Merried Without Love

Merried Without Love
part 6



****


(Di kelas)


"Lara nanti selesai kuliah kita pulang bareng aja!" Ujar ku


"Oh gak udah Maya! Aku naik taksi aja! Lagian kita kan gak searah!" Balas Lara senyum.


"Biasanya kan kalau kamu gak bawa mobil Maya yang antar Ra, kok tumben kamu nolak? Jangan bilang ada urusan keluarga lagi!" Sambung Yesi.


"Oh gak kok! Ya kebetulan nanti aku mau pergi ke rumah Tante aku!" Balas Lara gugup.


"Oh ya udah aku antar aja!" Ujar ku.


"Tidak perlu kok! Aku pulang sendiri aja!" Balas Lara lagi.


Namun aku pun tidak menawarkan tumpangan lagi pada Lara. Setelah selesai kuliah kami pun langsung pulang. Seperti biasa Lara buru buru pamit pulang lebih dulu.


"Nah, si Lara kan udah pergi! Coba sekarang kamu telpon si Putra! Dimana dia sekarang!" Ujar Yesi.


"Apa kamu yakin yes, mereka ada hubungan?" Tanya ku ragu.


"Udah telpon aja! Abis itu kita ikuti mereka! Ayo telpon cepat! Kamu telpon sambil kita jalan ngikutin si Lara!" Balas Yesi.


Lalu aku pun menelpon Putra sambil berjalan diam diam mengikuti Lara yang sudah ada jauh di depan kami.


"Iya halo sayang! Ada apa?" Jawab Putra.


"Kamu udah pulang? Gimana kita pulang bareng?" Ujar ku.


"Kamu kan bawa mobil! Lagian aku mau buru buru pulang sayang! Mama udah nunggu di rumah!" Balas Putra.


"Oh begitu ya! Ya sudah! Lagian aku juga masih di kantin dengan Yesi!" Ujarku.


"Ya sudah lain kali aja ya sayang!" Balas Putra.


Lalu aku pun menutup telponnya dan kami masih mengikuti Lara, ternyata Lara pergi ke gerbang kampus seperti sedang menunggu, dan tidak lama ada mobil yang menghampiri Lara dan mobil itu persis mobil Putra.


Aku yang melihatnya pun kaget dan langsung sedih karena melihat Lara baru saja masuk ke mobil Putra, dan putra juga punya alasan untuk pulang lebih dulu.


"Maya! Kamu jangan sedih gitu dong! Gimana? Apa kamu mau ambil mobil dan ikuti mereka?" Tanya Yesi yang mencoba menenangkan aku.


"Tidak usah! Nanti aku yang akan minta penjelasan dari mereka berdua!" Balas ku kesal dan sedih namun berusaha tenang.


"Ya udah! Sekarang kita pulang aja ya! Aku bakalan pulang malam aja! Aku temani kamu di rumah!" Ujar Yesi


"Makasih ya Yes! Kamu memang teman aku yang baik!" Balas ku senyum kepada Yesi.


Lalu aku dan Yesi pun ke parkiran dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku terus menelpon Putra namun dia tidak mengangkat, lalu aku pun menelpon Lara, ternyata Lara pun tidak mengangkat telponnya.


Aku semakin berfikir yang negatif tentang mereka, namun aku juga harus berfikir positif untuk hubungan aku dan Putra. Karena dari awal Lara tau kalau aku sudah menyukai Putra dan Lara juga tidak mungkin menghianati aku.


(Di kamar)


"Kamu masih mikirin mereka ya May!" Ujar Yesi.


"Iya! Mereka sama sama tidak angkat telpon! Aku jadi mikir yang gak nggak! Apa yang harus aku lakukan yes?" Ujar ku yang mulai gelisah.


"Yang harus kamu lakukan sekarang itu harus tenang! Besok kamu bicara sama mereka berdua! Minta penjelasan mereka!" Balas Yesi.


"Iya! Besok aku pasti akan bicara sama mereka!" Ujar ku.


Lalu setelah makan malam Yesi pun pamit pulang ke rumah.


(Di ruang tengah)


"Baik kok! Kok Mama nanya gitu?" Tanya ku


"Iya tadi Mama lihat kamu seperti gak nafsu makan? Makanya Mama khawatir!" Ujar Mama.


"Oh iya! Aku cuma masuk angin aja kok Ma! Oh ya Ma, kapan Papa pulang?" Tanya ku sambil mengganti topik pembicaraan.


"Papa kamu pulang dua Minggu lagi! Ya proyek yang di sana masih belum selesai! Ya sudah kamu ke kamar sana istirahat!" Balas Mama.


"Iya Ma! Aku ke kamar dulu ya!" Balas ku lagi.


Aku pun naik ke atas menuju kamar ku. Ya aku memang terlihat murung dan malas makan karena aku masih penasaran dengan mereka.


🌞🌞🌞


Keesokan harinya aku bergegas ke kampus, sebelum itu aku sudah janjian dengan Lara dan Putra tanpa sepengetahuan mereka.


(Di kantin)


"Hai Maya! Tumben ngajak ngobrol berdua?" Sapa Lara yang baru datang.


"Iya, ada yang mau aku tanya ke kamu!" Balas ku.


Lalu tidak lama Putra pun datang.


"Hay sayang! Loh ada Lara juga?" Ujar Putra.


"Iya aku memang sengaja ngajak kalian berdua ketemu!" Ujarku yang berusaha tenang.


"Ada apa sayang?" Tanya Putra.


"Kalian punya hubungan apa? Tolong Jawab jujur!" Tanya ku santai.


"Hubungan?" Tanya Putra


"Iya May! Maksudnya apa ya? Kamu nuduh aku selingkuh dengan Putra?" Tanya Lara yang terlihat kesal.


"Iya aku bukannya nuduh kalian berselingkuh! Tapi kemarin aku melihat kalian pulang bareng! Kok bisa ya?" Tanya ku lagi dengan ekspresi menyeleneh ku.


"Oh.. ya kebetulan aku lihat ada Lara berdiri dan tanya dia kemana terus aku tawari dia pulang!" Jelas Putra santai.


"Oh ya! Tapi aku gak lihat kamu buka jendela mobil! Aku lihat Lara langsung saja naik ke mobil kami tanpa basa basi!" Balas ku lagi kesal.


"Maksud kamu apa sih May! Aku gak ngerti! Udahlah aku malas ribut, lebih baik kita jaga jarak aja dulu! Udah gak asik berteman sama kamu!" Balas Lara kesal dan pergi.


"Lihat kan! Lara jadi marah! Dia itu teman kamu loh sayang!" Ujar Putra dengan santainya.


"Udah tau dia teman aku, kenapa kamu sok peduli? Harusnya kamu jaga dong perasaan aku?" Balas ku lagi dengan tegas.


"Dengar ya! Aku gak punya hubungan apa apa dengan dia, percaya deh sama aku! Apa yang kamu lihat gak seperti yang kamu bayangkan! Iya deh aku janji gak akan dekat dengan dia lagi!" Ujar Putra dengan merayu ku dan memegang tangan ku


"Oke! Aku lihat ya! Kita buktikan ucapan kamu!" Balasku.


Dan pada akhirnya aku pun memberikan kesempatan kepada Putra dan hubungan ku dengan Lara pun semakin kaku, karena perkara ini.


Bersambung....


Maya sudah mulai curiga 😬


Kira kira apa yang terjadi selanjutnya ya...


Mereka masih saja bohong 🤦