Memories Of You

Memories Of You
Bab 10



plakkk...


sebuah tamparan keras mendarat di rahang sebelah kiri jhonny. jhonny tidak bergeming, dia bahkan tidak bereaksi ketika ayahnya menamparnya.


"kau benar-benar bodoh! bagaimana bisa aku mempunyai anak yang tidak ada otaknya sepertimu?".


"sayang! aku mohon hentikan. dia hanya khilaf melakukan itu"bela ibunya.


"jangan membelanya. gara-gara dia saham perusahaan kita menurun drastis dan para investor tidak mau bekerja sama lagi dengan kita". maki mr. smith.


istrinya lalu menghampiri anak semata wayangnya itu.


"sayang kita harus pergi menemui bella dan kita harus meminta maaf. yah". bujuk ibunya.


"lupakan itu! kita tahu bagaimana isabella itu tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada siapapun. bahkan ibunya pun seperti itu". ucap mr. smith yang sudah berkacak pinggang.


isabella dan ibunya adalah orang mengerikan di dunia ini. pesona dan kekuasaan mereka bagaikan malaikat pencabut nyawa. jika mereka bersatu maka dunia ini tidak bisa berkutik lagi.


mendengar kata ibunya bella dari mulut ayahnya, jhonny seakan mendapat angin segar.


"jhonny akan mengembalikannya lagi seperti semula dan bahkan melebihi dari pertama"ucap jhonny dengan tegas.


mr dan mrs smith melihat kearah anaknya.


"apa maksud kamu?"tanya ibunya


"bagaimana kau akan melakukannya?"tanya mr. smith.


jhonny lalu menyeringai.


"dengan menyatukan mereka berdua. jhonny akan membujuk nyonya martha untuk memaksa bella menikah dengan jhonny. isabella yang jhonny kenal dia tidak bisa berkutik dengan perintah ibunya. maka ia akan menyetujui ide kita dan jhonny akan menikahinya. dengam begitu kita bisa mendapatkan harta ibunya dan juga isabella secara tidak langsung".ucap jhonny yang mengutarakan idenya.


mr dan mrs. smith tersenyum mendengar ide anaknya itu.


☆☆☆☆☆☆


"ini yang terakhir untuk hari ini nona"ucap kevin yang menyerahkan dokumen kepada bella.


bella pun menyambutnya, saat akan membuka dokumen itu ponselnya berbunyi. dia pun melihat siapa yang menghubunginya. ia pun mengangkatnya.


" what's wrong a big lady should bother calling (ada apa seorang nyonya besar harus repot-repot menelpon)?"tanya bella yang melirik kearah kevin.


" a dinner? don't kidding with me?"


"oke fine!". isabella pun memutuskan panggilannya.


"setelah ini pulanglah. kau tidak usah mengantarku. aku ada makan malam dengan nenek sihir"ucap bella yang kembali fokus ke berkas-berkasnya.


kevin pun menganggukkan kepalanya. ia pun secara diam-diam mengirim pesan kepada seseorang.


"apa wartawan masih diluar sana?"tanya bella yang mengagetkan kevin.


"apa yang ada di tanganmu?"tanya bella.


kevin sebisa mungkin memasang muka datarnya.


"tidak ada nona"


"kau menghubungi paman?"selidik bella.


"tidak nona! saya tidak berkomunikasi padanya satu minggu ini".


"lalu apa yang kau lakukan barusan?".


"nona tadi bertanya kepada saya tentang wartawan. saya tadi baru mengirim pesan kepada petugas keamanan di depan supaya bersiaga karena nona sebentar lagi selesai". jawab kevin dengan wajah datarnya tapi didalam hatinya ia menggerutu betapa cerobohnya dia.


"baiklah"


☆☆☆☆☆


isabella sudah sampai di depan restoran yang disebutkan oleh ibunya. sebuah restourant bintang lima yang berada di pusat kota. ia pun melangkah masuk kedalam restaurant itu yang disambut oleh pelayan restaurant.


"nyonya martha".


"silahkan nona! ruangannya ada di lantai 3"ucap pelayan itu sopan.


isabella pun menganggukkan kepalanya sedikit dan ia lalu menekan tombol lift dan kemudian masuk. saat pintu lift tertutup tiba-tiba sebuah tangan menghalangi. isabella terkejut ketika melihat tangan itu. lalu pintu lift pun terbuka dan ia melihat pria yang tadi pagi memakainya topi yang sampai sekarang ia masih memakainya.


"hai! kita bertemu lagi"sapa pria itu.


isabella memalingkan wajahnya.


pria itu lalu tersenyum dan memiringkan kepalanya kearah bella.


"benar itu kau. kenapa kau tidak menjawabku? apa kau tidak ingat aku yang memberikan topi itu padamu?"tanya pria itu.


isabella tidak menjawab pertanyaan pria itu. pria itu pun menundukkan kepalanya, wajahnya kecewa ketika melihat bella yang tidak mengingatnya. padahal baru pagi tadi mereka bertemu.


"menyebalkan! kata ayah orang indonesia ramah"ucap pria itu sambil mengentakkan kaki kanannya pelan.


isabella seketika menoleh kearah pria itu. dia merasa familiar dengan perkataan itu. layaknya dejavu.


pintu lift terbuka.


tetapi isabella masih menatap pria itu yang juga menatapnya.


"aku tahu pasti kau mengingat kata-katamu ini, sayang"


like, comment, vote... terima kasih