My Bodyguard Knows My Secret

My Bodyguard Knows My Secret
• Chapter 30 •




“Cukup! Itu urusanku dengan anakku, kau tidak perlu ikut campur! Kau hanya perlu mengabaikannya saja, anggap saja itu tidak pernah terjadi. Aku melakukan itu demi kebaikan putriku!” – Jawab Pak Andrian


“Untuk kebaikan putrimu?! Anda salah besar, Pak! Bukan kebaikan yang akan ia dapatkan, tapi keburukan! Putri anda akan mengalami gangguan mental, apakah anda tidak merasa kasihan putri anda sendiri?!” – Tanya Alvan


“Kau tahu seberapa mengerikannya dia yang sekarang, anak itu hampir membunuh ayahnya sendiri! Ditambah dengan Andra yang sering merasuki tubuh Lyra agar ia bisa membunuhku, Lyra pun ia hasut agar dia membenciku!” – Bentak Pak Andrian


“Bukankah itu karena kesalahan anda sendiri? Andra hanya ingin membalas dendam akan apa yang telah anda lakukan padanya, balas dendam seorang anak. Itu salah sanda sendiri, Pak” – Ucap Alvan


“Apa?! Apa maksudmu?! Jangan sembarangan menuduhku!” – Sergah Pak Andrian


“Oh, ya? Rupanya anda tidak pandai berbohong, ya? Aku telah mengetahui semua hal yang ada sembunyikan selama ini” – Ucap Alvan


“K-kau?! Memangnya apa yang kau tahu tentangku, hah?!” – Bentak Pak Andrian


“KDRT, melakukan perdagangan ilegal, dan yang lebih parah adalah...


Anda telah membunuh keluarga kecil anda sendiri, istri dan anak anda


“A-apa?! T-tidak mungkin?!” – Teriakku


Mereka menoleh ke arah pintu, aku langsung menampakkan diriku di hadapan mereka. Amarahku mulai memanas, aku mengepalkan kedua tanganku karena geram. Aku berlari masuk tanpa permisi dan melayangkan sebuah pukulan tepat pada wajah Pak Andrian hingga ia terpental, aku berjalan menghampirinya dan menarik kerah bajunya.


“Keluarga kecil?! Keluarga kecil Lyra?! Keluarga Lyra adalah keluargaku juga! Ibu Lyra meninggalkan karena kau, brengsek?! Kau bukanlah keluargaku! Mati kau!” – Teriakku


Aku menghajar beliau tanpa ampun, aku tak bisa lagi menahan gejolak emosi dalam diriku. Ayah Lyra yang tak pernah kulihat sosoknya saat aku kecil bersama Lyra, sosok ayah yang selalu ibu Lyra sembunyikan dariku. Ternyata sosok monster gila ini, aku merasa sangat marah setelah mengetahui kebenaran akan hal ini. Hingga Alvan mencoba untuk menahan kedua tanganku dan memintaku untuk berhenti.


“Cukup, Alvaro! Jangan sampai kau membunuhnya, dia masih membutuhkannya agar dia bersaksi di pengadilan nanti. Kau pulanglah dan jaga Lyra, aku yang akan mengurus sisanya” – Ucap Alvan


Aku langsung mendorong tubuh Pak Andrian yang terkulai tak berdaya, dia telah pingsan. Aku mencoba untuk menenangkan diri dan berusaha menerima kenyataan akan hal ini, pantas saja Lyra tak pernah menceritakan penyebab kematian ibunya. Seakan-akan Lyra dipaksa untuk tutup mulut agar tidak diancam oleh pelaku yang ada di hadapanmu ini.


Aku menyimpulkan bahwa kematian ibu Lyra ada hubungannya dengan Andra, sang jiwa yang merasuki tubuh Lyra.


“Alvaro, sejak kapan kau ada di sini? Apa saja yang telah kau dengar dari kami?” – Tanya Alvan


“Aku berada di sini sejak kalian membicarakan tentang pekerjaan, lalu bagaimana bisa kau mengetahui semua hal yang kau sebutkan tadi?” – Tanyaku


Aku mengangguk paham, aku akan meminta penjelasan pada Carel. Dia tahu segalanya karena dia adalah bodyguard pertama yang direkrut oleh Pak Andrian, orang kepercayaan pertamanya. Aku beranjak pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Alvan yang sedang menunggu kesadaran Pak Andrian. Aku berjalan cepat menuju ruangan kesehatan, di dalam sana terlihat Carel sedang duduk terdiam di atas ranjangnya. Aku langsung masuk dan menepuk salah satu pundaknya, dia terkejut dan menoleh ke arahku.


