
Part 27 (Merried without love)
**(Di rumah Ku dan Dimas)**
"Sayang, Kamu udah pulang" sambut Ku senyum.
Lalu Dimas mendekat dan memeluk Ku setelah itu mencium kening Ku lagi, Dimas memang suami yang sangat romantis.
"Kamu udah mandi?" tanya Dimas.
"Kenapa? Emang Aku bau ya?" tanya Ku lagi sambil mencium ketek Ku.
"Hahaha, bukan, Aku mau ajak kamu keluar" ujar Dimas tertawa kecil.
"Oh, Aku udah mandi sih tadi" jawab Ku.
"Ya sudah kalau gitu Aku mandi dulu dan siap siap, kamu tunggu ya" balas Dimas lagi.
"Iya, Aku nunggu di sini ya"
Lalu Dimas pun naik ke atas untuk bersiap, tidak lama kami pun bergegas pergi. Selama di perjalanan Dimas tidak mau memberi tahu kami akan kemana, lalu aku pun ngikut aja.
Ternyata kami sampai di rumah orangtuanya Dimas.
"Kita mau ketemu Papa dan Mama?"
"Nggak, Papa sama Mama lagi nggak di rumah, Aku mau nunjukin sesuatu sama kamu" balas Dimas yang membuat Aku penasaran.
Lalu kami turun dari mobil dan Dimas menggenggam tanganku dan Kami pergi ke kamar lama Dimas, ketika di kamar Dimas menunjukkan pintu lain yang ada di kamar, ternyata di dalamnya galeri foto Dimas, yang membuat Aku kaget semua isi foto yang ada di kamar itu gambar Aku semua.
"Ya ampun, kenapa semuanya foto Aku? Kamu udah lama ya fotoin Aku diam diam?" tanya Ku heran dan kagum.
"Ini foto kamu waktu kecil saat pertama kali Papa kasih tau kita di jodohkan, lalu Aku langsung suka sama Kamu, terus Aku diam diam suruh supir Aku untuk ke sekolah kamu waktu itu, kapan pun aku ada waktu pasti Aku melihat Kamu dan memotret Kamu" jelas Dimas sambil menunjukkan foto.
"Terus ini kan foto pas Aku di kampus? Kapan ini pas kita sudah ketemu ya?" tanya Ku penasaran sambil menunjuk salah satu foto.
"Bukan, itu sudah lama sebelum kita ketemu, sebenarnya Aku tau kamu kuliah di situ, kan Aku mahasiswa pindahan, dulu Aku selalu memperhatikan Kamu, cuma Kamu sama sekali tidak memandang Aku, padahal kita sering ada di tempat yang sama" ungkap Dimas tersenyum.
"Masa sih? Kok aku nggak nyadar ya, terus kenapa kamu gak dekatin Aku?"
"Cuma kamu satu satunya cewek yang gak tertarik memandang Aku, itu yang membuat Aku semakin cinta sama kamu, aku sengaja gak dekatin kamu karena nunggu moment yang pas" balas Dimas lagi.
Mendengar perkataan Dimas membuat Aku terharu karena ada lelaki yang begitu mencintai Aku dari kecil, padahal pas Aku kecil sangat jelek dan gendut.
"Kamu kok bisa suka sih sama Aku dari kecil? Padahal Aku kan gendut dulu?" tanya Ku penasaran.
"Haha, iya kamu waktu kecil jelek terus gendut lagi" tawa Dimas ngakak.
"Ih... Dimas kok malah ngeledek Aku, Aku nanya serius nih" balas Ku kesal.
"Ya karena bagi Aku kamu udah cantik dari kecil, ya walaupun gendut dan itam, hahaha" ejek Dimas lagi ngakak.
"Udahlah malas bahasnya, di ejek Mulu" ngambek Ku dengan wajah cemberut.
Lalu Dimas memegang pipiku dan menatap Mata ku.
