
isabella sekarang berada di balkon yang terdapat meja panjang yang dilihat isabella tadi. balkon yang berada dilantai 2 pojok itu berhadapan tepat dengan Sacré-Coeur. langit mulai senja, lampu disekitar gereja basilika itu mulai menyala dan taman belakang mereka yang dipwnuhi dengan phon cemara pun mulai menyalakan lampunya membuat suasana menjadi romantis.
fabian muncul sambil membawa makan malam mereka dalam porsi banyak karena mereka tidak sempat makan siang di pesawat tadi dan fabian juga sibuk mengurusi barang-barangnya tadi. ketika melihat isabella, pria bertubuh jangkung itu terkekeh pelan mengingat nama yang di ucapkan oleh isabella.
"makan malammu tuan edward cullen"sindir fabian.
isabella menatap tajam kearah fabian. pria itu suka sekali menyindirnya. aroma makanan yang dibawa fabian tafi cukup membuatnya menghentikan aksi protes yang hendak ia layangkan. perut isabella sudah menabuh genderang.
isabella lalu mengambil salah satu piring yang dibawah oleh fabian.
"eitsss kalau kau ambil yang itu aku jamin mukamu akan menjadi boneka hello kitty yang hendak berak"goda fabian.
fabian menarik kursinya dan duduk disamping isabella ia pun mendorong seporsi besar nasi goreng spesial.
"ini punyamu. aku yang ini. aku tahu kau tidak menyukai ayam".
"dari mana kau tahu?"tanya isabella.
fabian menghentikan suapannya dan menatap isabella. isabella membuka kepala hoddie dan topinya. ia lalu melipat tangannya didada dan menatap pria itu tajam.
"jawab aku darimana kau tahu aku tidak menyukai ayam. apa kau dikirim paman george?"selidik isabella.
suasana romantis tersebut mendadak mencekam. fabian yang menatap isabella, ia mengakui otak cerdas gadis itu. tapi permainan baru saja dimulai dan dia tidak mungkin mengaku kalah begitu saja.
fabian lalu tersenyum.
"george siapa? bukankah itu salah satu monyet pintar dalam film kartun?".
"aku tidak suka main-main. sekarang jawab aku".
"memangnya kita sedang bermain apa nona? aku tidak mengenal siapa itu george. aku hanya mengenalmu yang mengaku sebagai edward cullen tadi".
isabella mulai geram dengan fabian yang terus saja mengelak. ia pun menunjukkan jarinya kearah fabian.
"kau..."
"sssttt. tenanglah. aku bukan siapa-siapa dibanding dirimu nona. tenang dan makanlah kasihan cacing di perutmu sudah meronta-ronta. jika aku memang orang suruhan paman george maka aku sudah menyerahkanmu kepadanya bukan membawa kerumah orang tuaku"ucap fabian.
isabella melemaskan tubuhnya dan mengambil sesuap nasi dihadapannya.
"mengenai apa yang kau sukai atau tidak, aku tahu dari google. ada beberapa facta di jabarkan disana. kalau kau tidak percaya periksa saja sendiri".
isabella tidak menggubris ucapan fabian dan asyik memakan makanannya. fabian tersenyum melihat isabella memakan dengan lahap. di sudut ruangan alexandre menatap haru putri yang ia rindukan itu.
☆☆☆☆☆
Sedangkan di lain tempat seorang nyonya besar mendatangi kediaman putrinya. Putri yang sudah membuat heboh seluruh dunia membuatnya sedikit ketakutan dengan pengakuannya itu. Penjaga keamanan rumah putrinya itu menundukkan kepala hormat kepada nyonya besar itu. Seluruh pekerja isabella di rumah itu tahu siapa yang ada di hadapan mereka tapi isabella mengingatkan mereka jika hanya mereka saja yang boleh mengetahuinya dan tidak boleh keluarga mereka ataupun selain mereka mengetahuinya dan jika ketahuan hidup mereka akan sengsara.
