Memories Of You

Memories Of You
Bab 20



fabian dan isabella memasuki pintu loby gedung bertingkat tinggi itu. saat mereka masuk kedalam perusahaan bella, fabian yang berjalan di belakang isabella sedari tadi menempelkan jarinya di bibir. sedangkan isabella mulai berjalan dengan angkuhnya ketika semua orang yang kira sedang menatapnya. mereka pun sampai di meja resepsionis.


"à quel étage se trouve la salle du président? (lantai berapa ruang presiden berada?)"tanya isabella.


"désolé monsieur! avez-vous pris rendez-vous au préalable?maaf tuan! apa anda sudah membuat janji sebelumnya?).


"Tu ne sais pas qui je suis? dire rapidement à quel étage se trouve la pièce. Je sais qu'on t'a dit de m'empêcher de venir ici (kau tidak tahu siapa aku? cepat katakan di lantai berapa ruangannya. aku tahu kalian disuruhnya melarangku masuk kesini)".maki isabella.


fabian yang melihat isabella yang meninggikan suaranya menggelengkan kepalanya. dia tidak habis pikir kenapa wanita ini mudah sekali marah.


"bukan begitu nona kalau ingin bertanya baik-baik".


isabella membalikkan badannta. kemudian melihat kearah fabian dan menatapnya kesal.


"kau bisa diam!"bentaknya.


fabian mengangkat tangannya dan bibirnya mengejek isabella.


"oke fine ratu".


isabella membalikkan badannya lagi dan menatap tajam dua orang resepsionis tersebut.


"kka..".


"mauku bantu tidak?"tawar fabian yang memotong omongan isabella.


isabella membalikkan tubuhnya dan berkacak pinggang.


"yah sudah kalau tidak mau"ucap fabian sambil memiringkan kepalanya dan bibirnya mencibir.


"cepat lakukan!"


"apa!".


"kau kan raja disini cepat lakukan. aku beri satu menit". fabian mendecih sebal.


"baiklah! biar aku tunjukkan bagaimana seorang raja bisa menaklukkan wanita. apa yang ingin kau dapatkan?".


isabella memainkan kukunya.


"gampang! aku minta paman george menemuiku sekarang dan aku akan memintanya memecatnya dan juga dirimu".


"hei sudahku bilang aku bukan orang suruhan pamanmu itu". malahan aku yang menyuruhnya.


"terserah".


"aku minta imbalan"


"apa?"isabella membelalakan matanya. sungguh dia ingin segera bertemu dengan paman george dan mencari tahu tentang orang yang ada dihadapannya ini dan memberinya pelajaran.


"tidak selamanya orang memberi bantuan dan dibalas dengan terima kasih. aku orang yang berbeda".


isabella melipat tangannya dan menyenderkan tubuhnya dipinggiran meja resepsionis itu.


"apa yang kau inginkan?".


mendengar hal itu fabian tersenyum penuh kemenangan.


"kau yakin! setelah aku mengucapkannya kau tidak boleh menariknya atau membatalkannya lagi".


isabella menghembuskan nafasnya kasar dan menganggukkan kepalanya.


"cepatlah".


"kita berkencan!"


"APAAAA???? "pekik isabella.


"tidak akan pernah"


"kau sudah berjanji. Awas minggir!!raja akan menaklukkan singa betina yang seksi ini"goda fabian yang menggeser tubuh isabella dengan pinggulnya. ia pun mengedipkan matanya kearah resepsionis berambut pirang itu.


isabella membelalakan matanya. mulutnya pun terbuka tidak percaya. fabian tersenyum licik dan mengetik sesuatu di handphonenya. ia lalu menunjukkan handphonenya ke arah resepsionis itu.


ne me dis pas que je travaille ici. Elle est notre PDG et ne parle d'elle à personne. si vous voulez toujours travailler. (jangan bilang aku bekerja di sini. Dia adalah CEO kami dan tidak memberi tahu siapa pun tentang dia. jika Anda masih ingin bekerja).


fabian lalu mengedipkan matanya sebelah dan menempelkan telunjuk di bibirnya. sedangkan wanita berambut timah emas itu tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya. kapan lagi mendapat kedipan dari seorang vice president yang digilai oleh semua orang.


fabian lalu memasukkan handphonenya kesakunya.


"merci".


fabian membalikkan tubuhnya dan segera menarik tangan isabella.


"ayo sayang kita mulai kencan kita"ucapnya dengan bangga.


isabella lalu menyentakkan tangan fabian. fabian memutar tubuhnya.


"kenapa berhenti?"tanyanya.


"aku benarkan?. paman george ada disini dan melarangku bertemu dengannya karena pasti akan memecatnya".


fabian mengangkat telunjuk kanannya dan menggoyangkannya.


"anda salah nona. paman georgemu memang tidak ada disini, dia masih di indonesia".


"apa?"tanya isabella terkejut.


"tugasku sudah selesai dan sekarang aku minta imbalanku".


fabian menarik tangan isabella lagi tapi segera di tepis oleh isabella.


"tidak ada imbalan. kau sudah gagal"


"hei itu curang".protes fabian.


isabella mengangkat kedua bahunya dan memelet bibirnya. ia pun lalu berjalan mendahului fabian yang sudah melongo.


"kau tahu aku tidak sebodoh itu nona isabella. tapi, baiklah kalau begitu aku hapus saja nomor paman georgemu ini".


isabella yang mendengar ancaman fabian itu menghentikan langkahnya. mulutnya sudah bersumpah serapah banyak kosakata kasar yang ia ucapkan. kedua tangannya sudah mengepal sekuat tenaga.


