
"paman sebentar aku mau ketoilet"ucap bella saat mereka sudah masuk. paman george pun mengijinkannya. isabella lalu pergi meninggalkan pamannya, saat posisinya sudah sedikit jauh dari pamannya ia lalu melihat kearah pamannya yang tampak sedang menelpon seseorang. ia pun segera pergi berlari ke tempat check in ticket.
"bunny kita sudah menjalankan aksinya. aku titip dia disana. aku segera menyusul"ucap paman george.
☆☆☆
dilain tempat fabian melihat kearah isabella yang tampak sedang berlari sambil melihat kearah pamannya.
"benar paman. bunny kita yang nakal sudah berlari kearahku. tenang saja paman kami akan menjaganya"ucap fabian yang langsung memutuskan panggilannya.
merasa pamannya tidak mengikuti isabella lalu segera ke tempat check in tiketnya. sesampainya disana untunglah antrian sudah tidak ada lagi membuat isabella dengan mudah menukar tiketnya. ia pun memberikan paspor dan identitas lainnya kepada petugas itu dan langsung dikerjakan.
"nona isabella ini tiket anda. anda bisa masuk melalui gate 2 dan sebentar lagi pesawat akan pergi"ucap petugas perempuan itu ramah.
mendengar pesawatnya segera pergi isabella segera mengambil paspor dan identitas lainnya. ia pun segera berlari. dibelakangnya fabian mengedipkan sebelah matanya kearah petugas itu dan melihat kearah bella yang sudah menaiki eskalator. ia pun menyusul isabella.
isabella segera berlari kearah pesawat yang sebentar lagi berangkat. ia pun mengirim segera mengirim pesan kepada sang uncle yang pasti sedang mencari dirinya. setelah mengirim pesan isabella masuk kedalam pesawat dan disambut oleh pramugari dan pramugara disana dan dibelakangnya sudah ada fabian yang tampak ngos-ngosan sama seperti dirinya. ternyata mereka adalah dua penumpang terakhir, pintu pesawat pun sudah tertutup dan pesawat segera terbang ke udara. isabella lalu mencari tempat duduknya dan setelah menemukannya ia pun mendudukkan tubuhnya. fabian yang ternyata duduk bersebelahan dengan isabella terkejut melihat gadis itu.
"hei kau yang di lift itu?"tanya fabian yang terkejut.
isabella tidak menjawabnya. tiba-tiba sebuah suara diinterkom pesawat sudah berbunyi.
"selamat malam. selamat datang di maskapai penerbangan kami dengan nomor pesawat B304 dengan tujuan perancis....".
isabella membelalakan matanya mendengar kata perancis yang keluar dari interkom dan ia pun melihat tiketnya dan ternyata benar tujuannya ke bandara charles de gaulle, perancis bukan ke bandara athens internasional, yunani.
isabella lalu berdiri dan ingin segera keluar dari pesawat.
"ehh mau kemana? pesawatnya sudah siap lepas landas"tanya fabian yang mencekal tangannya. isabella menghempaskan tangan fabian tersebut dan akan keluar tapi di seorang pramugari menahannya.
"silahkan duduk nona. pesawat sebentar lagi akan terbang".
"tapi ini...". semua penumpang pesawat melihat kearah yang membuat kegaduhan.
fabian yang melihatnya langsung mengambil inisiatif. ia lalu berdiri dan merangkul bahu bella.
"duduklah isabella. jangan sampai mereka tahu siapa kau. dan itu membuat usahamu kabur sia-sia".bisik fabian di telinga isabella.
isabella melihat kearah wajah fabian yang sangat dekat dengannya. mata mereka pun sekarang saling menatap. tak lama isabella memalingkan wajahnha dan duduk dengan mulut yang mengerucut.
fabian tersenyum melihat isabella yang terus menggerutu. fabian lalu memakai seatbeltnya dan ia memajukan tubuhnya kesamping tepatnya kearag bella dan mengambil sesuatu di antara tubuh bella dan dinding pesawat. isabella kaget tiba-tiba tubuh fabian didepannya. kedua tangannya menyatu melindungi dadanya dan ia melihat fabian yang tersenyum. entah kenapa hatinya berdetak kencang seakan akan meledak.
kenapa jantungku berdetak kencang dan dadaku sesak sekali ketika melihatnya.
maafkan aku sayang harus menjebakmu seperti ini. .
setelah apa yang dicari fabian ketemu ia pun segera menariknya dan memakaikan seatbelt kepada isabella.
"tenanglah! kau aman denganku"ujar fabian.
isabella memalingkan wajahnya kearah jendela dan melihat pesawat yang sudah terbang. dalam harinya ia menangis, tujuannya bukan ke perancis. setelah sampai di bandara itu nanti dia akan langsung membeli tiket pesawat yang baru yah itu tekatnya.
dibandara
"ayo kita pulang. kita harus merayakannya. dia sudah ditempat seharusnya"ajak paman george. kevin mengikuti langkah ayahnya dari belakang.
langkah paman george terhenti dan melihat kebelakangnya.
"ranselnya?"tanya paman george. ia tahu isabella memasukkan beberapa tumpuk uang untuk mendukung usahanya kabur dari dirinya. dan ia menyuruh mbok jati untuk mengintip apa yang dilakukan isabella.
"ranselnya sudah kevin tukar, ayah".jawab kevin.
paman george tertawa lagi. isabella benar-benar polos dirinya tidak sadar jika tasnya ditukar ketika kevin menyerahkan ransel kepadanya saat tiba di bandara.
"kita tinggal mendengar berita dari fabian".
berbahagialah disana, nak. mereka sudah menunggumu sangat lama. sehat dan berbahagialah.