"Aku cinta sama Kamu bukan karena fisik, tapi aku mencintaimu karena Aku suka kepribadian Kamu, kamu selalu saja membuat Aku tersenyum dengan tingkah lucu kamu, bagi Aku kamu sama cantiknya dulu ataupun sekarang" ujar Dimas yang membuat Ku berdetak kencang.
"Maaf ya Aku baru bisa mencintai kamu sekarang" balas ku sedih.
"Tidak masalah, yang penting sekarang kamu adalah takdir Ku, Aku sangat bersyukur bisa kenal kamu dan menjadi suami Kamu" balas Dimas senyum.
Lalu Aku langsung memeluk Dimas erat karena Aku sangat terharu dengan perkataan Dimas, Aku sangat bersyukur bisa mengenal Dimas lebih dalam.
Lalu Kami pun makan malam di luar, Karena Papa dan Mamanya Dimas lagi di luar kota.
**(Di cafe)**
"Dimas" sapa Ku
"Iya, sayang" jawab Dimas
"Aku cinta sama Kamu" ujar Ku senyum malu
Lalu Dimas pun tersenyum bahagia sambil memegang tanganku.
"Aku juga sangat mencintai Kamu" balas Dimas senyum dan masih memegang tanganku lalu mencium tangan Ku juga.
Aku terasa melayang karena Dimas sangat so sweet sekali, Aku sampai senyum senyum sendiri terus bahkan sampai jalan pulang Aku terus senyum sambil membayangkan keromantisan Dimas.
**(Di kamar Ku dan Dimas)**
"Sayang, Kamu mau ganti baju kan?"
"Iya, kenapa? Mau pakaikan?" goda Dimas.
"Ih.. bukan, Aku beli piyama couple biar so sweet" balas Ku malu
"Oh ya, mana piyamanya" semangat Dimas.
"Bentar ya"
Lalu Aku mengambil baju piyama yang Aku beli tadi dan memberikannya pada Dimas, lalu Dimas pun membuka baju tersebut.
"Loh, kok Doraemon?" tanya Dimas heran.
"Imut kan? Kamu kan suka warna biru, jadi Doraemon itu kan warna biru" balas Ku santai.
"Ya tapi gak Doraemon juga dong sayang, ini kan kartun anak anak" balas Dimas yang sepertinya kurang suka.
"Kamu gak suka ya? Padahal Aku udah beli dua loh, ya udah Aku ambil yang satunya ya"
Lalu Aku pun mengambil piyama yang satu lagi, dan Dimas pun membukanya.
"Astaga...lebih parah lagi, kenapa hello Kitty sih?" ujar Dimas menggelengkan kepalanya.
"Gak suka lagi ya? Itu kan gambar kesukaan Aku" balas Ku agak sedih.
"Apa ada yang lain?" tanya Dimas.
"Ya sudah kita malam ini pakai yang Doraemon aja ya, besok baru pakai yang hello Kitty" balas Dimas yang membujuk Ku.
"Oke" balas Ku senyum.
Lalu kami pun memakai piyama Doraemon, aku tau sebenarnya Dimas tidak suka tapi dia tetap pakai.
"Lucu gak sih? Kelihatan aneh kan?" tanya Dimas gak pede.
"Keren tau, unyuk unyuk imut gimana gitu" balas Ku gemas.
"Ya sudah, lagian kan yang lihat cuma kamu" balas Dimas senyum.
Lalu kami pun tidur, seperti biasa Dimas selalu memeluk ku ketika Dia tidur.
🌞🌞🌞
Keesokan paginya kami masih tertidur, lalu tiba tiba Mira masuk ke kamar dan mengagetkan Kami berdua yang sedang tidur.
"Surprise" sambil membunyikan terompet dan embel embel gak jelas.
"Mira, apaan sih buat ribut aja" balas Ku kesal.
Lalu Dimas pun terbangun.
"Hahaha, ya ampun kalian pakai baju couple?" ejek Mira tertawa.
