Memories Of You

Memories Of You
Bab 12



isabella memajukan tubuhnya kearah meja makan, kedua tangannya di meja makan, ia lalu menghadapkan wajahnya kearah paman george dan mulai memasang puppy eyes. andalannya saat merayu pamannya itu. kebiasaan itu hanya ia tampilkan didepan paman george dan mbok jati. kevin yang melihat kelakuan majikannya sedikit terkejut, pasalnya ia baru pertama kali melihat isabella seperti ini. biasanya ia hanya menampilkan wajah serius dan marah-marahnya.


"paman tahu kan! bella melakukannya karena dia mengkhianati bella. dan ia bersengkongkol dengan nenek sihir. bella tidak bersalah, bella korban"kata bella dengan nada manja.


kevin yang melihat isabella tersenyum geli. ayahnya pasti tidak akan luluh, dirinya saja yang anak kandung tidak pernah merayu ayahnya.


"uncle please. jangan bawa bella yah"mohon bella.


paman george tersenyum geli melihat nonanya yang masih saja manja terhadap dirinya. paman george lalu melihat kearah bella.


"sayangnya alasan apapun anda tidak buat saya luluh". ucap paman george datar.


isabella mengulum bibirnya kesal dan ia menggeprak mejanya.


"paman kenapa jahat sekali. aku korban dan aku tidak bersalah".


"anda melanggar janji anda nona. aku dulu mungkin memaafkan yang pertama tapi kali ini saya tidak bisa. anda sendiri yang melakukannya di media dan anda sendiri mengungkapkan jati diri anda. anda tidak tahu bagaimana anak saya mengurus masalah pengakuan anda kemarin sampai ia tidak tidur?".


kevin yang disebut namanya oleh ayahnya menoleh. paman george memberi isyarat dengan jari kelingkingnya.


"aku melakukannya karena kesal paman. nenek sihir itu menginginkan aku bertunangan dengan ******** itu".


"nona isabella claudya lèonorè"ucap paman george dengan tegas


mendengar suara pamannya yang sedikit meninggi. isabella menciut, ia pun menundukkan kepalanya.


paman george mengadakan tangan kanannya kearah kevin. kevin pun memberikan amplop besar kepada ayahnya itu. paman george menyambutnya dan ia membuka amplop itu. dikeluarkan isi amplop tersebut dan melemparnya di hadapan bella.


bella pun melihat tumpukan kertas di depannya dan ia lalu melirik kearah paman dan kevin. ia pun menegakkan tubuhnya dan melipat tangannya didadanya.


"tinggalkan kami bertiga. jangan biarkan orang masuk kedalam rumah ini. tanpa aba-aba dariku dan jangan ada yang menguping kalau kalian masih ingin hidup"ucap bella kepada para pembantunya yang masig ada diruangan itu.


"kecuali mbok jati"ucap paman george.


"paman"teriak bella.


paman george melihat kearah isabella yang sudah menahan tangisnya. para pembantunya segera pergi meninggalkan mereka dan pekerjaan mereka.


"mbok jati harus tahu ini. selama ini dia selalu disisimu"ucap paman george.


"duduklah disini mbok"pinta paman george.


mbok jati pun dengan berat hati berjalan kearah mereka dan duduk diujung meja makan. ia pun menatap satu-satu persatu orang didepannya itu.


"kau bisa jelaskan ini?"tanya paman george yang menunjuk kertas itu.


isabella terdiam, ia lalu melihat kearah kevin.


"kau tidak usah menyalahkan kevin. dia tidak memberitahu apapun padaku tentang ini. bahkan aku menghajarnya saat dia tidak jujur padaku. aku mengirim seseorang untuk memantau dirimu."terang paman george.


