Merried Without Love

Merried Without Love
part 7



Lara benar benar menjaga jarak dengan ku, dia sama sekali tidak mau menyapa ku ataupun Yesi. Sehingga membuat Yesi marah, namun aku mencegah Yesi untuk membuat keributan dengan Lara.


"Belagu banget tu si Lara! Harusnya kalau dia memang teman yang baik pasti dia bakalan nolak tawaran si Putra! Tapi May, apa kamu yakin kalau mereka gak punya hubungan apa-apa?" Ujar Yesi.


"Aku yakin kok, nggak mungkin Putra bohong sama aku! Ya dah ayo kita ke perpustakaan cari buku untuk persentasi nanti." Balas ku.


*******(Di kelas Putra)*****


"Kamu ngapain ke sini? Kalau Maya tau gimana?" Ujar Putra cemas.


"Ngapain kamu takut? Ya tinggal putusin aja kok susah? Ingat ya Put, pertunangan kita 3 Minggu lagi, kalau kamu gak mutusin dia dalam waktu dekat ini aku akan bilang ke keluarga kita!" Balas Lara tegas.


"Kamu ngancam aku?" Balas Putra.


"Nggak! Perjodohan kita udah di tetapkan sejak dulu, aku selalu terima apa pun mau kamu, aku juga bebasin kamu untuk pacaran dengan siapapun kamu mau, tapi ingat dengan janji kamu kalau aku yang bakalan jadi satu satunya dalam hidup kamu! Kamu gak lupa kan?" Ujar Lara.


"Kamu tenang aja! Aku gak akan lupa! Udah lebih baik kita jangan ketemu kayak gini, aku gak mau Maya curiga!" Balas Putra.


"Oke, aku mau pulang! Nanti malam aku ke rumah kamu!" Ujar Lara dan pergi.


Putra terlihat sangat kesal dengan ucapan Lara tadi, karena dari lubuk hatinya dia sudah mulai benar benar menyukai Maya.


*****(Di perpustakaan)****


"May, kamu udah pernah di ajak Putra ke rumahnya?" Tanya Yesi.


"Belum sih! Lagian kami kan masih baru pacaran, aku juga belum kenalin Putra ke Mama." Balas ku.


"Iya juga sih! Baksos tinggal 3 hari lagi, kalian gak rapat?" Ujar Yesi.


"Besok kami rapat, sekalian ngumpulin apa aja yang mau di sumbangkan, kamu mau nyumbang gak?" Balas Ku.


"Iya mau, baju baju aku banyak di lemari yang udah gak di pakai, nanti aku kasih ke kamu ya." Ujar Yesi.


🌙🌙🌙


****(Di rumah Putra)****


"Ma, aku pergi dulu ya!" Ujar Putra.


"Loh kamu mau kemana? Nanti Lara ke sini!" Balas Mamanya Putra.


"Udah Mama aja yang sambut, lagian kan Mama yang mau dia jadi menantunya Mama!" Ujar Putra.


"Maksud kamu?" Balas Mamanya Putra.


"Udah lupain aja apa yang Putra bilang, ya udah kalau Lara datang bilang Putra ke rumah teman ya! Bye Ma!" Ujar Putra dan pergi.


******(Di rumah Maya)******


Putra ternyata datang ke rumah Maya, lalu Mira pun menyambut dan mempersilahkan Putra duduk, dan Mira pun memanggil Maya di kamar nya.


(Di kamar Maya)


"Kak, cowok kakak datang tuh! Dia udah di bawah!" Ujar Mira.


"Oh ya! Ya udah, makasih ya dek!" Balas ku.


Lalu aku pun turun ke bawah, karena sebelumnya Putra tidak memberi kabar kalau dia mau ke rumah.


"Kok tumben gak ngabarin dulu!" Ujar ku.


"Iya sayang! Aku mau kasih kejutan aja buat kamu! Mama kamu mana?" Balas Putra.


"Oh, Mama pergi ke luar kota nyusul Papa di sana! Jadi cuma aku dan Mira aja di rumah! Kamu mau minum apa?" Ujar ku


"Nggak usah! Aku mau ngajak kamu keluar, ya udah kamu ganti baju gih! Dandan yang cantik! Aku tunggu di sini!" Ujar putra senyum.


