
Part 26 (Merried without love).
"Cewek tadi kenapa?" tanya Ku padahal udah tau.
"Gak tau, bikin risih aja, ntah darimana datangnya tiba-tiba godain Aku" jawab Dimas santai dan jujur.
Lalu Aku pun senyum senyum senang karena Dimas jujur dan Dia setia pada Ku.
"Kenapa cengengesan gitu? Kesambet?" tanya Dimas heran.
"Iya, Aku kesambet cinta kamu" balas Ku malu.
"Cie cie yang udah kesambet cinta Aku" ejek Dimas senyum.
"Ish, bukannya di peluk malah di ledekin! Dasar gak peka!" jutek Ku.
"Malu dong peluk di sini, lagian Aku juga lagi berkeringat gini" balas Dimas senyum.
***
"Justru lihat kamu berkeringat gini jadi makin seksi" ujar Ku dalam hati sambil senyum mesum.
****
"Tuh kan bengong lagi" tegur Dimas.
"Dimas Aku ke kamar dulu ya, udah capek" balas Ku.
"Oh iya udah, Aku nanti nyusul ya soalnya masih mau gym lagi" balas Dimas.
"Jangan nakal ya" bisik Ku pada Dimas manja.
Lalu Aku pergi dan Dimas hanya senyum dan menggelengkan kepalanya.
**(Di kamar)**
Saat di kamar Aku menelpon layanan kamar untuk mempersiapkan makan siang di kamar, lalu Aku meminta meja yang ada di kamar di tata dengan bagus agar terlihat romantis.
Ketika semua selesai Aku duduk manis menunggu suami Ku datang, tidak lama terdengar suara buka pintu dan akhirnya Dimas datang.
"Wah, Kamu yang siapkan semua ini?" tanya Dimas senang.
"Hantu, ya Aku dong siapa lagi" balas Ku
"Hahaha, bisa juga Kamu romantis ya, Aku kira cuma bisa ngambek" ejek Dimas tertawa.
"Ih...kamu ini nyebelin banget sih, tau gitu Aku gak usah buat begini" balas Ku manyun kesal.
"Iya iya" balas Dimas mendekati Ku dan memeluk ku.
Ketika Dimas memeluk Ku lalu Aku langsung memeluk Dimas juga dan tersenyum karena Dimas terlihat menawan ketika selesai olahraga.
"Ya sudah Aku mandi dulu ya, habis itu kita makan" ucap Dimas lembut sambil mengelus pipi ku.
"Iya, mandinya jangan lama lama ya" balas Ku manja.
"Kalau gitu mandiin dong" goda Dimas
"Ih, Dimas" balas Ku malu.
Lalu Dimas pun tertawa lagi dan masuk ke kamar mandi. Tidak lama kemudian Dimas pun selesai mandi lalu kami makan siang romantis dengan senang.
Sepertinya biasa Dimas selalu romantis dan memanjakan Aku dengan menyuapi Aku lalu Aku pun juga balik menyuapinya.
🌙🌙🌙
Malam hari pun tiba, kami kembali ke kamar setelah makan malam, lalu Dimas dan Aku mulai bermesraan, Dimas mencium Aku dan memeluk Aku.
"Tunggu" kata Ku.
"Kenapa?" tanya Dimas.
"Aku ganti pakaian dulu, masa pakai gaun?" ucap Ku karena memang kami masih memakai baju biasa.
"Tidak perlu, nanti juga Aku akan membukanya" balas Dimas senyum sambil menatap Ku.
"Kalau begitu lanjutkan" balas Ku lagi senyum.
Lalu Aku langsung mencium Dimas lagi, kami pun melakukan hubungan suami istri.
🌞🌞🌞
Keesokan paginya kami berkemas karena hari ini kami Akan pulang, Aku sangat senang sekali akhirnya bisa honeymoon bagaikan pengantin baru.
Sesampainya di rumah, Dimas langsung pamit akan pergi bekerja, sementara Aku menelpon Yesi untuk menemani Aku.
**(Di mobil)**
"Cie...yang habis honeymoon" goda Yesi.