Pintu utama rumah itu terbuka. Beberapa pelayan memberi hormat. Martha tetap melajukan langkahnya hingga berhenti di ruang makan. Tampak kevin dan paman george masih duduk di meja makan sambil menikmati kopi mereka. Isabella sudah tidak ada dirumah itu maka tidak ada larangan untuk meminum kopi.
"sedang apa kau disini george?"tanya martha.
Paman george menyesap kopinya santai. Ia tidak takut sama sekali dengan orang yang melahirkan isabella itu. paman george menolehkan wajahnya dan tersenyum.
"selamat malam nyonya. senang bertemu dengan anda lagi".
"dimana dia sekarang?"
paman george pun terkekeh dengan pertanyaan martha. ia lalu berdiri dari tempat duduknya. kevin yang disana hanya terdiam dan menunggu instruksi dari ayahnya.
"yang mana harus saya jawab dulu nyonya. tentang keberadaan saya disini atau nona sekarang?".
martha melipat tanganya dan mendongakkan sedikit kepalanya.
"jawab saja george. kau pasti tahu apa yang diperbuat oleh asuhanmu itu".
"dan asuhanku itu adalah anakmu"potong paman george.
suasana menjadi mencekam ketika dua orang paruh baya berbeda jenis kelamin bersihtegang.
"wow baiklah nyonya! anda selalu menang"kekeh paman george.
"anda tidak ingin duduk. biar saya suruh kevin menyiapkan minuman buat anda"ucap paman kevin yang mempersilahkan nyonyanya untuk duduk.
"aku tidak ada niat untuk mendengar ocehanmu. cukup jawab saja".
"aku disini untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan yang anda lakukan dengan orang suruhan anda. dengan mengirimnya ke tempat seharusnya ia berada".
martha membelalakkan matanya dan maju kearah george. ditamparnya wajah mantan asistennya itu dan juga sahabat mantan suaminya itu.
"kau gila!! apa kau disuruh pengecut itu untuk mengirim anakku. dia bahkan tidak berusaha menemuinya sejak dulu".
"anda lupa nyonya. anda sendiri yang menyuruh saya untuk mengumumkan kalau nona sudah meninggal karena kebakaran dulu. dan itu membuat pengecut itu terpukul dan tidak kembali disini".
martha terdiam dengan ucapan george. ucapan pria di hadapannya itu semua benar. dirinya yang menyuruh george mengumumkan kematian palsu isabella agar anaknya itu bisa selamat. martha memundurkan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
"aku harus membawanya kembali".
"kalau saya sarankan biarkan dia merasakan sentuhan ayahnya yang sudah tidak ia dapatkan berpuluh-puluh tahun".
"memangnya siapa kau?"bentak martha yang sudah membalikkan tubuhnya. ditunjukknya jari manis itu kearah paman george.
"aku adalah peganti orang tuanya yang tidak pernah ada untuknya. dan anda tidak bisa menyingkirkanku tanpa seijin anak asuhku itu". ucapan paman george sangat sarkastis. martha serasa ditampar dan dirinya kalah telak melawan pria berotak licik itu.
"akan aku pastikan kau menyesal george".
paman george mendongakkan kepalanya ketika melihat lawannya kalah.
"sebelum anda membuat saya menyesal. saya yang akan memastikan anda yang akan menyesal duluan".
martha menurunkan tangannya dan lalu kedua tangannya mengepal kuat. ia lalu pergi meninggalkan george dan kevin dengan hati yang sangat dongkol.
paman george menoleh kebelakang melihat kevin yang sedikit tegang. dia pun tersenyum miring kepada anaknya itu.
"awasi gerak geriknya. jangan sampai mengacaukan rencana kita"ucap paman george.
kevin yang perintah ayahnya itu lalu menganggukkan kepalanya patuh dan dia berharap nonanya segera sembuh. dirinya lebih baik mendengar amukan isabella dari pada perseteruan antara ayahnya dan nyonya besar.
benar-benar menyeramkan dan menegangkan. pikir kevin sekarang.