"jelaskan pada saya nona. kenapa anda selama 5 tahun ini diam tidak memberitahu kondisimu? apa anda pikir kanker paru-paru itu seperti sakit perut yang bisa sembuh seketika?". maki paman george.


dirinya merasa kesal dan tidak berguna sekali saat mengetahui kalau isabella menghidap penyakit paru-paru. kevin juga tidak memberitahunya karena anaknya hanya mengantarkan isabella kerumah sakit dan dia menunggu di dalam mobil, jadi kevin tidak mengetahui sama sekali dalam rangka apa isabella selalu kerumah sakit langganannya.


mbok jati shock mendengar nonanya mengidap penyakit yang mematikan. ia yang paling dekat dengan nonanya dan selalu mengawasi nonanya ketika dirumah kenapa dia bisa ia kecolongan? apa karena makanan yang ia masak jadi nonanya seperti ini?.


"isabella"panggil paman george.


"bella takut paman akan datang seperti hari ini dan memaksaku ke perancis dan saat disana aku tanpa sengaja bertemu dengan orang yang paman bilang sebagai ayahku. paman tahu sendiri sampai saat ini ingatanku belum bisa kembali dan aku juga tidak tahu bagaimana wajah ayahku".


paman george mengenggam tangan kanan bella. ia pun menepuk pelan punggung tangan bella.


"aku, kevin, dan mbok jati akan selalu di samping nona kami tidak akan pernah meninggalkan anda. seharusnya nona memberitahu kami tentang ini, jangan merasa terbebani. tapi kamu harus tetap kesana dan menjalani pengobatan disana. paman membawamu bukan untuk memaksamu bertemu dengan ayahmu atau agar kau mengingat masa lalu yang kamu lupakan. paman ingin anda sembuh!"ucap paman george.


"nona! mbok mohon dengarkan tuan george kali ini. non harus sembuh"isak mbok jati.


isabella melihat kearah mbok jati yang sudah ia anggap pengganti ibunya, kemudian kevin dan juga paman george.


"baiklah paman"ucap isabella pasrah.


paman george menengadahkan kepalanya dan melepas genggaman tangan bella.


"suruh mereka masuk dan kemasi barang-barang nona sekarang"perintah paman george kepada mbok jati. mbok jati mengusap air matanya dan menganggukkan kepalanya.


"kita akan pergi nanti malam".


malam harinya tiba waktunya isabella dan paman george kembali ke perancis. saat ini mereka sudah sampai di bandara untuk menaiki pesawat jet pribadi milik isabella. isabella sedang sibuk berpamitan dengan mbok jati, ia akan merindukan mboknya.


"nona harus sembuh dan cepat kembali kesini. mbok akan kangen banget sama non".


"doakan bella bi".ucap isabella yang mengelus punggung mbok jati.


"pasti non".


isabella melepaskan pelukannya dan mendekati kevin.


"untuk sementara kau yang pegang kendali disini dan aku akan handle di perancis. jaga kepercayaanku ini"ucap bella.


"baik nona"ucap kevin.


isabella masih menatap kevin. kevin yang merasa terus dilihat oleh bosnya merasa risih.


"ada apa nona?"tanya kevin.


isabella memandang tidak suka kearah kevin dan melipat tangannya didada.


"kau tidak mau memelukku atau sungkem padaku. apa kau lupa kalau aku lebih tua darimu"sindir isabella.


kevin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ia lalu mendekati bella. bella pun menyambutnya dan merentangkan kedua tangannya.


"terima kasih adik kecilku. kau sudah menjagaku selama ini. saat ini kau boleh panggil namaku"ucap bella sambil memeluk kevin.


"jangan terima kasih kak. kakak harus sembuh. agar kevin bisa menjaga kakak lagi"ucap kevin.


isabella lalu melepaskan pelukannya dan melambaikan tangannya. paman george menoleh kebelakang mengisyaratkan sesuatu kepada kevin.


"paman sebentar aku mau ketoilet"ucap bella saat mereka akan menuju ke gerbang keberangkatan. paman george pun menganggukkan kepalanya dan isabella lalu pergi meninggalkan paman george.


10 menit kemudian paman george masih menunggu isabella yang tak kunjung datang. lalu ponselnya berdering menandakan pesan masuk.


"maaf paman! bella dan perancis tidak cocok. bella akan berjalan-jalan sejenak. jangan cari bella. bella baik-baik saja. bella akan mencari pengobatan yang terbaik sendiri. dan bella akan kembali dengan sehat. bella titip pakaian bella. love you uncle"