
“Tapi kalau bukan kayak gini, jadi tidak seru dong :v” – Ucap Azran
Grrrhh!! Aku menggertakkan gigiku, kesal dengan tingkah lakunya. Aku mendorong tubuhnya dan merogoh saku bajuku, aku mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya kepada Azran.
“Ini uangnya, sekarang biarkan aku pergi dan membawa gadis ini” – Ucapku
“Sejak kapan kau mempunyai uang sebanyak ini dari hasil memungut sepatu? Atau kamu mempunyai pekerjaan lain? Atau jangan bilang kalau kamu open bo? “ – Tanya Azran
Aku memukul wajahnya karena geram, pukulanku berhasil mengenai salah satu pipinya. Bisakah dia diam saja dan membiarkanku membawa Lyra pergi?! Banyak bacot jadi manusia! Mati aja kek lu, anying!
“Ahahaha, maaf. Aku penasaran dengan pekerjaanmu, kudengar kamu bekerja sebagai pengawal gadis itu. Ini pasti akan lebih menyenangkan” – Ucap Azran
Azran memang pintar memancing emosi seseorang, kali ini aku tidak akan terpancing lagi dengan perkataannya. Aku mengabaikannya dan segera membawa Lyra keluar dari ruangan itu, Azran melambaikan tangannya tanda perpisahan. Aku memutar bola mata malas dan segera beranjak pergi.
“Dasar Azran keparat! Karena dia, Lyra dalam bahaya! Lyra tidak terluka kan? Jika Lyra terluka, apa yang harus kukatakan pada pak Andrian tentang putrinya yang terluka” – Gumamku
Aku mendudukkan Lyra di tanah dan menyandarkan tubuhnya ke dinding, aku ingin mengecek apakah dirinya terluka atau tidak. Aku membersihkan bercak darah yang ada di beberapa bagian tubuhnya dengan perlahan agar Lyra tidak terbangun.
“Ah, ternyata hanya bercak darah yang ditempelkan ditubuhnya. Tidak ada luka ditubuhnya, syukurlah Azran hanya bermain-main denganku, suatu saat aku pasti akan membunuhnya! “ – Gumamku
Kesadaran Lyra mulai kembali, kedua matanya terbuka secara perlahan. Membuatku panik, namun segera bersikap normal di hadapannya. Aku melemparkan senyumanku padanya, berharap Lyra merasa tenang dengan kehadiranku.
“P-pergi kau, brengsek! Ka-kau!? Kau monster!!” – Teriak Lyra
Lyra melempar tatapan jijik kepadaku, aku tidak pernah melihat tatapan ini dari gadis yang kusukai. Aku merasa sedih, dadaku terasa sesak. Apakah aku terlihat seperti monster di matanya?! Aku termenung, tanpa kusadari Lyra telah berlari menjauh dariku. Aku hanya diam dan membiarkannya, aku bertanya-tanya tentang dirinya yang bersikap aneh padaku.
“Apa yang telah terjadi padanya?! Bukankah kami dulu sangat dekat?! Apa yang membuatnya menjadi seperti itu?! Bahkan dia merasa jijik denganku?! Apa yang harus kulakukan sekarang?!” – Teriakku
Aku merasa sangat marah pada diriku sendiri, aku memukul dinding dan darah mulai bercucuran dari tanganku. Air mataku mulai mengalir, aku menangis dalam diam.
...• ~ • ~ •...
...• Lyrandra POV •...
Aku berlari sekencang mungkin, menjauhi laki-laki itu. Aku menoleh ke belakang, laki-laki itu tidak mengejarku lagi. Aku menghela nafas panjang, aku tak menyangka dengan apa yang telah kulihat darinya di sebuah gang kecil itu.
“Aku pikir dia adalah laki-laki yang baik, ternyata dugaanku salah. Wajahnya saja yang tampan, tapi akhlaknya minus” – Gumamku
Aku memegang leherku yang terasa sakit, sepertinya aku pingsan saat berlari tadi. Jangan bilang bahwa laki-laki itu yang berhasil membuatku pingsan, lalu ingin melakukan sesuatu terhadapku?!
