Kenapa tuan muda? Saya tidak pernah mencampur adukkan masalah pribadi dengan kantor."


"Kau akan tahu jawabannya nanti setelah turun dari gunung ini."


Jelas Nadira bingung kenapa harus turun dari gunung itu terlebih dahulu baru ia tahu jawabannya.


"Baiklah tuan muda tapi untuk sekarang tolong jangan marah karena kita memiliki tujuan penting kemari."


"Baiklah tapi ada syaratnya."


"Katakan tuan muda."


"Berikan ponsel mu."


Nadira langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada William, pria itu mengambil ponsel Nadira lalu menyalakan mode pesawat.


"Jangan ubah sebelum aku mengizinkan mu."


"Baik tuan muda."


"Baiklah ayo rakit tenda kasihan Lisa mengerjakannya sendiri," ucap William.


Nadira tersenyum lalu mengangguk, keduanya kembali mendekat ketempat mendirikan tenda lalu Nadira mengangkat jempol pada tuan dan nyonya Fei.