Merried Without Love

Merried Without Love
part 13



Part 13 (Merried without Love)


****(Di kampus)****


Dimas berniat untuk menemui Maya karena bagaimanapun Dimas penasaran kenapa Maya setuju untuk menikah dengannya.


*****


"Hai Dimas, kamu ngapain? Ini kan fakultas ekonomi!" Ujar ku heran.


"Aku sengaja ke sini mau nemuin kamu, bolehkan?" Balas Dimas


"Ya boleh aja sih! Emangnya ada apa?" Tanya ku


"Kamu serius mau menikah dengan Aku? Bukannya Waktu itu kamu nolak ya?" Tanya Dimas yang membuat ku bingung harus menjawab apa.


"Ya nggak apa-apa! Bagaimanapun itu kan keputusan orang tua kita, jadi Aku menghargai mereka!" Jawab ku


Lalu tiba-tiba Lara datang menyambung.


"Oh... Jadi dia calon suami kamu? Cakep sih! Oh ya buat kamu, tolong jaga ya calon istri kamu, jangan sampai dia dekat dekat dengan calon suami orang!" Ujar Lara untuk Dimas dan Pergi masuk ke kelas.


"Maksud cewek tadi apa?" Tanya Dimas bingung.


"Nggak usah di dengar apa kata dia! Dia agak stress gara gara di tinggal cowok! Ya udah aku mau masuk ke kelas, kamu boleh pergi!" Balas ku.


"Ya sudah! Sampai ketemu lagi!" Jawab Dimas.


*****(Di perpustakaan)****


"May, tadi Lara bilang kamu beneran mau nikah, dan Lara sudah lihat calon suami kamu!" Ujar Putra.


"Put, please ya! Ini perpustakaan, aku sibuk jadi jangan ganggu aku!" Balas ku jutek.


"Jangan nikah May! Aku janji akan batalkan pernikahan aku dan Lara, jadi kita bisa sama sama lagi! Please May!"


"Nggak! Kamu bisa apa Put? Kamu gak akan bisa nolak perjodohan ini kan? Karena kamu takut perusahaan Papa kamu bangkrut! Jadi gak usah pakai janji segala ke aku! Basi!" Jawab ku cetus dan kesal.


"Iya kamu benar! Aku memang takut Perusahaan Papa aku bangkrut, karena aku yang akan jadi penerus perusahaan May! Aku tau kamu juga terpaksa kan menikah dengan pria itu! Aku juga tau kalau kamu masih cinta sama aku! Sampai kapanpun aku akan terus cinta sama kamu May!"


Lalu aku tidak menjawab apapun, aku hanya melihat Putra dengan tatapan sinis ku, dan aku pun pergi ke tempat duduk ku karena Yesi sudah menunggu, lalu Putra tidak mengikuti ku lagi.


***(Di rumah ku)***


"Nak, kamu dah pulang!" Ujar Mama.


"Sini duduk!" Ujar Papa.


"Ada apa sih Pa, Ma?"


"Papa dan Om Bobby sudah membicarakan soal pernikahan kamu, 3 bulan lagi kamu kan sudah libur semester! Jadi pernikahan kamu sudah di tetapkan 3 bulan lagi! Bagaimana?" Tanya Papa.


"Ya sudah! Maya setuju saja! Ada lagi yang mau di sampaikan? Soalnya Maya mau istirahat!" Balas ku


"Tidak! Ya sudah kamu istirahat ya!" Ujar Papa.


Lalu aku pun pergi ke kamar ku, sampai di kamar aku pun langsung menangis karena sedih aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai, sekilas dalam ingatan ku hanya Putra. Aku bingung kenapa aku begitu susah untuk melupakan dia.


****


(Keesokan harinya di Kampus)


Hari ini Yesi tidak masuk karena dia sedang sakit, jadi aku terpaksa ke kantin sendiri. Tiba tiba ada seorang wanita yang tidak aku kenal menghampiri ku.


"Kamu Maya?"


"Iya! Kamu siapa?" Jawab ku


"Aku Della! Aku pacar Dimas! Kamu kenal kan sama Dimas?" Tanya Della sinis.


"Whatever! Mau kamu pacarnya, mau kamu tunangan atau siapalah! Aku gak peduli! Lagian kamu nggak perlu sinis ke Aku, aku dan Dimas terpaksa menikah!" Balas ku cetus dan pergi.


*****


"Hah! Aku juga bilang apa semua cowok itu sama aja! Itu sebabnya aku gak mau jatuh cinta lagi!" Ujar ku dalam hati kesal.


*****


(Di kamar Yesi)


"Kamu masih demam Yes?" Tanya ku.


"Panasnya udah turun, cuma kepala aku masih pusing! Gimana di kampus? Banyak tugas gak?" Tanya Yesi lemas.


"Tugas sih nggak, cuma tadi ada cewek yang ngaku pacar Dimas, apa aku bilang kan! Semua cowok itu sama aja! Aku jadi gak enak deh sama pacarnya! Kesannya aku udah ngerebut pacar orang!"


"Jangan percaya dulu! Kamu pastikan dulu dong! Coba kamu tanya sama Dimas!"


"Duh, Yes! Cowok itu kalau di tanya mana pernah jujur! Muak aku dengan cowok begitu!" Ujar ku kesal.


"Nggak semua cowok kayak si Putra May! Apalagi Dimas bakalan jadi suami kamu, aku yakin pasti dia akan jujur!"


