Memories Of You

Memories Of You
Bab 10



pria paruh baya itu lalu turun menuju keruangan makan. saat sudah sampai disana dia lalu disambut oleh mbok jati yang tersenyum kearahnya.


"selamat pagi tuan george. Anda mau sarapan apa?". tanya mbok jati sopan


"selamat pagi mbok. buatkan saya secangkir kopu". jawab paman george.


ketika mendengar jawaban paman george, mbok jati mengernyitkan keningnya. dalam hatinya ia bertanya-tanya apa pria yang dihadapannya ini melupakan sesuatu. paman george yang melihat kebingungan mbok jati akhirnya terkekeh kecil.


"maafkan aku! aku lupa bocah itu tidak menyukai aroma kopi. Dia bisa mencium aroma itu dalam radius dua kilometer".


mbok jati tersenyum lega. pria itu masih mengingat kebiasaan nonanya. isabella tidak menyukai kopi jenis apapun dan variasi apapun, dia juga bisa mencium bau kopi dari pos penjaga rumahnya. Maka dari itu dia melarang bawahannya menyeduh bahan minuman berwarna hitam itu baik dirumah, dikantor, dan dimanapun ia berada.


"secangkir teh saja"pintanya.


mbok jati pun segera menganggukkan kepalanya dan segera pergi menuju dapur rumah itu.


selepas mbok jati pergi, paman george melihat setiap sudut ruangan rumah tersebut. rumah yanh ia dan isabella bangun yang tentu saja atas permintaan nona mudanya yang tidak ingin tinggal bersama nyonya martha. rumah yang menggabungkan nuansa perancis dan juga indonesia memang tidak berubah.


"selamat pagi ayah"sapa seseorang yang memanggilnya dengan sebutan ayah.


paman george memutar tubuhnya dan melihat anak semata wayangnya yang sudah tumbuh dewasa fan sangat mirip dengannya saat masih muda. tatapan bangga ia berikan kepada anaknya itu.


"morning son".


pria muda itu yang tak lain dan tak bukan adalah kevin yang datang dengan setelan pakaian kerja yang rapih.


"kau sudah sarapan?"tanya paman george yang menarik kursi makan di depannya. ia lalu duduk disana dan diikuti kevin yang duduk di sebelah kanan ayahnya.


"sudah ayah".


"bagaimana?"tanya paman george yang langsung to the point.


saat akan menjawab kevin melihat mbok jati yanh datang dengan dua cangkir teh. saat akan mengambil cangkir mbok jati melihat kevin datanh dan ia pun berinisiatif menghidangkan secangkir teh untuk kevin juga. mbok jati lalu meletakkan dua cangkir itu kepada pamam george dan juga kevin. setelah itu ia pamit tak lupa dengan ucapan terima kasih dari keduanya.


"kemarin siang nyonya martha mengadakan konferensi pers dan menyebutkan kalau nona muda adalah anaknya dari pernikahan keduanya dan bukan anak dari tuan lèonorè. dan nyonya juga menyuruh orangnya untuk menarik semua video yang tersebar di awak media"terang kevin.


pamam george menganggukkan kepalanya dan menyesap tehnya.


"baiklah! ternyata nyonya sudah bergerak cepat. jangan sampai bella tahu".


"tapi ayah?"tanya kevin yang masih risau akan seseuatu.


"tapi apa?".


"tuan besar". paman george menghela nafasnya dan melihat kearah anaknya itu.


"fabian yang akan mengurusnya. kau jangan khawatir. selama aku disini tugasmu tidak akan berat"ucap paman george yang merasa bersalah karena membebankan tugas berat kepada anaknya itu. ia lalu menepuk bahu anaknya itu untuk menyalurkan kekuatan dan kebanggaan.


"apa dirumahku menjadi ajang acara reuni?"tanya bella yang sudah muncul di belakang mereka.


paman george melepaskan genggaman di bahu kevin dan menyatukan tangannya dan ditumpukan di dagunya. sedangkan isabella menarik kursi disebalah kiri paman georgenya dan kemudian duduk di singgahsananya.


"setidaknya ada alasan aku pulang kesini. aku ingin mengetahui bagaimana keadaan anakku disini. memastikan tidak ada lecet sedikit pun dari atasannya yang terkenal kejam"sindir paman george.


"cihh.. bahkan paman yang mengajarkanku untuk kejam didunia ini".


paman george tersenyum miring dan meminum kembali tehnya.


isabella menyenderkan tubuhnya ke kursi dan melipat tangannya. raut mukanya menjadi serius seketika.