“Argh! Gila mereka semua! Aku harus berhati-hati dengan semua laki-laki didunia ini, semua laki-laki sama saja!!” – Teriakku
Aku berjalan terhuyung-huyung, kepalaku mulai terasa sakit. Terbayang wajah remaja laki-laki itu di pikiranku, aku langsung menepis pikiranku itu. Dia bukanlah laki-laki yang baik, tidak seharusnya aku menguntitnya seperti orang gila. Begitu bodohnya aku, jika seseorang baik padaku maka aku pun tak segan untuk mencari tahu tentangnya.
...“Akhirnya aku menemukanmu, Lyra”...
Suara yang berat menandakan bahwa dia seorang laki-laki, aku mengedipkan kedua mataku berkali-kali agar aku bisa melihat lebih jelas. Tubuhku terasa diangkat dan digendong oleh pria itu, samar-samar kulihat wajah yang tak asing bagiku.
“Kak?? “ – Tanyaku
“Tidurlah, aku akan membawamu ke rumah” – Ucapnya
Kesadaranku mulai menghilang dan aku tak sadarkan diri, pria itu hanya tersenyum dan membawaku ke rumah.
Setelah sampai di rumah, ayahku telah berdiri tepat di pintu masuk. Ayahku terlihat khawatir, begitu beliau melihatku bersama pria itu. Ayahku langsung berlari ke arah kami, dia segera menyuruh pria itu untuk membawaku ke kamarku, pria itu pun menganggukkan kepala tanda paham dan langsung melaksanakan perintah dari beliau.
Dari kejauhan, terlihat seorang laki-laki remaja berdiri tak jauh dari gedung itu, dia berusaha untuk bersembunyi dibalik dinding. Remaja itu tersenyum tipis saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
“Lyra digendong oleh seorang pria yang tak lain adalah Bodyguard Lyra, bahkan pak Andrian menyuruh Bodyguard itu untuk mengantarkan Lyra ke kamarnya. Sepertinya memang benar jika aku telah digantikan oleh Bodyguard itu, aku memang tidak bisa diandalkan” – Gumam Laki-laki itu
Laki-laki itu mengalihkan pandangannya dari mereka, dia bersandar pada dinding yang ada di belakangnya. Laki-laki itu merasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.
“Hei, bocah! Keluar kau! Aku tahu kau berdiri di sana! Cepat keluar! “ – Teriak Seseorang
Suara seseorang itu membuatnya terkejut, dia segera melangkah mundur. Namun kakinya tak sengaja menginjak sesuatu, remaja itu langsung menoleh ke belakang. Seorang Bodyguard yang dia amati sejak tadi sudah berdiri di belakangnya, Bodyguard itu tersenyum ke arahnya.
“Hai, tuan. Bukankah anda Bodyguard pribadi Lyra? Kenapa ada di sini? “ – Tanya Bodyguard itu
“Ah, a-aku hanya...” – Ucapnya gugup
“Apa kau diberhentikan oleh Pak Andrian?” – Tanya Bodyguard itu
“Eh?! Bagaimana anda bisa tahu- “ – Tanyanya
“Aku hanya menebak, bocah! Sepertinya kamu tidak diberhentikan, tapi hanya diistirahatkan. Tidak mungkin pak Andrian memberhentikan bocah sepertimu, kamu mempunyai kelebihan dalam bidang bertarung” – Ucap Bodyguard itu
“Hah?! “ – Tanyanya
Bodyguard itu segera menarik salah satu tanganku dan mengajakku untuk duduk di salah satu kursi yang telah disediakan tepat di depan gedung itu. Kami duduk bersampingan, menatap cuaca malam yang indah.
“Hei, aku belum tahu namamu. Siapa namamu? “ – Tanya Bodyguard itu
“Namaku? Kau tanya tentang siapa namaku? Beri tahu namamu lebih dulu dan apa hubunganmu dengan Lyra? Apakah kalian memiliki hubungan istimewa?!” – Tanyaku
“Astaga, ternyata kamu telah melihatku saat menggendong Lyra ya? Sensitif sekali kau, pacarnya Lyra ya? Hahaha, dasar anak zaman sekarang. Cinta monyet, hihihi” – Ejek Bodyguard Itu