Merried Without Love

Merried Without Love
part 4



Keesokan paginya di meja makan


"Kamu sepertinya senang sekali Maya! Dari tadi Mama perhatikan kamu senyum senyum gak jelas!" Ujar Mama ku.


"Ya maklum aja lah Ma! Ada yang lagi kasmaran!" Sambung Mira.


"Ma, aku sama Putra udah jadian loh!" Ujar ku senang.


"Oh ya! Wah, pantesan dari tadi kamu udah senyum senyum sendiri!" Balas Mamaku.


"Jadi Mama udah tau ya?" Tanya Mira.


"Iya dong! Apapun Mama harus tau dari kalian! Karena Mama takut terjadi apa apa!" Balas Mamaku.


"Kak! Nggak kuliah ni hari? Kok belum siap siap?" Tanya Mira.


"Iya kakak kuliah jam 11 nanti, dosennya minta ganti jam!" Balas ku.


"Oh gitu! Kalau gitu aku bawa mobil ya! Boleh kan?" Ujar Mira


"Nggak! Kakak mau pakai nanti! Kamu naik taksi aja!" Balas ku tegas.


"Ish, dasar pelit! Ma, beliin aku mobil dong! Masa Kak Maya pakai mobil aku nggak!" Ujar Mira merajuk.


"Udah gak usah merajuk begitu! Nanti kalau papa kamu pulang bilang aja ke papa! Udah siap siap ke kampus sana!" Balas Mamaku.


"Ya dah! Minta ongkos taksi! Hehehe." Ujar Mira.


"Nggak ada! Dompet mama di kamar! Udah buruan sana pergi nanti kamu telat!" Balas Mamaku.


"Dasar gak adil!" Ujar Mira merajuk.


Lalu Mira pun pergi, sementara Aku dan Mama hanya tertawa saja melihat Tingkah Mira.


*****


Setelah selesai makan aku langsung ke kamar ku, dan tak lama aku ke kamar ternyata Yesi datang ke rumah, lalu mama pun langsung menyuruh Yesi untuk langsung ke kamar ku.


"Woi.. baring aja kerjaan kamu ya!" Ujar Yesi yang mengagetkan ku.


"Ish, bisa gak sih ketok pintu dulu atau bilang permisi dulu." Balas ku.


"Macam betul aja!" Ujar Yesi.


"Oh iya yes, aku punya kabar loh!" Ujarku.


"Apa..apa?" Balas Yesi bersemangat.


"You know what! Aku dan Putra udah pacaran!" Ujarku senang.


"OMG! Demi apa! Serius kamu may? Kok bisa?" Tanya Yesi dengan semangat dan kepo.


"Ya jadi tu, waktu kemarin Putra nelpon aku, terus dia ngajak aku jalan, dan finally dia nembak aku!" Ujarku senang.


"Akhirnya ya! Dari sekian lama kalian pacaran juga! Emangnya kapan si Putra mulai suka sama kamu?" Balas Yesi.


"Dia bilang sih udah lama! Cuma aku gak nanya berapa lamanya! Yang jelas aku pas kemarin malam senang banget!" Balasku lagi.


"Tu kan aku juga bilang apa! Pastilah si Putra itu suka sama kamu! Secara gitu kamu kan cantik!" Ujar Yesi senang.


"Oh ya! Lara apa kabar? Kalian gak barengan?" Tanya ku.


"Aduh May! Kayak gak tau si Lara aja! Aku heran deh dengan tuh anak akhir akhir ini! Kalau aku tanya selalu dia jawab gak apa, cuma ada urusan keluarga aja!" Balas Yesi.


"Apa kita ke rumah dia aja ya! Sekalian ke kampus bareng!" Ujar ku.


"Payah! Dia harus di telpon dulu! Lagian dia kan selalu bawa mobil sendiri! Jadi gak perlu lah ke rumahnya!" Balas Yesi.


"Iya juga ya! Ya dah deh kita berangkat ke kampus berdua aja!" Ujarku.