"jadi untuk apa paman datang kesini? ini sudah sepuluh tahun kau tidak menemuiku dan tidak mungkin kau hanya ingi menemui anakmu sedangkan kau sering melihatnya?"tanya isabella to the point.


paman george melihat kearah isabella dan tersenyum tipis.


"menagih janjimu 10 tahun yang lalu dan membawamu kembali ke perancis"ucapnya santai namun tegas.


isabella pun langsung menegang mendengar ucapan paman george tersebut.


Flash back


Isabella membuka pintu ruangan uncle george nya, i melihat pamannya itu sangat fokus dengan berkas-berkasnya. sejak ia kembali ke perusahaan ibunya, paman geoge sangat sibuk sehingga isabella jarang menghabiskan waktu bersama dengan pamannya itu.


isabella berjalan mendekati pamannya yang tak bergeming sama sekali. ditariknya kursi didepannya dan pamannya tidak terganggu sama sekali. dalam hatinya dia mengerutuki dirinya sendiri, uncle georhe pasti sedang marah pada dirinya selama pria tua itu pergi. isabella sering membuat ulah beberapa kali sehingga fasilitasnya yang ia pakai sering di non aktifkan oleh paman george.


"katakan apa yang ingin kau katakan?"ucap paman george yang membuyarkan lamunan isabella.


mendengar suara bariton khas dari pamannya itu seketika nyali isabella menciut. ia pun menundukkan kepalanya.


isabella sontak mendongakkan kepalanya, matanya membelalak. ia yakin paman george akan memarahinya sebelum ia mengatakan maksud dan tujuan dia datang kesini.


"tidak paman! bella tidak melakukan apa-apa. ada yang bella ingin katakan" ucapnya pelan saat mengucapkan kalimat terakhirnya.


pamam george lalu menutup penanya dan kemudian dilanjutkan berkasnya. dia merasakan sesuatu saat bella masuk tadi. ia menghela nafasnya lalu melihat kearah isabella yang menatapnya sendu.


"baiklah! apa itu?".


isabella menundukkan kepalanya lagi dan memelintirkan jarinya.


"paman tahukan aku menyukai dunia fashion dan bahkan rancanganku beberapa kali menang dalam perlombaan, bahkan LV dan Chanel pernah membeli karyaku"


paman george menganggukkan kepalanya, ia akui isabella memang sangat berbakat dalam bidang fashion.


"maka dari itu uncle. bella ingin membuat rumah mode brand bella sendiri dan juga perusahaan yang bergerak dibidang ini"ucap isabella takut-takut.


"apa ada alasan yang lain? kau tahu keputusanmi ini sangat berbahaya jika mereka tahu siapa dirimu?"tanya paman george.


isabella menganggukkan kepalanya, dia tahu konsikuensinya jika dia memakai nama marganya. semua sudah ia pikirkan.


"iya paman! bella mengerti. bella juga ingin lepas dari mama. isabella capek harus hidup menjadi seperti boneka. bella ingin lepas dari semuanya, bella tidak akan memakai marga yang bella punya. meskipun bella tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi. tolong bella paman. bella tidak ingin tertekan tinggal disana, bella kesepian disana, hidup bella selalu dibayangi mama"isaknya.


paman george mengerti dengan kegundahan gadia yang sudah dianggapnya anak sendiri itu.


"apa kau yakin melakukan ini? kau tahu untuk memulainya kau harus belajar seluk beluk bisnis, manajemen, pemasaran, dan lainnya. dan dalam berbisnis kau harus serius, yakin, tekun, dan kerja keras. apa kau yakin mau melakukannya?"tanya paman george.


isabella mengusap airmatanya dan mendongakkan kepalanya.


"bella yakin paman dan bella akan belajar itu semua".


"apa jaminannya?"tanya paman george


isabella terdiam dengan pertanyaan paman geogenya dia tidak tahu jaminan apa yang ia bisa berikan kepada pamannya itu. paman george melihat kebingungan isabella itu.


