My Bodyguard Knows My Secret

My Bodyguard Knows My Secret
• Chapter 13 •




“Jangan menertawakanku!” – Teriak Lyra


“Hahaha, maaf. Ini, di lap ingusmu” – Ucapku


Aku memberikan setumpuk tisu kepadanya, dia mengambilnya dengan rakus dan langsung membersihkan ingusnya. Pandangan orang lain kepada kami mulai menghilang dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, aku tersenyum tipis saat melihatnya terlihat lega setelah mengeluarkan unek-uneknya.


“Terima kasih, tolong jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun. Karena kamu adalah teman pertamaku, jadi aku percaya padamu” – Ucap Lyra


Aku menganggukkan kepala, Lyra menyudahi pertemuan kami karena ia harus segera pulang sebelum matahari tenggelam. Lyra melambai sebagai salam perpisahan, aku membalas lambaiannya dan melihatnya berjalan semakin jauh meninggalkanku.


“Aku takut jika terjadi sesuatu pada Lyra, aku akan membuntutinya hingga sampai di rumahnya” – Gumamku


Aku membuntutinya dari belakang, aku harap dia tidak menyadari keberadaanku.


...• Lyrandra POV •...


Aku berjalan kaki untuk pulang ke rumah, melewati gang sempit dan matahari mulai tenggelam. Membuat gang sempit itu terlihat menakutkan, aku mempercepat langkahku. Terdengar suara langkah kaki seseorang, aku merasa curiga jika seseorang sedang mengikutiku. Aku berbelok ke gang sempit lainnya dan terus mempercepat langkahku, namun seorang anak kecil sedang menaiki sepeda dengan cepat mendahuluiku.


“Nak! Berhenti!!” – Teriak Seseorang


Aku menoleh ke belakang, seorang pria berlari ke arahku. Sepertinya dia anaknya, aku langsung berlari mengejar anak itu dan berhasil menangkap bagian belakang sepedanya. Membuat sepeda itu berhenti, anak kecil itu tertawa riang. Anak kecil itu merentangkan kedua tangannya, pertanda ingin digendong. Aku segera menuruti kemauan anak kecil itu dan menggendongnya, aku menoleh ke belakang.


“Laila!” – Teriak Pria itu


Pria itu berlari menghampiriku, dia mengatur nafasnya dan menatap ke arahku. Aku memberikan anaknya dan dia segera menggendongnya, anak kecil itu tak berhenti tertawa. Anak kecil itu berpikir bahwa tadi adalah hal yang menyenangkan, aku hanya tersenyum melihat kelucuan anak perempuan ini.


“Terima kasih telah menolong adikku” – Ucap Pria itu


“Adik? Bukankah dia anakmu? Kamu memanggilnya ‘nak’ tadi” – Ucapku


Pria itu tercengang, terkejut dengan apa yang baru saja aku katakan. Tapi aku yakin jika aku benar-benar mendengar pria itu memanggilnya dengan sebutan ‘nak’, pria itu menggaruk belakang kepalanya. Aku menatap lekat pria itu, dia memakai seragam anak SMA.


“Terlihat dari pakaian yang bapak pakai, bapak masih SMA?” – Tanyaku


“Bu-bukan, eh! Iya, eh-“ – Jawabnya Ragu


“Tidak ada yang perlu bapak sembunyikan, rahasia bapak aman bersamaku” – Ucapku


Pria itu, maksudku laki-laki itu menghela nafas dan memeluk erat anak perempuan yang berada di gendongannya. Lalu pandangan laki-laki itu mengarah padaku dan aku hanya menatapnya dengan tatapan bingung.


“Baiklah, aku menyerah. Aku masih SMA yang telah memiliki seorang anak perempuan” – Ucap laki-laki


“Sudah kutebak, lahir di luar nikah? “ – Ucapku


“Ucapanmu tidak sopan! “ – Tegasnya


“Ma-maaf, aku hanya-“ – Ucapku Gugup


“Aku pergi, sampai jumpa! “ – Pamitnya


Laki-laki itu berjalan meninggalkanku, aku hanya terdiam dan menatap punggung mereka yang semakin menjauh. Tak lupa, anak perempuan itu sedari tadi melambaikan tangan ke arahku sambil tersenyum. Membuat hatiku merasa sedikit senang, bapaknya tidak ramah.


