
Part 11 (Merried Without Love)
****(Di rumah keluarga Dimas)*****
"Gimana Nak? Kamu tertarik gak dengan Maya?" Tanya Pak Bobby.
"Cantik Pa, dari awal Dimas lihat Fotonya Dimas sudah tertarik dengan Maya!" Balas Dimas senyum.
"Syukurlah! Nanti Papa akan bilang ke Om Rudi untuk perjodohan kalian ya! Ya paling nggak kalian tunangan dulu!" Balas Pak Bobby.
"Dimas gak mau tunangan Pa! Dimas Mau langsung nikah aja, ribet pake tunangan segala! Sebentar lagi skripsi Dimas selesai! Baru kita omongin pernikahan aja langsung Pa!" Ujar Dimas.
"Wah..wah! Kamu sudah tidak sabar ya! Haha! Baiklah, nanti Papa atur, yang penting sekarang kamu selesai kan dulu skripsi kamu biar cepat sidang!" Balas Pak Bobby.
"Siap pa!" Balas Dimas lagi senang.
*******
(Keesokan harinya di kampus)
"Maya!" Sapa Putra.
"Adeh, mau apa lagi sih Put, gak puas ya gangguin Maya?" Ujar Yesi kesal.
"Ayo Yes, kita pergi!" Ujar ku.
"Maya! Apa kamu lupa yang aku katakan pada malam itu?" Tanya Putra
"Lupa dan akan lupa selamanya! Please jangan ganggu aku! Aku mau fokus kuliah, lebih baik kamu fokus dengan tunangan kamu itu!" Balas Ku cetus.
"Aku gak akan nyerah dapatin hati kamu May! Aku akan buktikan ke kamu!" Ujar Putra.
"Dengan cara apa? Lagian aku udah telanjur sakit hati." Balas ku kesal
Lalu aku pun mengajak Yesi pergi ke kantin, namun Putra masih aja mengikuti aku, namun aku hanya cuek dan tidak menoleh ke belakang.
*****(Di kantin)*****
"Sayang! Kamu ngapain sih masih Mohon mohon sama dia!" Ujar Lara yang tiba tiba datang.
Karena Putra berdiri di samping ku jadi aku mendengar ocehan Lara itu.
"Kamu diam Lara! Udahlah kamu pergi aja sana!" Balas Putra kesal.
"Eh...eh...! Tolong lah ya! Gak usah bertengkar dengan kami! Urus rumah tangga kalian di kuburan sana! Jangan ganggu ketenangan dan ketentraman kami!" Sambung Yesi cetus.
"Kamu dia Yes! Dasar ember bocor!" Balas Lara Ngotot.
"Apa? Oh.. nantangin kamu ya!" Balas Yesi menolak pelan bahu Lara.
"Berani kamu ya!" Balas Lara lagi dengan marah dan mendorong kedua bahu Yesi juga.
"Stoooppppp! Putra tolong bawa perempuan ini jauh jauh dari aku! Tolong Put!" Ujar ku Marah.
Lalu Putra pun terlihat kesal dan marah kepada Lara, langsung menarik tangan Lara dan pergi.
"Kamu gak apa kan Yes?" Tanya ku.
"Gak apa-apa kok May! Ish, pengen aku Jambak tuh rambut si Lara! Makin kesal aku sama dia!" Balas Yesi kesal.
"Sudah.. tahan emosi kamu! Gak penting marah marah sama perempuan itu." Balas ku lagi.
Lalu kami pun melanjutkan makan kami, ketika aku selesai makan ternyata datang Dimas dan teman temannya.
"Hai, Maya!" Sapa Dimas.
"Hai, kamu di sini ya?" Balas ku biasa.
"Iya kebetulan aku mau makan dengan teman teman aku di sini! Kamu udah selesai kuliah atau mau masuk kelas lagi nih?" Ujar Dimas
"Oh, mau ke kelas lagi! Ya sudah aku ke kelas dulu ya! Bye!" Balas ku dan pergi dengan Yesi.
***(Ketika di jalan menuju kelas)***
"Siapa tuh cowok! Cakep banget!" Ujar Yesi heboh.
"Anaknya teman Papa aku! Kemarin malam kami sekeluarga makan malam bersama dengan keluarga dia!" Jawab ku santai.
"Ya Ampun! Cakep ya.. dia fakultas apa?" Ujar Yesi kepo.
"Hukum! Dia udah semester akhir, lagi ngurus skripsi!" Jawab ku lagi.
"May! Kenapa kamu gak pacaran aja sama dia? Cakep kok! Lebih cakep dari Putra!" Ujar Yesi.
"Hus, ngaco kamu! Urusan aku sama Putra aja belum kelar! Lagian aku yakin pasti dia udah punya pacar! Aku udah benci sama cowok!" Balas ku.