"bisa kau berjanji pada paman. kalau kau akan meninggalkan kebiasaan burukmu itu. dan kau harus berubah dan serius dengan bisnismu ini. dan jangan sampai mereka tahu tentang jati dirimu. dan terakhir jika kau terlibat skandal apapun dan situasinya sangat buruk hingga mereka mencari tentang dirimu dan semuanya terbongkar. paman akan datang kehadapanmu dan langsung membawamu ke perancis. apa kau bisa lakukan ini?"tantang pamannya.


isabella meneguk ludah kasarnya. kembali ke perancis adalah hal yang mengerikan. dia tidak ingin kembali ke negara tempat ia dilahirkan dan bertemu dengan ayahnya yang telah meninggalkkannya. dia akan memastikan dirinya tidak terlibat dengan skandal apapun.


"iya paman. bella tidak akan terlibat skandal apapun dan bella akan meninggalkan semuanya, tidak ada balapan liar ataupun tawuran lagi. jika bella melakukan itu semua dan kondisi tidak kondusif paman boleh bawa bella".


paman george menyenderkan bahunya di kursi kebesarannya. dia melihat kedalam manik mata isabella yang mirip sekali dengan sahabatnya itu penih keyakinan. ia masih bersyukur isabella tidak menyentuh minuman beralkohol ataupun narkoba yang biasa terjadi dilingkungan yang biasa isabella datangi.


"baiklah paman pegang janjimu itu". paman george pun berdiri dari kursinya dan kemudian merentangkan tangannya.


"kemarilah"pinta pamannya.


isabella berdiri dari kursinya dan menghampiri pamannya. ia peluk orang yang sangat berjasa kepadanya saat ia bangun dari komanya. orang yang mengajarinya dari makan, berbicara, berjalan dan lainnya. isabella mengalami kerusakan pada otaknya menyebabkan beberapa syarafnya bermasalah ini disebabkan isabella terlalu banyak menghirup asap saat rumahnya terjadi kebakaran dan ia juga mengalami amnesia karena benturan keras di kepalanya dan mempengaruhi kerja otak kecilnya. saat ia bangun setelah tidur selama 2 tahun, dirinya hanya melihat paman george dan mbok jati yang saat itu ia klaim sebagai orang tuanya.


setelah permohonan bella kepada paman george dan juga janjinya. isabella sangat berubah, ia tinggalkan balap liarnya dan juga tawuran yanh sering ia ikuti, bahkan sahabatnya tidak ia gubris jika mereka menelponnya. setiap hati isabella berhadapan dengan buku-buku tebal yang dibawa oleh paman george ataupun yang ia baca di perpustakaan.


"george, aku lihat sebulan ini dia sangat berubah? apa yang terjadi?"tanya martha saat ia baru pulang dari perjalanan bisnisnya.


paman george yang sedari tadi mengawasi bella dari depan pintu ruangan belajar bella terkejut dengan suara nyonya besarnya. ia lalu membalikkan tubuhnya dan memberi hormat. ia lalu melihat kearah bella yang masih sibuk dengan buku-bukunya.


"nona muda meminta saya untuk mengajarinya tentang dunia bisnis. karena ia ingin membuat rumah


mode dan bahkan perusahaannya sendiri"jawab paman george.


martha melihat kearah isabella anaknya itu.


"apa? ini ide gila george. kau tahu...".


"saya tahu nyonya. saya juga sudah mempersiapkan semua dan juga saya sudah mengatakannya kepada nona. tapi nona tetap berkeras dan berjanji dia tidak akan melakukan sesuatu yang membuat semua terbongkar"jawab paman george cepat.


"menurut saya biarkan nona mencari jati dirinya sendiri. sudah cukup nona merasa tertekan dan terbebani. anda tidak tahu apa yang terjadi terhadap nona selama ini. anda hanya menemaninya saat koma dulu dan itu tidak lebih dari 5 bulan saja"


ucapan dari sahabat dari mantan suaminya itu seperti tamparan baginya. karena kesibukannya ia hanya menemani isabella yang saat itu masih tenang dalam komanya tidak lebih dari 5 bulan dan saat ia mendengar anaknya sadar dari koma, dirinya sedang ada di polandia untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan disana. padahal kehadirannya sangat diharapkan oleh anaknya tersebut.


"baiklah! jika dia butuh sesuatu katakan padaku. aku akan membantunya".


"maafkan saya nyonya. nona muda berpesan dia tidak ingin ada campur tangan nyonya dalam urusannya. dia ingin lepas dari anda".


martha memalingkan wajahnya. hatinya sakit mendengar anaknya tidak ingin dirinya ikut dalam urusannya. matanya sudah berkaca-kaca tetapi ia tahan. kemudian dia pergi dari hadapan george yang menatapnya datar.


Like, comment, vote yang banyak teman-teman... terima kasih