"Beneran? Ya udah tunggu ya! Gak lama kok!" Balasku senang.


Ternyata Putra membawa ku untuk makan malam romantis di restoran mewah.


"Wah, romantis sekali!" Ucapku kagum.


"Kamu suka! Aku sengaja udah siapkan semua ini untuk wanita istimewa seperti kamu!" Balas Putra yang memeluk ku dari belakang.


Aku sangat bahagia sekali, lalu putra menggeser kursi dan mempersilahkan aku duduk, kami makan malam dengan senyuman dan kebahagiaan, kami juga Senda gurau dengan berpegangan tangan.


Lalu Putra berdiri dan mengajak ku untuk berdansa dengannya.


Wajah kami sangat dekat, dan tubuh kami juga sangat dekat, sungguh aku sangat bahagia malam ini, karena Putra Sangat romantis sekali.


"I love you." Ujar Putra ke telinga ku.


"I love you too." Balas ku juga ke telinga Putra.


Tidak lama kemudian kami pun pulang ke rumah. Aku sangat bahagia malam ini.


*****(Di rumah Putra)*****


"Kamu dari mana aja?" Ujar Lara.


"Kamu masih di sini?" Tanya Putra kaget.


"Iya, aku nungguin kamu dari tadi, aku juga udah nelpon kamu tapi kamu gak angkat! Kamu kan tau aku mau ke rumah." Balas Lara kesal.


"Udah deh nggak usah lebay gitu! Aku dari rumah Maya! Kami habis dinner!" Balas Putra santai.


"Apa? Dinner kata kamu? Aku aja yang calon tunangan kamu gak pernah kamu ajak dinner!" Balas Lara lagi.


"Udahlah, kita kan akan menikah nantinya, kamu dan aku akan sama sama terus, jadi gak usah lebay! Lagian kita kan udah sepakat! Kamu juga boleh kok pacaran dengan siapapun!" Ujar Putra cetus.


"Hah! Jangan jangan kamu udah jatuh cinta sama dia! Jawab jujur!" Balas Lara kesal.


"Kalau iya kenapa? Cowok mana yang gak suka sama dia! Maya itu cantik, baik, polos! Cuma sayang aku udah terjebak dengan perjodohan kita!" Ujar Putra yang mulai kesal.


"Oh jadi kamu nyesal dengan perjodohan kita! Dengar ya Put, sampai kapanpun aku gak akan ngelepasin kamu, aku tuh cinta sama kamu! Aku juga yakin kamu cuma cinta sesaat dengan Maya!" Balas Lara.


"Udahlah, aku malas ribut! Takut Mama dengar, lebih baik kamu pulang!" Ujar Putra tanpa menoleh ke Lara.


Dengan kesal Lara pun pergi, dengan ucapan Putra tadi membuat Lara sedih dan membenci Maya.


******


Tiga hari kemudian....


Akhirnya kegiatan BakSos pun terlaksana, para mahasiswa yang jadi partisipan mulai menaiki bus. Putra dan Maya duduk bersama di dalam Bus, sehingga membuat Lara semakin kesal dan sedih.


Selama Baksos para Mahasiswa sangat sibuk dengan kegiatan sosial. Semuanya terlihat sangat bahagia.


Lalu malam harinya para mahasiswa pun balik ke Mes masing masing.


****(Di Mes cewek)****


"Aku mau ngomong sama kamu!" Ujar Lara kepadaku.


"Iya Lara ada apa?" Balas ku santai.


"Jauhi Putra! Dia gak baik untuk kamu!" Ujar Lara serius.


"Kamu kenapa? Sejauh ini Putra baik kok sama aku, malah dia romantis banget akhir akhir ini sama aku!" Balas ku.


"Dia udah tunangan! Percaya atau nggak itu terserah kamu." Ujar Lara dan pergi.


Dengar ucapan Lara tadi aku jadi kepikiran, apakah benar yang dia ucapkan atau salah. Lalu aku memutuskan untuk bertanya pada Putra besok.


Bersambung...