"Malas! Lagian aku juga nikah karena terpaksa, aku akan buat Dimas gak betah nikah sama aku, terus kami cerai deh!" Balas ku senyum.


"Eh dasar aneh! Nikah itu kalau bisa sekali seumur hidup! Dasar stress!"


"Hahaha.. iya aku memang lagi stress! Kita lihat aja nanti, pasti dia gak akan bertahan!" Balas ku senang.


"Terserah kamu aja deh!" Balas Yesi sambil menggelengkan kepalanya.


****(Di cafe)***


"Yakin kamu Mas, mau nikah?" Ujar Teman Dimas yang bernama Gio.


"Pantesan aja kamu gak pernah pacaran!" Ujar Gio.


"Iya, banyak cewek yang patah hati gara gara kamu Mas, apalagi pas denger kamu mau nikah makin banyak yang nangis tuh! Hahaha!" Ujar Miko teman Dimas.


"Hai semua!" Sapa Della yang baru datang.


"Hai, Del!" Balas Gio.


"Kamu pindah dong Miko, aku mau duduk sebelah Dimas!" Ujar Della santai.


"Nggak perlu!" Balas Dimas.


Namun Della menatap sinis Miko dan Miko pun tetap pindah duduk. Ketika duduk Della langsung menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Dimas.


"Dimas, gimana sidang kamu tadi? Lancar?" Tanya Della


"Lancar!" Jawab Dimas cuek.


"Pendamping Wisuda kamu nanti aku aja ya!" Ujar Della sambil memegang tangan Dimas.


Lalu Dimas melepaskan tangannya dan berkata "nggak perlu! Yang akan jadi pendamping Wisuda aku cukup orang tua aku! Kamu nggak perlu repot-repot!"


"Jadi pendamping aku aja kamu Del!" Sambung Gio.


"Nggak!" Jawab Della kesal.


"Guys, aku pamit deluan ya! Aku harus pulang!" Ujar Dimas yang mulai risih di dekat Della.


"Aku ikut ya!" Ujar Della.


"Nggak! Aku buru buru! Bye semua!" Ujar Dimas dan pergi.


*****(Di rumah Dimas)****


"Maya! Kamu di sini?" Tanya Dimas kaget dan senang.


"Iya, kita di suruh untuk ketemu WO hari ini! Jadi aku udah nungguin kamu satu jam di sini!" Ujar ku cetus.


"Iya maaf! Tadi aku nongkrong dulu sama teman teman aku! Untuk ngerayain sidang pagi tadi!"


"Oh.." balas ku cuek.


"Ya udah ayo kita ketemu WO nya!" Ajak Dimas semangat.


"Kita naik mobil aku ya! Aku lebih nyaman kalau naik mobil aku! Aku yang nyetir juga!" Balas ku yang masih cetus, karena jujur aku udah gak percaya sama Dia.


"Baiklah! Apapun mau kamu aku turuti!" Balas Dimas.


Lalu aku diam dan berkata dalam hatiku "ish, jijik aku dengarnya! Memang cowok itu raja gombal!" Ujar ku dengan ekspresi tidak suka.


*****(Di kantor Wedding organizer)*****


"Kamu mau tema apa?" Tanya Dimas.


"Tema yang dalam laut ada nggak?" Jawab ku cetus.


"Hahaha! Kalau dalam laut kita semua tenggelam dong!" Balas Dimas tertawa.


****


"Ih, malah ketawa dia! Padahal aku kan nggak ngelawak! Bukannya ilfil sama aku malah dia ketawa!" Ujar ku dalam hati aneh.


****


"Jadi gimana? Kamu mau tema outdoor atau indoor?" Tanya Dimas lagi.


"Indoor! Aku gak suka outdoor panas!" Balas ku cetus.


Lalu kami pun melihat lihat tema indoor yang di tawarkan dari pihak WO, terlihat Dimas Sangat semangat sekali untuk memilih dekorasi pelaminan dan susunan acaranya. Sementara aku hanya ngangguk saja.


*****


"Lihat dia! Dia begitu semangat untuk menikah! Padahal dia sudah punya pacar masih sanggup dia menikah sama aku! Keterlaluan!" Ujar ku yang menggumam kesal dalam hati ku.


*****


"Maya, kok bengong aja! Jadi gimana kamu setuju yang aku pilih?" Tanya Dimas lagi.


"Iya, aku setuju!" Balas ku cuek.


Setelah selesai, Dimas mengajakku untuk makan malam, namun aku menolak karena aku malas terus berdekatan dengan dia.


Karena aku yang menyetir jadi aku langsung ke rumah ku.


***(Di dalam mobil yang sudah sampai di rumah ku)***


"Kamu gak antar aku pulang dulu?" Tanya Dimas santai.


"Kamu gak lihat kita udah sampai rumah aku? Udah kita turun, kamu naik taksi aja!" Ujar ku cetus.


Lalu ketika kami turun mobil, tiba tiba Mama ku keluar dan menyuruh Dimas masuk ke rumah untuk makan Malam.


***


"Ya ampun Ma! Kok keluar sih! Baru aja aku mau usir dia!" Ujar ku kesal dalam hati.


****


Lalu kami pun makan malam bersama dengan keluarga ku, aku pun terus melihat Dimas yang begitu senang dan sok akrab dengan keluarga ku semakin membuat aku kesal.


Bersambung.....