Memories Of You

Memories Of You
bab 14



"paman sebentar aku mau ketoilet"ucap bella saat mereka sudah masuk. paman george pun mengijinkannya. isabella lalu pergi meninggalkan pamannya, saat posisinya sudah sedikit jauh dari pamannya ia lalu melihat kearah pamannya yang tampak sedang menelpon seseorang. ia pun segera pergi berlari ke tempat check in ticket.


"bunny kita sudah menjalankan aksinya. aku titip dia disana. aku segera menyusul"ucap paman george.


☆☆☆


dilain tempat fabian melihat kearah isabella yang tampak sedang berlari sambil melihat kearah pamannya.


"benar paman. bunny kita yang nakal sudah berlari kearahku. tenang saja paman kami akan menjaganya"ucap fabian yang langsung memutuskan panggilannya.


merasa pamannya tidak mengikuti isabella lalu segera ke tempat check in tiketnya. sesampainya disana untunglah antrian sudah tidak ada lagi membuat isabella dengan mudah menukar tiketnya. ia pun memberikan paspor dan identitas lainnya kepada petugas itu dan langsung dikerjakan.


"nona isabella ini tiket anda. anda bisa masuk melalui gate 2 dan sebentar lagi pesawat akan pergi"ucap petugas perempuan itu ramah.


mendengar pesawatnya segera pergi isabella segera mengambil paspor dan identitas lainnya. ia pun segera berlari. dibelakangnya fabian mengedipkan sebelah matanya kearah petugas itu dan melihat kearah bella yang sudah menaiki eskalator. ia pun menyusul isabella.


isabella segera berlari kearah pesawat yang sebentar lagi berangkat. ia pun mengirim segera mengirim pesan kepada sang uncle yang pasti sedang mencari dirinya. setelah mengirim pesan isabella masuk kedalam pesawat dan disambut oleh pramugari dan pramugara disana dan dibelakangnya sudah ada fabian yang tampak ngos-ngosan sama seperti dirinya. ternyata mereka adalah dua penumpang terakhir, pintu pesawat pun sudah tertutup dan pesawat segera terbang ke udara. isabella lalu mencari tempat duduknya dan setelah menemukannya ia pun mendudukkan tubuhnya. fabian yang ternyata duduk bersebelahan dengan isabella terkejut melihat gadis itu.


"hei kau yang di lift itu?"tanya fabian yang terkejut.


isabella tidak menjawabnya. tiba-tiba sebuah suara diinterkom pesawat sudah berbunyi.


"selamat malam. selamat datang di maskapai penerbangan kami dengan nomor pesawat B304 dengan tujuan perancis....".


isabella membelalakan matanya mendengar kata perancis yang keluar dari interkom dan ia pun melihat tiketnya dan ternyata benar tujuannya ke bandara charles de gaulle, perancis bukan ke bandara athens internasional, yunani.


isabella lalu berdiri dan ingin segera keluar dari pesawat.


"ehh mau kemana? pesawatnya sudah siap lepas landas"tanya fabian yang mencekal tangannya. isabella menghempaskan tangan fabian tersebut dan akan keluar tapi di seorang pramugari menahannya.


"silahkan duduk nona. pesawat sebentar lagi akan terbang".


"tapi ini...". semua penumpang pesawat melihat kearah yang membuat kegaduhan.


fabian yang melihatnya langsung mengambil inisiatif. ia lalu berdiri dan merangkul bahu bella.


"maaf ketidanyamanannya. istri saya sedang marah kepada saya. silahkan lanjutkan pekerjaan anda"ucap fabian yang menundukkan kepala keberbagai arah. pramugari tersebut kembali memeriksa penumpangnya.


"duduklah isabella. jangan sampai mereka tahu siapa kau. dan itu membuat usahamu kabur sia-sia".bisik fabian di telinga isabella.


isabella melihat kearah wajah fabian yang sangat dekat dengannya. mata mereka pun sekarang saling menatap. tak lama isabella memalingkan wajahnha dan duduk dengan mulut yang mengerucut.


fabian tersenyum melihat isabella yang terus menggerutu. fabian lalu memakai seatbeltnya dan ia memajukan tubuhnya kesamping tepatnya kearag bella dan mengambil sesuatu di antara tubuh bella dan dinding pesawat. isabella kaget tiba-tiba tubuh fabian didepannya. kedua tangannya menyatu melindungi dadanya dan ia melihat fabian yang tersenyum. entah kenapa hatinya berdetak kencang seakan akan meledak.


kenapa jantungku berdetak kencang dan dadaku sesak sekali ketika melihatnya.


maafkan aku sayang harus menjebakmu seperti ini. .


setelah apa yang dicari fabian ketemu ia pun segera menariknya dan memakaikan seatbelt kepada isabella.


"tenanglah! kau aman denganku"ujar fabian.


isabella memalingkan wajahnya kearah jendela dan melihat pesawat yang sudah terbang. dalam harinya ia menangis, tujuannya bukan ke perancis. setelah sampai di bandara itu nanti dia akan langsung membeli tiket pesawat yang baru yah itu tekatnya.


dibandara


"ayo kita pulang. kita harus merayakannya. dia sudah ditempat seharusnya"ajak paman george. kevin mengikuti langkah ayahnya dari belakang.


langkah paman george terhenti dan melihat kebelakangnya.


"ranselnya?"tanya paman george. ia tahu isabella memasukkan beberapa tumpuk uang untuk mendukung usahanya kabur dari dirinya. dan ia menyuruh mbok jati untuk mengintip apa yang dilakukan isabella.