“Bapaknya tidak ramah, bintang satu” – Ucapku


“Bagaimana denganku, sayang? Aku dapat bintang berapa? “ – Tanya Seseorang


“P-pergi kau!! Kenapa kau ada di sini?! Menjauhlah dariku!!” – Teriakku


“Aku di sini itu bukan urusanmu, sayang. Bisakah kau layani aku malam ini? “ – Tanyanya


Aku berusaha untuk berdiri dan langsung berlari dengan sekuat tenaga, menjauh dari pria itu. Pria itu ikut berlari mengejarku dengan wajah gilanya, aku terus berlari hingga aku tak melihat jalan dan aku langsung terjatuh karena salah satu kakiku tersandung.


“To-tolong aku!!” – Teriakku


...• ~ • ~ •...


...• Alvaro POV •...


Aku terus menelusuri gang sempit, mencari keberadaan Lyra yang tak kunjung muncul. Ke mana gadis itu?! Apa mungkin dia telah diculik? Argh! Jangan berpikir seperti itu, mungkin saja dia telah pulang ke rumahnya. Tiba-tiba handphone milikku berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk. Aku segera mengambil handphone dari dalam tas dan membuka isi pesan itu.


• Carel Geblek •


Alvaro, di mana Lyra? Kenapa dia belum pulang ke rumah? – Caleb


Lyra sedang bersamaku, suasana hatinya sedang buruk. Tolong biarkan dia bersamaku sejenak, dia ingin memperbaiki suasana hatinya – Alvaro


Karena masalah sekolah? Baiklah, aku titip Lyra padamu. Tolong jaga dia dengan baik – Carel


Tentu saja, aku adalah Bodyguard Lyra – Alvaro


Pesan pun berakhir, aku terpaksa berbohong pada Carel karena takut ia akan khawatir dengan Lyra, tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang yang membuatku hampir melempar handphone.


Aku segera berlari ke arah suara dan aku melihat Lyra yang sedang ditahan kedua tangannya oleh beberapa orang, sosok pria yang tak asing bagiku sedang berdiri di hadapan Lyra. Ku lihat wajah Lyra yang ketakutan, bahkan wajahnya berubah menjadi pucat pasi.


“Jangan sentuh Lyra, brengsek!!” – Teriakku


Aku langsung menendang tepat dikepala pria itu dan berhasil mengenainya, pria itu terpental jauh. Dia tersenyum licik ke arahku dan kembali berdiri, dia mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya.


“Sudah kuduga, pahlawannya akan datang menyelamatkan gadis pujaan hatinya” – Ucap Pria itu


“Lepaskan dia, brengsek!!” – Bentakku


Dia menjentikkan jarinya, keluarlah orang-orang bermasalah dari berbagai penjuru. Aku mengepalkan kedua tanganku, ternyata ini jebakan. Yang membuatku muak adalah saat melihat bocah kecil berkacamata tersenyum ramah ke arahku, ditemani dengan orang-orang yang sebagai pelindung baginya.


“Alvaro, seorang laki-laki remaja yang kuat. Pintar meniru gerakan dan mantan ketua dari sebuah crew ternama, bergabunglah dengan kami jika kamu ingin gadismu selamat” – Tawarnya


“Aku pensiun, bangsat!! Aku tidak mau bermain-main dengan crew gila itu, berhentilah mengganggu kehidupanku” – Tegasku


Aku berlari untuk menghajar mereka, namun tak kusangka mereka lebih kuat dariku. Siapa mereka sebenarnya?! Kenapa mereka sangat ingin mengajakku untuk bergabung?! Aku lelah menjadi budak dari orang bodoh seperti mereka, aku menoleh ke arah Lyra yang terlihat ketakutan.


“Tujuan utamaku hanya untuk menolong Lyra dan bukan untuk bertarung, aku harus segera membawa Lyra pulang dengan selamat” – Gumamku


Aku tak bisa bergerak dengan bebas dengan pakaianku yang seperti wanita ini, memakai rok dan bercelana panjang. Aku terus menerima pukulan mereka, membuat Lyra tak berhenti meneriaki nama samaranku.


“Ava(Alvaro) !!! Tolong hentikan!! Dia seorang wanita! Jangan pukuli dia!! Pukul aku saja!!” – Teriak Kyra


Kepala Lyra langsung dipukul sesuai apa yang baru saja ia katakan, membuatku marah.