“Alvaro?! Astaga, dari mana saja kau?! Di mana Lyra?! Bagaimana keadaannya?!” – Tanya Carel Khawatir


“Tenanglah, jangan khawatir. Dia baik-baik saja, dia aman bersamaku. Apakah kau bisa berdiri sekarang? Kita harus segera pergi dari sini!” – Ajakku


“Aku bisa berdiri, aku ingin menemui Lyra! Tolong antarkan aku padanya!” – Ucap Carel


“Baiklah, aku akan mengantarkanmu padanya. Tapi setelah itu, aku ingin meminta penjelasan darimu tentang aktivitas gelap di gedung ini” – Ucapku


“Huh, sepertinya telah tiba waktuku untuk bercerita padamu karena kamu termasuk anggota penting dalam gedung ini. Tapi aku juga akan meminta kisah masa lalumu dengan Lyra” – Pintanya


Aku mengangguk setuju, kami sepakat untuk saling berbagi kisah dan penjelasan. Kami segera keluar dari gedung dan berlari menuju rumahku, kuharap Lyra baik-baik saja. Aku sempat merasa khawatir, bagaimana jika para bodyguard yang lainnya mengetahui keberadaan Lyra. Tapi kuharap, itu tidak terjadi.


Akhirnya kami telah sampai di halaman rumahku, aku mengatur nafasku seraya mengamati sekelilingku. Semua terlihat baik-baik saja, bahkan jemuran yang berada di halaman rumahku telah di penuhi dengan pakaian milikku yang tak sempat kucuci, pasti Lyra yang mencucikannya untukku. Aku menghela nafas lega dan berjalan menuju pintu masuk, aku memegang gagang pintu dan membukanya secara perlahan.


“Lyra, aku pulang! ” – Ucapku dengan setengah berteriak


Sunyi, tak ada jawaban dari dalam. Aku segera masuk diikuti oleh Carel, aku mengedarkan pandanganku ke seisi rumah. Aku tidak menemukan keberadaan Lyra, semangkuk sup yang telah kuletakkan di atas meja dapur pun sudah tidak ada. Piring-piring kotor yang bertumpuk memenuhi wastafel pun tak ada, rumah terlihat lebih bersih dari sebelum aku meninggalkan Lyra di rumah ini. Tapi tetap saja aku belum menemukan keberadaan Lyra di rumah ini, aku mulai dihinggapi perasaan panik dan khawatir.


“Alvaro, di mana Lyra? Kenapa aku tidak melihat Lyra di sini?” – Tanya Carel


“Carel, sepertinya Lyra menghilang” – Jawabku


“Apa?! Kau bercanda?! Bagaimana bisa?!” – Tanya Carel setengah berteriak


“Maaf, aku meninggalkannya sendirian di sini” – Jawabku


Kami berpencar untuk mencari keberadaan Lyra dan sesekali meneriaki namanya, berharap dia bisa mendengar kami. Kami mencarinya di sekitar rumah, tapi hasilnya nihil. Kami bahkan tak menemukan petunjuk ke mana Lyra pergi, kami hanya memiliki dua perkiraan. Pertama, Lyra telah ditangkap oleh para bodyguard dan membawanya ke gedung untuk menghadap pada Pak Andrian. Kedua, Lyra melarikan diri entah pergi ke mana.


Kami memutuskan untuk kembali ke gedung, keadaan di sana masih sama. Kami langsung pergi ke lantai teratas, tempat Pak Andrian berada. Kami sempat mengalami kesulitan karena dihalangi oleh para bodyguard yang telah sadarkan diri, dengan mudah kami membasmi mereka semua. Akhirnya tibalah kami di sana, terlihat Alvan yang baru saja keluar dari ruangan Pak Andrian dan berjalan membelakangi kami. Aku berteriak memanggil namanya, dia memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.