My Bodyguard Is My Doctor

My Bodyguard Is My Doctor
Berakhir Tragis



Merasa semakin aneh dan tidak nyaman karena perlakukan Nirma, Aurel mencoba mengingat bagaimana alur dari cerita ini termasuk endingnya. Namun ia lupa entah karena sudah banyak novel yang ia baca atau memang secara otomatis ia akan lupa alurnya karena berada dalam cerita tersebut.


“Arghhhh,” jerit Aurel karena tidak berhasil mengingat kelanjutan alur cerita ini. “Aku tidak boleh terus-terusan tertindas, makanya aku perlu tau alur cerita ini.”


Aurel memutuskan untuk kembali ke toko buku, mencari novel yang saat ini ia berada di dalamnya atau sekedar mencari inspirasi agar mengingat kelanjutan alur kisah Aurel. Tentu saja Aurel kembali pergi dalam penyamaran agar tidak ada yang mengenalinya. Ditemani oleh Pras, Nirma menolak ikut. “Aku enggak ikut, enggak tertarik ke toko buku. Jadi aku di rumah, Pras pastikan keamanan Aurel,” titah Nirma.


Pras hanya mengangguk, pria itu yakin kalau Nirma tidak ikut bukan karena tidak tertarik tapi merencanakan sesuatu. Apalagi kalau bukan akan berduaan dengan Reka.


Yang diprediksi oleh Pras ternyata benar, saat mobil yang membawa Aurel sudah meninggalkan rumah, Nirma segera menghubungi Reka agar segera datang karena Aurel tidak ada di rumah. Tiga puluh menit kemudian, mobil Reka sudah terparkir pada carport rumah Aurel.


Nirma menyambut kedatangan Reka, mereka berpelukan dan saling memagut bahkan tanpa mengunci pintu. Keduanya memadu kasih layaknya pasangan yang lama memendam rindu.


Sedangkan Aurel yang berada di dalam mobil, masih mencoba mengingat kelanjutan alur cerita ini. Hufttt, menghela nafasnya membuat Pras menatap ke arahnya melalui rear-vision mirror.


Aurel melangkah memasuki toko buku tentu saja dengan kacamata dan maskernya.  Pras mengikuti setiap langkah Aurel yang berjalan ke sana ke mari. Sesekali Aurel mengambil sebuah buku lalu meletakannya kembali, begitu terus.


"Cari buku apa?" tanya Pras. Aurel menggelengkan kepala, "Bukan buku, Bang. Novel, aku cari novel," jawab Aurel masih fokus pada rak berisi banyak novel dihadapannya.


Pras berdiri disebelah Aurel, meraih salah satu buku novel. "Judulnya?" tanya Pras. "Aku enggak tau judulnya apa, udah lupa. Udah lama bener terakhir baca," jawab Aurel.


"Ceritanya tentang apa?"


Aurel yang sedang membaca ringkasan cerita yang ada dihalaman belakang setiap buku novel menoleh pada Pras, tidak mungkin ia menjawab cerita tentang kisah dirinya atau menjawab cerita tentang kita karena saat ini kita berada dalam sebuah kisah novel.


"Ya, mirip-mirip dengan kisah aku. Kisah cinta new idol," jawab Aurel sambil tertawa. Kini keduanya tenggelam dalam tumpukan buku novel. Bahkan mereka sepakat membagi area, tumpukan dan rak berbagai jenis judul novel telah dibaca sinopsis dan deskripsinya namun tidak menemukan sesuai yang disampaikan Aurel.


"Di area aku enggak ada, banyaknya novel action dan misteri. Ujung-ujungnya pemeran wanitanya meninggal, sad ending," ujar Pras pada Aurel.


Buku yang sedang dipegang Aurel terlepas dari genggaman tanganya dan mendarat di lantai. Masih terpaku dengan posisinya saat ini membuat Pras mengambil buku yang terjatuh dan mengembalikannya di rak.


"Nona Aurel," panggil Pras namun tidak ada jawaban. "Aurel," panggilnya lagi, akhirnya Pras menepuk bahu Aurel membuat gadis itu terkejut dan menoleh pada Pras.


"Aku ingat akhirnya," ucap Aurel.


Pras hanya mengernyitkan dahinya, bingung. Saat Pras mengatakan banyaknya cerita yang berakhir menyedihkan dan pemeran wanita yang berakhir meninggal, tiba-tiba Aurel seakan mengingat lembaran terakhir novel tentang kisah hidupnya yang pernah dibaca.


Akhir kisah hidup Aurel berakhir tragis, ditemukan terbunuh di kamarnya. Bahkan kepolisian tidak bisa mengungkap siapa yang melakukan hal tersebut.


Tidak ada bukti dan petunjuk yang dapat mengungkap kematiannya. Kekasih dan asisten yang tidak sedang bersamanya terbebas dari kesaksian.


Sungguh malang nasib Aurelia, idola baru yang sedang naik daun namun karirnya hancur karena kematiannya.


Paragraf itu terbayang dipikirannya, ternya Aurel akan bernasib seperti itu.


Bagaimana denganku, kalau Aurel akhirnya meninggal, apa aku bisa kembali ke tubuh asalku? atau menghilang bersamaan dengan berakhirnya cerita ini.


Berbagai pertanyaan dibenak Aurel membuatnya melamun sampai Pras menyentuh bahunya membuatnya tersadar.


"Aku sudah ingat, akhir semua ini. Hidupku berakhir dengan tragis, aku akan mati."


_______


Jangan lupa jejaks ya 😊🥰