🌱🌱🌱🌱


(Di kampus)


Ternyata Lara sudah ada di kampus, Lara datang lebih awal karena ingin menemui kekasihnya.


"Hai, sayang! Udah selesai kuliahnya?" Ujar Lara.


Ternyata pacar Lara adalah Putra yang tak lain juga sudah menjadi pacar Maya.😱


"Iya sayang gak pa-pa! Ayo ke kantin, tadi aku belum sempat sarapan!" Ujar Lara dengan Manja.


"Ya udah ayo! Kebetulan aku juga lapar!" Balas Putra.


Lalu mereka pun ke kantin dengan jalan bergandengan tangan.


🌱🌱🌱🌱


(Di rumah Maya)


"Oh ya May! Kamu gak nelpon si Putra? Takutnya pas kita sampai kampus dia malah pergi!" Ujar Yesi.


"Tadi pagi dia udah chat aku! Katanya dia ada kuliah pagi! Mungkin sekarang dia masih di kelas." Balasku sambil berhias.


"Oh gitu! Ya dah buruan kamu berhias! Ntar kita telat lagi." Ujar Yesi.


"Iya..iya! Bawel amat sih! Ini dah selesai kok!" Balas ku.


Lalu kami pun bergegas pergi ke kampus, tidak lupa aku pun berpamitan dengan Mama.


🌱🌱🌱🌱


(Di kantin kampus)


"Sayang! Aku ke kelas dulu ya!" Ujar Lara.


"Iya sayang! Oh ya, aku hari Minggu aja ya ke rumah kamu! Soalnya dua hari ini aku sibuk banget untuk baksos!" Ujar Putra.


"Oh.. iya udah! Yang penting kamu jangan lupa terus kasih kabar ya!" Ujar Lara.


"Oh ya sayang! Satu lagi, ingat ya.. jangan sampai ada yang tau kita pacaran! Apalagi Maya teman kamu!" Ujar Putra.


"Iya aku tau kok sayang! Tapi ingat ya, kamu cuma serius sama aku! Jangan sama cewek lain!" Balas Lara.


"Iya sayang! Itu pasti!" Balas Putra lagi.


Lalu Lara pun pergi ke kelas, sementara itu Maya dan Yesi pun akhirnya sampai juga ke kampus. Ketika sampai Maya langsung menelpon Putra.


"Sayang kamu dimana? Aku udah sampai di kampus ni?" Ujar ku lewat telpon.


"Iya sayang, aku di kantin! Kamu di mana?" Tanya Putra.


"Aku masih di parkiran! Ya udah aku susul kamu di kantin ya!" Ujar ku.


"Nggak usah! Biar aku aja yang ke kelas kamu! Kamu langsung ke kelas aja!" Balas Putra.


Lalu aku dan Yesi pun langsung ke kelas, dan ternyata sudah ada Lara di dalam kelas.


"Hai Lara! Kamu udah di sini!" Sapa ku.


"Iya, maaf ya aku gak ngabari! Takutnya kalian sibuk!" Balas Lara.


"Alasan aja kamu! Kami yang sibuk apa kamu sih?" Sambung Yesi.


"Hehe! Iya aku yang sibuk!" Balas Lara.


Lalu terlihat di depan pintu ada Putra yang sedang berdiri memandang Maya dan Lara yang tak lain adalah kekasihnya.


****


Ketika melihat ada putra di depan pintu aku langsung menghampiri dia.


"Hai, sayang!" Ujar ku.


"Hai, oh ya sayang! Jangan lupa nanti kita rapat ya mengenai baksos! Jam 2 siang di kantor organisasi kita!" Ujar Putra.


"Iya, aku gak lupa kok! Oh ya sayang, Yesi tahun ini gak ikut!" Ucapku.


"Ya udah gapapa! Nanti pasti banyak yang ikut!"


"Iya, ya udah kamu kemana lagi?" Tanya ku


"Paling ke kantor organisasi! Ya udah kamu masuk sana! Aku pergi dulu ya!" Balas Putra.


Lalu putra pun pergi dengan melambaikan tangannya dan aku pun masuk ke kelas.