
semua orang sudah pergi dari ruangan itu menyisahkan pria pelontos dan seorang wanita berambut sebahu yang terus menundukkan kepalanya. kevin yang sudah menutup pintu, berjalan mendekati isabella dan memberikan sebuah dokumen kepadanya.
isabella menerimanya dan membuka dokumen tersebut.
"selagi aku membaca resume kalian. jelaskan tentang kebodohan kalian semalam. waktu kalian sampai aku selesai di halaman terakhir"ucap bella yang melihat kearah mereka.
mereka berdua melihat kearah kevin dan dibalas dengan anggukan kepalanya. dan mulailah mereka bercerita dari awal mula si wanita yang tidak sengaja menarik rel sleting dengan kuat dan akhirnya si pria yang tidak tahu harus bagaimana dan karena waktu yang tidak cukup melakukan hal yang gila.
"saya tidak tahu..."
"cukup!"ucap bella yang sudah menutup dokumennya dan melempar dokumen itu.
"sekarang aku tanya jika kita dibalik posisinya. dan aku melakukan kesalahan seperti itu bagaimana perasaan kalian?".
"marah" jawab mereka kompak.
"jika kalian anggap lah waktunya 10 menit sebelum kalian melamar seseorang atau kau yang ingin kencan pertama dengan pacarmu dan kalian sudah sangat rapih tiba-tiba salah satu dari pakaian kalian sobek apa kalian akan menempelnya dengan lakban?"tanya bella.
mereka berdua menggelengkan kepalanya.
"jadi? kenapa otak bodoh kalian melakukan itu? apa kalian tidak tahu para tamu undangan bukan hanya melihat para model berjalan memamerkan baju yang designer buat. mereka sangat teliti. mereka sampai rela membawa kaca pembesar atau pun teropong untuk melihat bahan dasar, ornamen, tekstur, dan juga hal-hal terkecil lainnya. makanya ada produk diluar sana ada yang tiruan tapi dengan bahan yang lain dan dijual murah dari produk aslinya. apa kalian tidak mengerti? dan bagaiaman jika aku tidak datang kemarin apa kalian akan menghancurkan usahaku dengan lakban itu?"maki bella.
mereka berdua sudah menundukkan kepalanya dalam-dalam. atasannya yang ada di hadapan mereka sangat menakutkan sekali.
"jeremy! kau lulusan terbaik dari inggris. tapi otakmu tidak ada. bagaimana disituasi begitu otak brilianmu kau buang saja? atau otakmu sibuk merayu pria disini?".
"ehmm... tidak begindang eh salah tidak begitu nona. eike...eh saya memang bersalah nona saya siap menerima hukuman".
"dan putri! apa kau selalu ceroboh begini. cita-citamu disini tertulis kau ingin menjadi sepertiku tapi kau sangat ceroboh dan itu bukan seperti aku".
"maafkan saya nona. saya mohon beri kesempatan saya. saya akan berhati-hati kedepannya. pekerjaan ini yang saya harapkan untuk..."
isabella mengangkat tangan kanannya. dia tahu inti dari kalimat terakhir yang akan diucapkan oleh gadis itu. dan ia tidak suka itu.
"stop!! jangan bawa keluarga di depanku. kalian yang melakukan kecerobohan dan saat kalian seperti ini kalian membawa nama keluarga".
putri menundukkan kepalanya malu. memang benar itu kesalahan dan kecerobohannya, seharusnya ia yang bertanggung jawab dengan segala konsikuennya dan bukan membawa nama keluarga untuk dijadikan bahan belas kasihan.
suasana hening seketika. mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa lagi. kevin disana hanya memperhatikan dengan seksama.
"baiklah! kalian siap dengan konsikuennya?". isabella menutup dokumen itu dan melemparnya diatas meja.
mereka mengangguk lemah.
"putri!"panggilnya. putri pun mendongakkan kepalanya dan melihat kearah bella dengan pasrah.
"kau ku pecat!!". tunjuk bella kearah putri.
"nona aku mohon"
putri sudah duduk terlemas, ia terduduk ketika bella mengatakan itu. buliran air matanya jatuh dengan derasnya.
"kevin segera urus pemecatannya dan kirim ia ke tempat sekolahku dulu. semua biaya aku tanggung dan berikan juga tunjangan kepada keluarganya setiap bulan".
putri yang mendengar kalau dirinya akan disekolahkan oleh bella mendongakkan kepalanya dan menyatukan kedua telapak tangannya. jeremy yang mendengarnya terharu.
"terima kasih nona".
"aku tidak butuh terima kasihmu. cukup kau buktikan kau tidak akan ceroboh lagi, dan tunjukkan kepadaku kau orang yang kompeten setelah tamat dari sana. pesanku jadilah orang terbaik, selalu rendah hati, dan jangan sampai kau salah jalan hingga kau merusak kepercayaanku dan jauhi narkoba, juga minuman keras".
putri menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"baik nona".
"dan kau jeremy". isabella melihat kearah pria berkepala pelontos itu dan sedikit kemayu.
jeremy melihat kearah isabella tangannya sudah diatas dadanya yang mulai bergemuruh.
"iiiya nona".
"kau bisa menggunakan otak brilianmu itu lagi? kalau tidak bisa kau boleh melangkah keluar dari pintu ini dan perusahaan ini".
"biii...bisa nona".
"siapkan design hasil karyamu sendiri sebanyak 30 buah untuk pakaian pria di musim semi dan berikan aku filosofinya. aku beri waktu 1 minggu dan setelah itu aku akan memilihnya dan jika aku puas aku akan memasukan karyamu di fashion showku akhir bulan ini. apa kau sanggup?".
apa 30 buah? satu minggu? eyke harus gimenong cynn.. otak eyke nggak cerdas-cerdas amat. tapi kalo tidak begindang eyke bakalan di pecat. aduhh lord eyke harus gimenong".
"waktumu 2 detik"
"ehh.. nona..".
"time's up".
"iya nona saya siap". ucapnya lantang.
isabella menghela nafasnya puas. masalahnya fashion shownya sudah selesai. ia lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu dengan didampingi oleh kevin. semua orang memberi hormat kepada isabella.
"nona tunggu"panggil putri yang mengejarnya. isabella berhenti dan membalikkan tubuhnya diikuti oleh kevin. semua karyawan yang ada disitu melihat gadia itu yang berani menghentikan jalan bella.
"maafkan saya nona".
"waktumu 30 detik"ucap bella.
"eh... saya mengucapkan terima kasih nona. nona sudah repot-repot menyekolahkan saya. saya tidak akan mengecewakan nona sampai kapanpun dan kemarin adalah kecerobohan saya yang terakhir". ucap putri.
isabella tidak menjawab ucapan putri lalu membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi.
"nona banyak orang yang berbicara buruk tentang anda, begitu juga saya kemarin-kemarin. anda terkenal kejam tanpa ampun, dan tidak punya hati. tapi saya hari ini tidak melihat itu. anda ternyata berhati mulia sekali. saya mewakili keluarga saya mengucaokan terima kasih dan semoga nona selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan". ucap putri dengan tulus.
ia berharap atasannya itu selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, rezeki yang lancar, dan juga dikelilingi orang yang baik dan menyayanginya.
isabella tidak menjawab ucapan wanita itu dia lalu membalikkan tubuhnya dan meninggalkan wanita itu. kevin sempat melihatnya sekilas dan segera mengikuti langkah isabella.