Merried Without Love

Merried Without Love
part 3



Di dalam mobil)


" Kamu cantik banget!" Ujar Putra


"Gak kok, biasa aja!" Balas ku malu dan jujur aku gugup sekali dari pertama dia datang.


"Beneran kamu cantik! Aku juga senang bisa nge date sama kamu hari ini!" Ujar Putra lagi.


"Iya aku juga!" Balas ku.


"Baguslah kalau kamu juga senang!" Ujarnya sambil senyum kepada ku.


Ketika melihat dia tersenyum seperti itu membuat jantungku semakin berdebar gak karuan dan aku juga sangat gugup dan berharap dia tidak memegang tanganku yang dingin ini.


"Tapi aku ajak kamu keluar begini gak ada yang marah kan?" Tanya Putra.


"Nggak ada kok! Mama gak marah, papa juga lagi ada di luar kota!" Jawabku polos.


Lalu spontan Putra pun tertawa karena ujarku tadi.


"Haha! Bukan itu maksudku Maya! Maksudnya apa ada cowok lain yang marah!" Ujar Putra yang tersenyum.


"Oh, tidak ada kok! Hehehe!" Balas ku yang malu.


Aduh aku pun sangat malu dan mati gaya kepada putra, aku gak mau Putra tau kalau ini pertama kalinya aku nge date dengan cowok.


*******


Lalu kami pun sampai di sebuah Mall, pertama sampai kami langsung pesan tiket bioskop dulu karena takut tiket habis, setelah itu baru kami pergi ke cafe yang ada di Mall. Ketika hendak berjalan ke cafe tiba tiba Putra memegang tanganku.


"Tangan kamu dingin sekali? Kamu kedinginan ya?" Tanya Putra.


Aku langsung terdiam dan berkata dalam hatiku "Aduh! Matilah aku! Akhirnya dia tau tangan aku dingin! Ketahuan gak ya kalau aku gugup!"


"Hei, kok diam? Kamu kedinginan ya?" Tanya Putra lagi.


"Oh.. nggak kok! Nggak! Aku memang suka gini aja! Aku tuh kalau kena AC memang badan ku langsung dingin tapi tenang aja, aku gak kedinginan kok!" Balasku gugup.


"Oh begitu! Ya sudah nanti di cafe kamu pesan minuman hangat aja ya!" Balas Putra lagi.


*****


Kami pun sampai di cafe yang kami inginkan, lalu Putra memesankan makanan dan minuman, yang aku senang ternyata Putra tau makanan kesukaan aku.


"Kok kamu tau makanan kesukaan aku?" Tanya ku


"Iya Taulah! Apa sih yang aku nggak tau tentang kamu!" Ujar Putra.


Mendengar gombalan Putra tadi membuat ku melayang senang, ya walaupun bagiku itu gombal tapi aku senang.


"Ya seperti tahun lalu! Buku buku, pakaian bekas dan beras juga sih!" Balas ku yang mulai agak santai.


"Begitu ya! Sebenarnya aku itu dah lama suka sama kamu! Cuma baru ini aku berani mengatakan cintaku." Ujar putra.


Aku yang mendengar itu langsung tercengang dan terdiam tanpa berkata apapun lagi. Aku hanya bisa berkata kata dalam hati ku saja.


"Demi apa? Jadi dia juga suka sama aku? OMG! Aku sungguh senang sekali!" Ujarku dalam hati sambil bengong.


"Maya? Kok diam? Kamu gak suka ya sama aku?" Tanya Putra.


"Suka! Aku juga suka sama kamu!" Balas ku kilat.


"Benarkah!" Balas Putra tersenyum.


"Iya loh! Aku beneran suka sama kamu!" Balas ku dengan senyum juga.


"Jadi mulai detik ini kita resmi pacaran ya!" Ujar Putra.


"Iya!" Balasku senyum senyum malu.


Akhirnya apa yang aku idamkan terjadi, akhirnya Putra menjadi pacar Aku, Aku sungguh bahagia sekali.


****


Kami pun menikmati makanannya dengan Senda gurau, aku sudah mulai tenang dan tidak gugup lagi. Pada akhirnya aku tau rasanya pacaran dengan orang yang kita sukai.


Setelah selesai makan kami pun kembali ke bioskop dan membeli beberapa popcorn dan soda, sepanjang di dalam theater kami terus berpegangan tangan sambil aku yang menyandarkan kepala ku ke bahunya.


"Ya ampun! Putra wangi banget! Aku jadi pengen nempel terus!" Ujar ku dalam hati sambil senyum senyum.


Setelah filmnya selesai akhirnya kami memutuskan untuk pulang, Putra pun mengantar ku pulang ke rumah. Namun aku hanya menyuruhnya sampai depan pintu saja karena Mama dan adikku pasti sudah tidur.


"Nggak apa ya sampai depan pintu aja!" Ujarku.


"Iya, aku maklum kok sayang!" Balas Putra.


Mendengar putra bilang sayang aku langsung tersipu malu.


"Ya sudah aku pulang dulu ya." Ujar Putra.


"Iya hati hati di jalan ya!" Balas ku.


Lalu Putra mendekat kan badannya dan mencium kening ku dan pergi. Aku langsung terdiam dan senang. Lalu aku masuk ke dalam dan langsung naik ke atas menuju kamar ku.


Aku langsung ke kamar dan ganti baju, aku sudah tidak sabar menunggu besok untuk menceritakan semuanya pada Yesi dan Lara.