"Ternyata menikah itu menyenangkan ya" balas Ku senyum.
"Iya menyenangkan kalau suaminya Dimas" jawab Yesi senyum senyum.
"Hei...hei.. Dia suami Aku"
"Iya tau, sekarang aja mengakui suami, kemarin-kemarin kemana aja" ejek Yesi.
"Ya gimana, namanya juga belum cinta" balas Ku senyum.
"Sekarang gimana udah cinta?"
"Ya udah dong, kalau gak gimana mungkin Aku mau making love sama Dia, dan yang membuat Aku mempesona itu tubuh Dimas atletis dan seksi banget" ujar ku kagum.
"Duh duh, sekarang aja di puji dulu di ejek ejekin" balas Yesi lagi.
"Oh ya, kabar Lara gimana?"
"Gak tau, Dia gak ada ngabarin Aku apa pun" jawab Yesi.
"Iya sama, Dia juga gak ada ngabarin Aku apapun" balas Ku lagi.
Lalu Kami pun berhenti di apotek.
"May, ini kan apotek?" tanya Yesi heran.
"Ya memang Aku mau ke apotek bentar, kamu tunggu sini ya, Aku mau beli sesuatu" ujar Ku dan keluar dari mobil.
Lalu Aku masuk ke apotek dan membeli testpack dan kembali lagi ke mobil.
"Beli apa kamu?" tanya Yesi kepo.
"Beli testpack" balas Ku.
"Hahaha" tawa Yesi ngakak.
"Eh, kok malah ketawa emangnya ada yang lucu?" tanya Ku heran.
"Ya iya lah lucu, kamu kan baru aja melakukan itu, ya belum tau lah hasilnya positif atau negatif" balas Yesi lucu.
"Ya terus nunggu kapan? Aku kan harus hamil supaya gak di ganggu Putra lagi" jawab Ku santai.
"Kelamaan, pokoknya nanti Aku akan tes di rumah" balas Ku senyum
"Haha, terserah deh, terserah" jawab Yesi lagi ketawa.
**(Di mall)**
"Mau beli piyama lagi?" tanya Yesi heran.
"Iya, Aku mau beli baju tidur couple, biar makin romantis" balas Ku.
"Deh, kemarok pengantin baru" ejek Yesi.
"Biarin" balas Ku cuek.
Lalu Aku pun memilih baju couple yang lucu lucu, setelah selesai belanja Aku membeli makanan untuk Dimas.
"Kita ke kantor Dimas ya?" tanya Ku.
"Ya udah" balas Yesi.
Lalu kami berdua pun singgah ke kantor Dimas, ketika aku masuk ternyata ada teman Dimas.
"Ada teman kamu ya? Lagi sibuk?" tanya Ku.
"Gak kok sayang, ya sudah masuk!" ajak Dimas.
Lalu Aku dan Yesi pun duduk di sofa.
"Oh ya, kenalin ini Miko, kamu ingat?" tanya Dimas.
"Nggak ingat" balas Ku
"Hai, Aku Miko" ujar Miko dengan mengulurkan tangannya.
Lalu Yesi dan Miko pun juga berkenalan, seperti yang Aku lihat Miko dan Yesi saling tertarik.
"Ehem... langsung tukar nomer HP aja kalian" sindir Ku.
"Apaan sih May!" seru Yesi malu.
"Nomer HP kamu berapa?" tanya Miko langsung.
Yesi pun tanpa malu lagi langsung memberikan nomor Hp nya pada Miko, lalu Aku dan Dimas hanya bisa senyum senyum saja.
Lalu kami pun menyantap makanan yang Aku bawa, untung saja Aku membawa banyak.
"Aku pamit pulang ya My Husband" ujar Ku.
"Jangan pulang dong, temani aku di sini sampai selesai kerja" manja Dimas sambil memeluk Ku.
"Dasar gombal, Kalau Aku masih di sini yang ada Kamu gak kerja" balas Ku manja juga.
Sementara Miko dan Yesi hanya geleng-geleng kepala melihat kami bermesraan dan memalingkan wajah mereka dari Kami.