Lalu Dimas pun langsung malu dan mengambil selimut untuk menutupi piyamanya.
"Emang kenapa? Kan so sweet!" cetus Ku
"Hahaha, aduh lucu sekali" ujar Mira yang masih tertawa
"Kamu ngapain ke sini datang datang buat ribut aja" kesal Ku.
"Iya Aku mau buat suprise karena ada pasangan suami istri yang baru falling in love, moment ini kan harus di rayakan"
"Lagian kamu tau dari mana kakak udah cinta sama Dimas?"
"Dari kak Yesi, ya udah turun ke bawah yok, Aku dan Denny udah siapkan sarapan pagi untuk pengantin baru" ujar Mira senang.
"Iya kami mandi dulu, udah keluar sana" cetus Ku.
"Kak Dimas, piyamanya imut, unyuk unyuk, hahaha" ejek Mira dan pergi.
Lalu Aku langsung menutup pintu dan menguncinya agar Mira tidak masuk lagi. Sementara Dimas masih tersipu malu karena memakai piyama Doraemon.
"Sayang, Kamu masih malu ya" ujar Ku nyengir.
"Iya, Aku juga bilang apa, pasti di ketawain kan kalau di lihat orang" balas Dimas malu.
"Ya sudah, besok gak usah pakai piyama couple lagi, habisnya Kamu malu" ujar Ku agak Murung.
"Tidak tidak, Aku suka kok, lagian istri Ku tercinta sudah membeli untuk suaminya" balas Dimas lagi senyum.
"Makasih ya sayang" balas Ku lagi senyum.
"Ya sudah ayo kita mandi" ajak Dimas.
"Iya, kamu Luan aja"
"Tidak, kita mandi bareng, ayok"
"Hah?" balas Ku bengong.
Lalu Dimas menarik tanganku dan kami pun mandi bareng.
Setelah selesai mandi Kami berdua pun turun ke bawah menemui Mira dan Denny. Ternyata sarapan pagi sudah di siapkan oleh mereka.
"Dasar ya si Yesi gak bisa jaga mulut" ujar Ku.
"Bagus dong, kalau gitu kan Aku jadi tau" balas Mira.
"Dek, jangan bilang bilang ya soal tadi di kamar" seru Dimas
"Tapi aku udah bilang ke Denny kak, hahaha" balas Mira.
Lalu Denny dan Mira pun tertawa lagi.
"Tidak masalah Kak, Mira juga pernah membelikan Aku piyama Frozen" balas Denny.
Lalu Aku dan Dimas pun tertawa terbahak karena Mira memang suka Frozen.
"Hahaha, malah lebih parah dari kakak" ujar Ku ngakak.
"Iya Kak, lebih parah Kan, terus dia video call Aku tiap malam untuk memastikan Aku pakai piyama dia atau nggak" balas Denny nyindir.
"Oh jadi kamu gak suka piyamanya?" Kesal Mira.
"Suka kok...suka sayang" balas Denny gugup.
"Ya, ya bagus itu, apapun pemberian pasangan kita sebagai lelaki sejati kita harus menghargainya" sambung Dimas bijak.
"Aaaa, sayang kamu so sweet banget sih" balas Ku senyum dan langsung mencium pipi Dimas
"Terus aja...terus kalian pamer kemesraan ya" ujar Mira kesal.
"Biarin aja lah sayang, kok kamu yang sibuk" balas Denny.
"Kamu juga, kapan lamar Aku? Aku kan mau juga nikah muda!" sewot Mira.
"Iya, iya sabar dong, kalau dah wisuda kita nikah" balas Denny santai.
aku dan Dimas pun hanya tertawa melihat tingkah mereka, tapi candaan mereka mengingat kan Aku dengan Dimas yang selalu menghibur Aku, Aku pun jadi tersadar kalau cinta itu akan berwarna kalau ada candaan.
Bersambung....