
Melewati kamar Nirma, Aurel mendengar suara Nirma dan suara seseorang. Artinya Nirma tidak sendiri. Mendekat pada pintu yang ternyata tidak tertutup rapat, Aurel semakin yakin dengan suara seseorang tersebut. Suara yang sangat ia kenal, suara Reka kekasihnya.
Aurel sudah berada di depan pintu kamar Nirma, bahkan ia memastikan fungsi telinganya untuk memastikan apa yang ia dengar, suara-suara aneh itu makin nyata. "Sebenarnya mereka sedang apa, kenapa suaranya aneh begitu?" batin Aurel.
"Oh, Reka... faster please."
"As your wish, honey."
Aurel mendorong pintu itu hingga terbuka sedikit lebih lebar lalu melangkah masuk. Menyaksikan apa yang terjadi pada Nirma dan Reka. Tubuh kedua orang itu polos tanpa sehelai benang pun dan posisi Reka menindih erat pada tubuh Nirma.
Nirma tidak merasakan sakit terhadap perlakuan Reka, sesaat otak Aurel buntu dalam berfikir. "Apa ini yang disebut ber*cinta?" Batin Aurel. Lalu menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak bersuara, tubuh kedua manusia itu sangat rapat bahkan mereka tidak mengetahui bahwa ada Aurel yang menyaksikan.
Aurel berbalik dan bergegas meninggalkan kamar Nirma. Dengan kondisi kakinya yang masih cedera ia berjalan cepat meski masih terseok-seok. Sampai di kamar, merebahkan tubuh dengan bantal yang menjadi saksi kesedihannya. Ternyata Nirma dan Reka bukan hanya ingin mencelakainya tapi mereka juga mengkhianati Aurel.
Aurel masih berharap akan merubah pola pikir kedua orang itu hingga akan membatalkan rencana jahatnya. Namun melihat hubungan di belakang Aurel sudah seintim itu, sepertinya ide Aurel tidak akan berhasil.
Saat masuk ke tubuh ini aku sangat bahagia, dunia seakan berada dalam genggamanku, dengan wajah cantik, terkenal dan Reka sebagai kekasihnya. Pastilah Aurel sangat bahagia. Namun kenyataannya tidak, bahkan dalam keadaan sakit aku hanya ditemani oleh Pras.
Teringat kembali alur cerita kisah ini, Nirma yang berhasil membuat Aurel menandatangani semua berkas asuransi dirinya. "Tidak, aku tidak akan tanda tangan. Kita akan mulai merubah alur cerita, aku yang akan pegang kendali. Kalian hanya akan mendapatkan kekecewaan," ujar Aurel.
"Aku sudah menganggap kamu benar- benar saudari ku namun malah menusuk dari belakang. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu, Nirma," gumam Aurel, "kamu hanya mempermalukan para pengasuh kita karena gagal mendidik kamu."
Aurel mengingat juga pernyataan Pras mengenai Reka.
"Reka tidak mencintaimu dan kamu harus hati-hati."
Aurel menghela nafas setelah isak tangisnya berhenti, "Ngapain juga aku harus nangis karena dua orang enggak guna itu."
"Jadi mereka benar-benar mau buat aku celaka, pokoknya aku harus buat kisah ini tidak berakhir tragis dan memastikan mereka menyesal."
Awal mulai drama cinta segitiga ini adalah saat Aurel bertemu Reka pertama kali dalam sebuah acara. Di sana Aurel mengisi acara dan Reka sebagai host tamu. "Aurel ya, aku suka lagu kamu, suara kamu juga bagus," puji Reka saat mereka berada diback stage setelah acara berakhir.
"Terima kasih," ucap Aurel sambil tersenyum. "Reka," ucapnya sambil mengulurkan tangan, "kita ‘kan belum kenalan secara resmi," ujar Reka. "Owh, oke. Aku Aurelia." Sambil menyambut uluran tangan Reka. Pertemuan mereka berikutnya saat Aurel dan Reka mendapatkan tawaran membintangi iklan minuman penyegar.