"Apa? Wah gawat kamu May! Jangan... jangan... Kamu udah mulai gak normal ya!" Ujar Yesi
"Yesi... Aku masih normal tau! Apaan sih kamu ini.. lagian kalau aku gak normal pasti kamu udah aku pacarin! Hahaha.." ujar ku lucu.
"Ogah... Aku masih normal!" Balas Yesi.
Kami pun tertawa senang dengan Senda gurau.
****(Sore harinya di rumah ku)****
"Kak.. kami itu gak akan bosan! Namanya juga saling cinta!" Balas Mira.
"Whatever! Awas jangan macam macam pacaran nya.. pacaran itu yang normal normal aja ya?" Ujarku tegas.
"Siap kakak!" Balas Denny.
Lalu aku pun naik ke atas menuju kamar ku.
⏳⏳⏳
***(Dua Minggu kemudian)***
"Ada apa ini Ma? Mama masak banyak banget!" Ujar ku heran.
"Iya nanti malam ada tamu spesial! Udah kamu siap siap sana! Dandan yang cantik!" Balas Mama ku.
"Tamu? Siapa?" Tanya ku penasaran.
"Udah, nanti kamu juga tau sendiri! Sekarang kamu siap siap sana!" Balas Mamaku.
"Ya udah Maya siap siap!" Balas ku.
🌙🌙🌙
****(Malam hari)***
Ternyata tamu yang sedang di tunggu adalah keluarga Dimas, lalu kami sekeluarga pun menyambutnya. Karena sudah malam kami pun langsung menyantap makan malam.
(Di meja makan)
"Jadi kapan kita persiapkan pernikahan Maya dan Dimas Bob?" Tanya Papa ke temannya.
Aku yang sedang enak makan pun langsung tersedak karena mendengar Nama ku di sebut untuk sebuah pernikahan.
"Kak! Ini minum!" Ujar Mira dan memberikan aku minum.
"Maksudnya apa Pa? Pernikahan?" Tanya ku kaget.
"Iya Nak! Kamu kan dari awal sudah Papa jodohkan dengan Dimas!" Balas Papaku santai.
"Apa? Tapi Maya masih kuliah Pa? Maya belum siap!" Ujar ku lagi bersikeras.
"Apa salahnya! Kamu tetap kuliah kok!" Balas Pak Bobby.
Ekspresi ku pun langsung berubah kesal, karena aku merasa tidak senang lalu aku pamit ke kamar ku, karena aku sudah tidak nafsu makan lagi.
"Hahaha! Mungkin Maya gugup! Ayo lanjutkan lagi makan nya!" Ujar Pak Rudi.
Dimas yang sadar dengan ekspresi Maya tadi pun sedikit merasa tidak enak, Lalu Dimas pun ikut permisi dengan niat menyusul Maya.
(Lantai atas)
"Duh, dimana kamar Maya? Ada banyak kamar di sini!" Tanya Dimas bingung dengan suara pelan.
"Ada di sana kak kamar nya Kak Maya!" Sambung Mira yang tiba tiba datang dari belakang dan menunjukkan kamar Maya.
Spontan Dimas pun terkejut.
"Kamu ngikutin kakak dari tadi?" Tanya Dimas
"Iya aku udah yakin pasti kakak bakalan nyusul kak Maya! Ya sudah kak Masuk saja ke kamarnya!" Balas Mira.
"Gak usahlah! Takutnya dia marah!" Ujar Dimas ragu.
"Udah masuk aja kak! Kalau dia marah tinggal keluar aja! Lagian kakak kan calon suami kak Maya!" Balas Mira lagi.
Lalu Dimas pun mengetuk Pintu kamar.
*****
"Dimas!" Ujar ku.
"Kamu nangis ya?" Tanya Dimas.
"Nggak! Ayo masuk!" Balas ku.
Lalu Dimas duduk di kursi rias ku sedangkan aku duduk di tempat tidur.
"Aku tau kalau ini terlalu cepat untuk kita menikah! Kalau kamu keberatan untuk menikah aku akan batalkan!" Ujar Dimas.
"Ya, aku memang belum siap untuk menikah! Aku gak bisa untuk menikah saat ini! Aku mohon sama kamu untuk bilang ke keluarga kamu untuk batalkan semua ini!" Balas ku sedih.
"Baiklah! Ya sudah kamu jangan sedih lagi ya! Maaf ya kalau aku udah buat kamu sedih?" Ujar Dimas.
"Gak kok! Kamu sama sekali gak salah! Cuma ada suatu hal yang membuat aku sedih dan gak ingin menikah! Aku gak bisa bilang ke kamu!" Balas ku.
"Ya sudah kamu istirahat saja di sini! Aku pamit dulu ya!" Ujar Dimas dan pergi sambil menutup pintu ku.
******
Setelah menutup pintunya Maya, Dimas terlihat kecewa dengan ucapan Maya, padahal Dimas sejak awal sudah menyukai Maya.
Bersambung......