"oh ini dia... baik kita...ehhhhh"teriak fabian yang melihat handphonenya diambil oleh isabella. isabella sedari tadi berjalan keluar sambil berkomat-kamit. sedangkan fabian mengukuti dari belakang dengan kebahagiaannya.b


setelah mereka masuk kedalam mobil. isabella melakukan video call dari handphone fabian.


"kau sedang apa?"tanya fabian.


"nonton bo***".


"wow ikut dong". isabella memukul bibirnya sendiri dan merutuki dirinya sendiri. stupid bella.


tak lama kemudian paman george mengangkat video callnya.


"PAMANNNN"teriak isabella. fabian dan paman george disana terkejut ketika mendengar isabella berteriak.


"isabella kau sedang sakit"ucap fabian pelan.


isabella hanya melihat sekilas dan kembali melihat kearah pamannya itu yang sudah tersenyum penuh kemenangan.


"selamat pagi nona. anda tahu disini masih subuh?".


"dan paman tahu bella kehilangan kewarasan disini".


paman george mengernyitkan dahinya.


"sepertinya tidak nona. tapi yah.. ehmmm.. rambut anda berubah"sindirnya.


"paman tahu bella tidak suka main-main".


paman george menghela nafasnya diseberang.


"baiklah nona! paman menyerah. apa yang kau inginkan? paman akan mengabulkannya. tapi kalau kau minta untuk pulang ataupun, semua fasilitasmu kembali, atau pun rumah untuk kau tinggalin disana. kau tahu jawaban paman"ancam paman george.


"oh!! jadi benar dia suruhan paman. pantas saja dia mengikutiku di apartemen belakangan ini". isabella sekarang melihat fabian sangat tajam setajam kapak wiro sableng.


"hei aku bukan suruhan pamanmu. aku saja tidak kenal dengan pamanmu itu"protes fabian.


"nona apa maksud anda?".


isabella pun tertawa terbahak-bahak. fabian tersentak ketika melihat isabella tersenyum. isabella dari dulu adalah tipe orang yang susah tersenyum ataupun tertawa.


"kalian memang seperti dumb and dumber".


"isabella". ucap mereka kompak yang membuat isabella semakin tertawa.


"paman aku tidak bodoh. paman pasti menyuruhnya, kan?"


isabella lalu menjewer kuping fabian dan membawanya mendekat kearahnya dan ia pun langsung mengarahkan layar ponselnya.


"arrgghhhhh isabella sakit!!! kupingku bisa lepas"


"inikan orang suruhan paman?"


"isabella apa yang kau lakukan? kau tidak tahu siapa dia?".teriak paman george diseberang sana.


"tentu aku tahu dia adalah salah satu antekmu kan?".


paman george menepuk jidatnya. sedangkan fabian masih meringis kesakitan. isabella tidak melepas jewerannya.


"astaga isabella!! lepaskan dulu dia".


"tidak! sebelum paman jujur padaku".


"ISABELLA CLAUDYA LE....".


"oke fine uncle". isabella melepaskan jewerannya di kuping fabian yang kemudian pria itu mengusap kupingnya yang sudah memerah.


"jelaskan".


"dia adalah pengusaha muda terkenal di eropa. dia mempunyai ladang anggur terbesar di paris dan juga lavender. bagaimana mungkin aku menyuruhnya menjadi mata-mataku. sedangkan yang aku kirim berambut botak".


isabella menatap kearah fabian yang masih mengusap kupingnya.


"kau sudah percayakan?"sindirnya.


"arahkan layar handphonemu kearah tuan fabian"perintah paman george.


isabella dengan bibir mengerucut mengarahkan layar handphone itu kearah fabian.


"selamat pagi tuan fabian? apa kabar anda? maafkan atas kelancangan dan ketidak sopanan keponakan saya. saya harap ini tidak akan merusak kerja sama kita"ucap paman george.


"selamat pagi tuan george. dua hari ini hidupku sedikit terancam atas keganasan seorang wanita. jangan khawatir saya orang yang profesional. tentu saya terkejut kalau singa betina ini adalah keponakan anda".


bakat aktingku bagus juga. seharusnya aku menjadi aktor.


"tolong jaga keponakan saya. saya akan kembali kesana secepatnya".


"paman! bella minta nomor kevin sekarang".


"oh maafkan saya nona, saya tidak akan membiarkan anak saya diganggu seperti saya".


"astaga paman!!! baiklah. bella akan mengganggunya nanti. cepat kirimkan! bella lupa, kalau bella sedang menghukum seseorang dan ini sudah batasnya".


"tapi nona. kondisi anda...".


"paman please. bella sudah menurutimu dengan datang kesini. bella hanya mau menyelesaikan satu proyek selebihnya kalian lakukan seperti biasa".


"baiklah nona".


"bella tutup".


isabella menutup video callnya dan dia melihat walpaper handphone fabian. disana terdapat dua remaja yang sepertinya di foto candid. yang perempuan membelakangan kamera dan sedikit membungkukkan tubuhnya dan seorang pria yang berdiri disampingnya yang sedang tertawa sambil merangkul pundak gadis itu. sekilas bayangan muncul di otak isabella. dia seperti familiar dengan photo itu. ia pun segera menepisnya dan memberikan kepada fabian.


"tidak usah kau membutuhkannya. aku masih punya satu lagi"ucap fabian.


"terima kasih. aku pinjam sebentar"ucapnya lirih. entah kenapa ketika melihat walpaper tadi dirinya menjadi sedih.


apa kau mengingatnya sayang.