Memories Of You

Memories Of You
Bab 6



jhonny terdiam ditempatnya berdiri. tubuhnya terasa membeku, kakinya sulit untuk digerakkan seperti disemen dengan campuran semen yang solid.


"hi honey! kau mencari ini?"tanya bella yang sedang memegang secumpuk pakaian jhonny.


"siapa perempuan ini? apa dia lawan mainmu yanh baru? oh iya! kau bilang sedang syuting. jadi dimana sutradaranya?"tanya bella.


bella benci ini. dia benci dikhianati, dia benci melihat orang didekatnya membohonginya, memanfaatkannya, dan meminum minuman keras. dan malam ini kekasihnya melakukan semua yang ia benci.


lidah jhonny keluh, dia tidak menyangka kalau bella akan memergokinya. selama ini dia selalu rapi dalam bermain dibelakang bella. tapi dewi fortuna tidak mendukungnya malam ini.


bella bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju balkon kamar hotel itu. dibukanya pintu balkon itu dan ia berjalan keluar. dia lalu membalikkan tubuhnya dan merentangkan tangan kirinya yang memegang semua pakaian jhonny.


"kau tidak menjawab pertanyaanku jhonny".


isabella menaikan sebelah alisnya.


"oh! aku baru ingat pertanyaanku terlalu banyak. bukan begitu kevin?"tanya bella kepada kevin yang juga sama tegangnya dengan jhonny seakan ia juga menjadi terdakwa.


"jadi apa ini yang kau cari?"tanya bella lagi.


jhonny memberanikan dirinya melangkah mendekati bella walau sangat sulit.


"honey! aku bisa je...."


"sssttttt! aku tidak butuh penjelasanmu. aku butuh jawabanmu".


jhonny menghela nafasnya pasrah.


"iya honey! tolong berikan kepadaku"


bella tersenyum miring ketika melihat lawannya pasrah.


"baiklah! tapi....upppsssss!!" ucap bella ketika dengan sengaja membuang semua pakaian jhonny dari atas balkon.


"isabella!! kau..."jhonny segera berlari kearah bella. ia marah ketika melihat bella membuang pakaiannya yang didalamnya masih ada dompet dan ponselnya yang tidak sempat ia pisahkan. kevin yang melihat pergerakan jhonny dengan segera menarik tangan jhonny dan menguncinya dibelakang kedua kaki jhonny pun di tendang kevin sehingga dirinya berlutut dihadapan bella.


bella tersenyum dan berjalan kearah jhonny yang meringis karena tangannya dikunci kevin dengan kuat. bella menundukkan kepalanya dan ia melihat kevin dengan tatapan tajamnya.


"gila? kejam? norak? yang mana ingin kau ungkapkan sekarang?"tanya bella mengintimidasi.


jhonny melihat bella dengan sangat tajam, ia tidak terima direndahkan oleh kekasihnya itu.


"isabella cukup!"bentak jhonny. bella melihat kearah kevin yang segera dibalas dengan anggukan oleh sekretarisnya itu.


"baiklah kalau kau bilang cukup kepadaku". isabella lalu mendongakkan kepalanya dan menatap kevin yang sudah sedari tadi merekam.


"apa ini live?"tanya bella meyakinkan kevin. kevin menganggukkan kepalanya, beberapa menit sebelumnya saat bella melihat kearah kevin, ia langsung mengeluarkan handphonennya dan segera mengetik cepat menghubungi seluruh pihak berita.


jhonny yang mendengar pertanyaan bella langsung membelalakan matanya dan berusaha memberontak.


"bella tidak aku mohon. aku bersalah bella. jangan lakukan ini"teriak jhonny.


bella tidak menggubris teriakan jhonny dia menatap cintya yang juga menatap takut dirinya. bella menghembuskan nafasnya pelan.


"jhonny stevanus smith".


"isabella"teriak jhonny. isabella geram dengan teriakan jhonny dengan refleksnya dia menampar jhonny sehingga pria itu terdiam.


"jhonny stevanus smith! kau bukan lagi kekasihku. dan semua sponsor yang aku berikan selama ini berikut juga sahamku di perusahaan orang tuamu, dan semua aset yang aku berikan. aku tarik semuanya"vonis bella.


jhonny memejamkan matanya baginya ini hari tersialnya. karirnya hancur seketika akibat perbuatannya sendiri.


"dan kau"ucap bella yang melihat perempuan yang ditiduri oleh jhonny.


"kau salah memilih pria yang kau ajak tidur. dia bukanlah pria kaya yang seperti kau bayangkan. dia hanyalah bocah laki-laki yang hanya memanfaatkan wajahnya dan tidak memiliki apa-apa. aku sarankan kau mencari pekerjaan yang baik. jangan kau rendahkan martabat kita sebagai perempuan dengan menjajahkan tubuh terhadap pria hidung belang yang bahkan kau tidak tahu uang yang mereka punya haram atau tidak".


cintya terdiam ketika mendengarkan ucapan bella.


bella melihat kearah kevin lagi dan menganggukkan kepalanya.


"kita pergi".


"isabella! aku mohon jangan lakukan ini padaku. aku mencintaimu"mohon jhonny yang merangkul kedua kaki bella. bella menarik kakinya dan meninggalkan jhonny yang masih memanggilnya.


cintya bangkit dari tempat tidur dan segera memakai pakaiannya. ia lalu berjalan melewati jhonny yang sudah berlutut di depan pintu. ia lalu melihat jhonny dari bawah keatas dan melemparkan senyum merendahkan. vintya lalu membuka ointu kamar itu dan meninggalkan jhonny yang sudah berteriak melepas amarahnya.


"kau sudah mendengarnya?"tanya cintya ketika menelpon seseorang.


"dia sangat mengerikan. tapi kalian sangat mirip. saatnya kau membayar utangmu"setelah mendengar ucapan seseorang yang ia telpon itu, cintya memutuskan panggilannya.


"maldives. i'm coming".