"Eh, eh udah dong, kami bukan nyamuk di sini" cela Miko.
"Hahaha, makanya kalian nikah aja, kalau soalnya cinta nanti bisa tumbuh kok" balas Dimas.
Lalu Yesi langsung tersipu malu dan melirik lirik Miko sementara Miko pun ikutan senyum juga.
"Ya udah gak usah malu malu gitu, abis ini langsung teleponan ya" goda Ku tertawa.
"Maya, apaan sih buat malu" ujar Yesi.
Lalu Aku pun pamitan ke Dimas, lalu Dimas pun tidak lupa mencium kening Ku.
**(Di dalam mobil)**
"Kamu bisa juga malu malu Yes?" ejek Ku tersenyum dengan Yesi
"Miko cakep ya, hitam hitam manis gimana gitu" jawab Yesi senyum malu.
"Ya udah tunggu apalagi"
"Ya tunggu dia nembak Aku dong, masa Aku yang nyosor deluan" balas Yesi lagi.
"Kamu kan bocor orangnya Yes, jadi langsung aja"
"Kalau urusan cowok ya beda dong May, Aku kalau ketemu cowok yang Aku suka memang suka malu malu gitu" balas Yesi lagi dengan senyum.
"Memang cinta itu aneh ya, bisa membuat kita gila, hahaha" ucap Ku yang juga merasakan efek cinta.
Lalu Aku mengantarkan Yesi pulang, setelah itu Aku pun mau pulang juga, ketika di perjalanan pulang ponselku berdering ternyata Putra yang menelpon dan Aku pun mengangkat.
"Halo, kenapa lagi?" tanya Ku jutek.
"Bisa kita ketemu?" tanya Putra.
"Ya udah, ketemu dimana?"
"Di cafe biasa, Aku tunggu kamu sekarang" balas Putra dan menutup telponnya.
Lalu Aku pun segera ke cafe itu, sesampainya Aku di sana ternyata Putra memang sudah menunggu Ku.
"Ada apa lagi sih?" tanya Ku cetus.
"Aku sudah satu kamar dengan Lara" balas Putra.
"Ya bagus dong, Aku ikut senang" balas Ku lagi senyum.
"Apa kamu senang? Kenapa kamu bisa sebahagia ini? Apa kamu benar benar sudah melupakan Aku?" tanya Putra dengan wajah serius.
"Put, Aku sudah mencintai suami Ku, Aku gak cinta lagi sama Kamu, seiring waktu tanpa sadar Aku cinta sama Dimas dan Aku yakin kamu juga pasti bisa mencintai Lara dengan seiring waktu" balas Ku senyum.
"Aku udah coba, Aku sudah sekamar dengan Lara tapi ketika Aku mau mencium dia malah ingat kamu" ujar Putra sedih.
"Jangan begitu dong, Aku yakin kamu pasti bisa" ujar Ku semangat.
"Apa aku relakan aja semuanya agar bisa bersama dengan Kamu?" tanya Putra lagi.
"Percuma Put, semuanya sudah terlambat! Orang tua Aku juga gak akan setuju, lagian Aku dan Dimas sudah malam pertama" balas Ku.
"Apa? Jadi kalian sudah berhubungan sejauh itu?" tanya Putra kaget dan kesal.
"Iya Put, Aku sudah mencintai suami Ku, Dimas orang yang sangat baik, dia sempurna bagi Aku" balas Ku lagi
"Tega Kamu May, segitu gampangnya Kamu lupa sama Aku?"
"Makanya itu Put, Kamu coba membuka hati untuk Lara, Aku yakin cepat atau lambat kamu bisa cinta sama dia"
"Ntahlah, Aku gak tau kapan bisa mencintai Lara, Aku udah terlanjur benci padanya"
"Kamu pasti bisa, Aku juga dulu membenci Lara, tapi sekarang Aku bisa memaafkan dia"
Lalu Putra pun tidak berkata apa apa lagi, putra hanya memandangi Ku saja dengan sedih. Aku juga mencoba untuk menghibur Putra agar tidak sedih dan bisa membuka hati untuk Lara.
Bersambung.....