"ranselnya sudah kevin tukar, ayah".jawab kevin.


paman george tertawa lagi. isabella benar-benar polos dirinya tidak sadar jika tasnya ditukar ketika kevin menyerahkan ransel kepadanya saat tiba di bandara.


"kita tinggal mendengar berita dari fabian".


setelah menempuh penerbangan selama 21 jam lebih akhirnya isabella sampai di negara kelahirannya. saat turun dari pesawat dirinya sangat lesu sekali. mengapa tidak? saat dirinya transit di negara turki dirinya langsung melesat untuk membeli tiket dan saat akan membayar dirinya terkejut dengan isi tasnya. tak ada uang yang ia selundupkan dari paman george yang ada hanya beberapa lembar dolar yang ditinggalkan. akhirnya dirinya kembali naik ke pesawat yang akan mengantarnya ke perancis. tidak ada jalan lain selain dia kenegara itu, disana dia akan menemui paman george dan meminta pertanggung jawaban serta pembalasan dendam kepada orang tua itu. tapi naas handphonenya terjatuh dan terinjak kakinya sendiri sehingga ponsel itu tidak menyala. isabella hanya menggeram marah, kenapa dirinya bisa sial seperti ini. seandainya ada asisten kevinnya itu tentu semua aman terkendali. isabella pun menaiki pesawat dengan hati yang dongkol.


fabian yang selalu mengikuti langkah isabella tertawa terbahak-bahak dibelakang gadis itu. tentu saja tawanya tidak keluar dia takut wanita itu akan mengetahui dirinya menjadi stalker.


"je suis de retour (aku kembali)"teriak fabian ketika dirinya sudah di luar bandara dan berdiri di samping badan jalan. isabella yang berada disampingnya menusuk kupingnya dan menggoyangkannya. ia menatap horor kearah fabian.


fabian menolehkan kepalanya kesamping dan tersenyum. isabella memalingkan wajahnya dan mengejek pria itu.


"dimana kau tinggal? apa kau sedang menunggu jemputan?"tanya fabian.


isabella tidak menjawab dirinya sibuk untuk mencari telpon umum dan menelpon pamannya itu untuk segera menjemputnya. tapi ia lupa. handphonenya mati dan ia tidak bisa melihat nomor handphone pamannya itu.


"nona apa kau mendengarkanku?"tanya fabian.


isabella menendang-nendang jalanan aspal didepannya dengan menggunakan kaki kanannya. kepalanya menunduk, kedua tangannya dimasukkan di jaket hodienya dan mulutnya mengerucut serta berkomat-kamit.


fabian tersenyum melihatnya. itu adalah kebiasaan isabella jika sedang kesal dengan seseorang. fabian lalu mengambil tangan sebelah kanan isabella dan menariknya. ia lalu menghentikan sebuah taksi dan membuka pintu.


"ehhh apa-apaan ini?"bentak isabella yang mencoba menbebaskan tanganya dari genggaman fabian. tapi genggaman itu sangat kuat sekali.


"aku tahu kau tidak ada tempat tujuan. sementara kau bisa tinggal dirumahku. cepat masuk"perintah fabian.


"aku tidak mau".


"masuk atau aku cium kau"ancam fabian yang sudah mendekatkan wajahnya dengan wajah isabella.


isabella menjauhkan wajahnya dan lalu dia dengan segera masuk kedalam taxi itu. fabian menyeringai dalam hatinya sangat senang rencananya berhasil dan isabella akan selalu ada di dekatnya.


fabian kemudian masuk kedalam taxi dan duduk di samping isabella. ditutupnya pintu taxi itu.


"au restaurant le marbell montmartre (ke restaurant le marbell montmartre)"ucap fabian.


pengemudi taxi itu pun menganggukkan kepalanya dan mobil pun melaju membela jalanan perancis.


"kenapa kau mengajakku ke restaurant?"tanya isabella.


fabian merangkul bahu isabella dan membawa tubuh gadis itu semakin dekat kepadanya.


"kau bisa bahasa perancis rupanya. aku lapar dan aku lihat selama di pesawat kau tidak makan karena kau tidak ada uang"ejek fabian.


isabella mengangkat tangan fabian yang ada di bahunya. tetapi fabian merangkulnya lagi bahkan lebih kuat.


"tenanglah isabella. di indonesia kau memang ratunya. tapi di perancis aku adalah rajanya".


isabella mendecih.


"apa maksudmu?"


"kau tahu aku bisa menyuruh sopir taxi ini berhenti"jawab fabian asal.


isabella menghembuskan nafasnya keatas dan kemudian menjewer telinga sebelah kanan fabian.


"aahhhh..ahhh sakit"teriak fabian. tiba-tiba sopir taksi itu berhenti. isabella terheran kenapa sopir itu berhenti mendadak.


"désolé monsieur s'il vous plaît calmez-vous. Je dois me concentrer. (maaf tuan tolong tenang. saya harus berkonsentrasi)."ucap sopir itu.


"Pardonnez-nous. nous venons de nous marier (maafkan kami. kami baru saja menikah)"bohong fabian.


isabella memukul lengan fabian dan memalingkan wajahnya keluar.


tak terasa perjalanan menempuh waktu 25 menit dan mereka sekarang sampai di tempat tujuan yang disebutkan fabian. tangan fabian masih saja merangkul bahu isabella yang sudah tertidur lelap di bahu fabian.


"isabella bangun". panggil fabian. isabella masih enggan untuk membuka matanya. fabian lalu melihat kearah isabella di lihatnya wajah isabella yang tertidur pulas itu.


"cantik".