Reka dan Aurel semakin dekat setelah proses shooting tersebut, komunikasi mereka yang semakin intens dan sering bertemu. Tanpa Aurel ketahui bahwa Reka memiliki banyak hutang karena gaya hidupnya. Ia mendekati Aurel hanya untuk memanfaatkan gadis itu.
"Aku mendekati Aurel untuk mengenal kamu, aku tertarik dengan kamu, bukan Aurel," ujar Reka menggoda Nirma
"Kamu pikir aku akan percaya." Tidak mudah meyakinkan Nirma, siapa yang tidak kenal dengan Reka. Model tampan yang dikenal playboy, di mana sering masuk pemberitaan dengan wanita yang berbeda-beda, Nirma awalnya tidak merespon Reka. Namun, Reka dengan gigih terus mendekati Nirma tanpa diketahui Aurel yang akhirnya membuat Nirma luluh.
Nirma menyukai Reka, saat pria itu sedang dekat dengan Aurel atau berada dalam kegiatan yang sama, Nirma akan sangat cemburu. Keduanya pun menjalin cinta tentu saja dibelakang Aurel. Nirma benar-benar jatuh hati pada Reka, sampai tertutup mata hatinya dan tidak menyadari bahwa Reka sedang memanfaatkan dirinya dan Aurel.
Nirma semakin iri dengan kesuksesan Aurel juga mendapati informasi bahwa Reka sedang terlilit hutang, mereka berdua akhirnya sepakat untuk mencurangi keuangan Aurel. Namun, rencana tersebut tidak mudah sampai pada drama Reka bersandiwara bahwa ia mencintai Aurel. Kebencian pada Aurel membuat Nirma gelap mata hingga memutuskan menyingkirkan Aurel.
Bertempat di kamar Nirma, saat ini pasangan tersebut baru saja menyelesaikan percintaan panasnya yang tanpa mereka sadari Aurel sudah mengetahui kebusukan mereka. “Pastikan besok Aurel menandatangani semua pengajuan asuransinya, setelah itu kita bisa laksanakan rencana besar kita. Bujuklah dia, sayang. Jangan sampai gagal lagi,” titah Reka sambil menatap Nirma.
“Aku sudah mencobanya, tapi memang semakin ke sini Aurel sering membangkang. Tidak bisa diatur.”
“Tapi kamu harus sabar, jangan sampai dia mencari asisten baru. Bisa gagal rencana kita,” sahut Reka. Nirma meraih pakaiannya, setelah berpakaian lengkap ia berjalan menuju pintu. “Kok terbuka ya, perasaan tadi sudah aku tutup,” ujar Nirma melihat pintu kamarnya setengah terbuka. Ia segera keluar dan melihat sekeliling, lampu-lampu yang sudah ia matikan masih dalam keadaan gelap.
“Mungkinkah Aurel turun? Tapi kakinya masih sakit, anak manja itu tidak mungkin berani turun.”
Nirma kembali ke kamar dan menutup pintunya rapat, “Reka, bagaimana jika Aurel mengetahui hubungan kita?” Reka yang memejamkan matanya dengan kedua tangan berada di belakang kepala, mengerjap dan menoleh pada Nirma.
“Apa maksudmu?”
“Ya, misalkan dia tau, bagaimana?”
Reka pun akhirnya bangun dari posisinya, bersandar pada head board ranjang, “Aurel sifatnya spontan, dia tidak akan menyimpan sesuatu yang mengganggu hatinya. Jika ia mengetahui hubungan kita, pasti dia sudah melabrak dan mencari kebenaran tentang hal ini. Kenapa kamu berfikir seperti itu?” tanya Reka heran.
“Entahlah, sepintas tadi aku merasa ... sudahlah, lebih baik kita tidur.”
“Kemarilah,” titah Reka menepuk sisi ranjang di sebelahnya. “Isirahat dan siapkan hatimu untuk membujuk Aurel mengikuti apapun yang diperlukan oleh kita.” Nirma yang sudah berada disisi Reka mengangguk, keduanya akhirnya terlelap tanpa mengetahui kebenaran.
Kebenaran bahwa yang saat ini berada dalam tubuh Aurel adalah Mia, Mia yang terbiasa menyimpan rapat perasaannya. Mia yang sudah terbiasa ditindas dan harus mengalah dengan saudara tirinya.